Positif Thinking, Self Healing (Pengalaman pribadi)

Lama g nulis, nih share pngalaman pribadi…..

Sejak kecil beta punya masalah kesehatan terutama masalah dg paru2, asma begitu istilahnya. Keluar masuk rumah sakit dan puskesmas merupakan jadwal rutin hampir setiap bulan, obat2an dan jarum suntik sudah jd konsumsi biasa. Tapi sbagai anak kecil beta paling takut sama jarum suntik, maklum di mata anak kecil kelihatannya jarum suntik besar sekali, hahaha. Suatu hari ke RSU, si dokter lupa bilang harus suntik. Beta senang sekali, malang, besoknya petugas RSU datang ke rumah dan suruh balik ke RS untuk suntik.

Karena takut tiap kali harus disuntik yg memang tidak enak rasanya (sakit to), suatu saat beta berjanji pada diri sndiri tidak mau kembali ke rumah sakit. Beta meyakinkan diri sndiri kalo beta sehat2 saja, padahal waktu itu kalo tdk salah beta masih SD kelas 4, mungkin, blom prnah dapat pelajaran ttg positif thinking, pngembangan pribadi, manajemen dll lah yg berhubungan dg positif thinking, istilah positif thinking sj blom tau n blom prnah dengar, maklum msh anak2 d bawah umur.

Suatu saat (lupa kapan), beta dengar kabar ada seorang atlet yg kena AIDS (kl tdk salah) juga menerapkan hal serupa. Bedanya kalo dia menyakinkan dirinya dengan kalimat yg selalu diulangi dlm hati, beta hanya membayangkan “sehat” dalam pikiran sj (mklum anak kecil) cuma main imajinasi ala anak kecil. Saat itu beta memutuskan untuk meniru cara si atlet tsb, tapi karena “kalimat sakti” si atlet terlalu panjang n lupa juga komplitnya, beta membuat kalimat sakti sndiri “AKU SEHAT, AKU BENAR-BENAR SEHAT HARI INI”. Kalimat sakti ini beta ulangi terus dalam hati, entah lg makan – mandi – mo tidur – pkk kalo ingat lah.

Alhamdulillah sejak kelas 5 ato 6 SD, kl tdk salah, beta sudah jarang berhubungan dg rumah sakit / puskesmas dan si asma jg tdk lagi kambuh sampe skrg. Dan kalimat sakti tadi terus bertahan sampai skarang dan telah mengalami pengembangan. Ilmu berpikir positif sndiri beta pelajari waktu kuliah di Jogja taon 1997, dan beta sndiri terheran2 dan jg kagum dg apa yg sudah beta alami.

Agar Konsentrasi Tak Cepat Buyar

Konsentrasi manusia cepat sekali buyar karena faktor-faktor di sekelilingnya. Padahal konsentrasi sangat diperlukan ketika sedang mengerjakan sesuatu. Ilmuwan menyarankan menerapkan 5 cara ini agar tetap konsentarsi.

Seperti dikutip dari Altmedicine.about.com, Senin (10/1/2011) ada lima tips yang dapat membantu seseorang berkonsentrasi lebih baik, baik di kantor, sekolah atau saat duduk rapat.

Kelima tips itu dinamakan FOCUS yang terdiri dari:

F = five more rule (lima aturan lebih)

Jika sedang melakukan tugas dan merasa buntu atau ingin menyerah, maka lakukan Five more. Sama seperti atlet yang membangun stamina fisik dengan mendorong titik kelelahannya hingga bisa melewati titik frustasi.

Untuk melanjutkan konsentrasi, lakukanlah peregangan untuk membangun perhatian dan ketahanan mental. Salah satunya jika seseorang mulai jenuh atau putus asa, maka cobalah menambahkan waktu lima menit lebih banyak.

O = satu pikiran pada satu waktu (one time at a time)

Satu hal yang bisa merusak konsentrasi adalah banyaknya pikiran yang berkecamuk di dalam otak. Untuk itu seseorang sebaiknya memiliki satu pemikiran pada satu waktu, sehingga bisa lebih konsentrasi melakukan satu hal.

C = mengatasi penundaan (conquer proscrastination)
Seseorang sebaiknya tidak menunda suatu tugas atau proyek yang sedang dikerjakan, karena seseorang bisa mengerjakan tugas lebih cepat jika tidak menunda-nunda.

Menunda pekerjaan bisa menimbulkan rasa bersalah sehingga membuat pikiran tentang pekerjaan itu menjadi lebih berat dan waktunya pengerjaannya lebih banyak.

U = menggunakan tangan untuk menutup mata (use your hands as blinkers)
Saat konsentrasi mulai pudar atau berkurang, maka seseorang perlu meningkatkan staminanya kembali. Salah satu cara yang bisa dilakukan adalah dengan menutup mata.

Cobalah menutup mata dengan menggunakan tangan untuk meningkatkan kembali konsentrasi dan bisa mempersempit fokus sehingga mengajarkan otak untuk beralih ke satu pikiran dan konsentrasi.

S = melihat sesuatu untuk pertama kali atau terakhir (see as if for the first or last time)
Ketika seseorang dihadapkan pada banyak hal, maka otak tidak bisa memusatkan pemikirannya pada satu hal atau pekerjaan.

Untuk itu seseorang harus melihat suatu hal atau pekerjaan sebagai prioritas utama atau tidak, dengan membuat prioritas ini seseorang bisa mengerjakan tugasnya dengan lebih baik.

Sumber : detikHealth

Gangguan Jiwa Bisa Dideteksi Sejak Usia Dini

Direktur Rumah Sakit Jiwa Soeharto Heerdjan Jakarta Ratna Mardiati mengatakan, potensi gangguan kejiwaan pada seseorang bisa dideteksi sejak kecil.

“Itu bisa diketahui sejak usia dini dari daya tahan mental mereka,” kata Ratna Mardiati ketika ditemui di kantor Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan Jakarta, Kamis.

Menurut dia, ada suatu kelemahan pada diri seseorang yang sering diabaikan sebagai potensi masalah di kemudian hari.

“Misalnya saja keterlambatan bicara, berjalan, dan belajar. Lantas ada anak yang sering diolok-olok temannya. Itu adalah bentuk kelemahan yang harus diperhatikan,” katanya

Ratna mengatakan, orang dengan masalah kejiwaan punya titik lemah yang berbeda satu sama lain. Gangguan daya tahan mental tersebut disebabkan oleh faktor internal individu.

“Kondisi sosial ekonomi itu hanya pencetus. Faktor yang oleh kami, psikiater, dianggap sebagai penyebab ada dalam diri individu. Bakat,” katanya.

Menurut dia bakat itu muncul karena gangguan psikologis dan fungsi otak.

“Bagaimana dia dapat bakat itu? Pertama, karena dia terlahir dengan otak tidak berfungsi baik, proses kerjanya terganggu karena mungkin ibunya pernah berusaha menggugurkan janin, karena keracunan atau infeksi otak. Kedua, karena masalah psikologis. Misalnya dia selalu ditakut-takuti sejak kecil sehingga sampai dewasa hidup dalam ketakutan,” katanya.

Ia menjelaskan, orang dengan bakat gangguan daya tahan mental baru bisa mengalami gangguan jiwa jika tidak mendapat dukungan dari keluarga dan orang-orang terdekat mereka untuk mengatasi kelemahan.

“Kalau dukungan keluarga bagus, orang dengan kelemahan daya tahan mental, dengan gangguan di otaknya, tidak akan apa-apa. Gangguan itu muncul kalau dia tidak mendapatkan dukungan yang diperlukan,” katanya.

Oleh karena itu dia menekankan pentingnya peran keluarga dalam membangun daya tahan mental anak.

Ratna mengatakan orang tua bisa menjalankan perannya dengan memperhatikan setiap tahapan perkembangan anak secara baik dan membantu anak-anak mengatasi kelemahan mereka dengan berusaha mendengarkan dan memahami kebutuhan mereka.

“Jadi masalah gangguan jiwa sebenarnya bisa dicegah kalau orang-orang memahami dan memperhatikan ini,” katanya.

Dia mengakui sampai saat ini pemahaman masyarakat mengenai masalah kesehatan jiwa masih rendah.

Sebagai fasilitas yang memberikan pelayanan kesehatan jiwa, kata Ratna, Rumah Sakit Jiwa Soeharto Heerdjan berusaha meningkatkan pemahaman masyarakat tentang kesehatan jiwa melalui program Kesehatan Jiwa Masyaraka yang dijalankan dengan memberikan penyuluhan kepada masyarakat melalui kegiatan pos pembinaan terpadu (posbindu) dan posyandu.

“Tapi memang masih harus ditingkatkan,” katanya.

Menurut dia penyebarluasan informasi mengenai kesehatan jiwa sebenarnya akan sangat efektif jika dilakukan melalui pendidikan sekolah.

“Ini bisa dilakukan kalau para guru kembali menjalankan tugasnya untuk mendidik anak-anak, bukan sekedar mengajar,” katanya.

Sumber : Yahoo! News

Menjadi Pribadi yang Tangguh

Baik buruknya kehidupan kita ternyata sangat ditentukan oleh pikiran. Kendalikan pikiran ke arah positif, maka kita tidak menjadi sosok emosional melainkan faktual. Hidup kita akan bahagia, percaya diri, optimis, dan penuh gairah. Pikiran merupakan kekuatan paling menakjubkan yang dianugerahkan Tuhan kepada manusia. Dengan kekuatan pikiran, manusia melahirkan ilmu-ilmu pengetahuan, membangun harapan-harapan baru, dan membuat mimpi-mimpi menjadi kenyataan. Bahkan, dengan kekuatan pikiran, kualitas hidup seseorang bisa ditentukan.

Hampir semua sistem kehidupan kita, gerak tubuh, suasana hati, bahkan hidup kita, dikontrol oleh pikiran. Demikian pula halnya dengan perasaan kita, dengan informasi yang terkumpul di otak, pikiran memberikan perintah-perintah khusus kepada “hati” untuk menentukan suasana yang diinginkan. Pikiran kita akan mengolahnya dan menghasilkan instruksi, umpamanya, instruksi agar kita menyesal atau sedih karena habis bertengkar.

Bila pengaruh pikiran sangat kuat terhadap perasaan kita, berarti kita orang faktual, orang yang selalu bertindak atau bersikap berdasarkan fakta. Tetapi bila pengaruh pikiran sangat lemah terhadap perasaan kita, maka kita termasuk orang sensitif.

Orang faktual biasanya lebih mampu mengendalikan perasaan. Soalnya, pikirannya mampu mengolah fakta-fakta yang terekam di otak secara lebih mendetil sebelum dimasukkan ke “hati”. Sebaliknya, orang sensitif akan cenderung emosional, karena biasanya pada saat merespons realitas yang tengah dihadapi, pikirannya tidak mengolah kembali fakta-fakta yang terekam di otak, akan tetapi langsung memasukkannya ke dalam “hati” apa adanya. Ia mengolah informasi dengan perasaannya.

Proses itulah yang menyebabkan orang faktual cenderung tenang, penuh perhitungan, dan mampu mengendalikan diri. Sebaliknya, orang sensitif cenderung cepat gelisah, tergesa-gesa dalam mengambil kesimpulan, tidak sabar, dan sukar mengendalikan diri.

Dengan pengoptimalan pikiran, kita dapat mengendalikan perasaan dan juga kehidupan ke arah yang kita inginkan. Dengan pikiran kita dapat mengubah perasaan sedih menjadi perasaan senang, takut menjadi berani, minder menjadi percaya diri, pesimis menjadi optimis, atau bosan menjadi penuh gairah. Maka tidak salah bila seorang filsuf, Marcus Aurelius, memiliki pandangan bahwa “Hidup kita ditentukan oleh pikiran”.

Kalau berpikir tentang hal-hal menyenangkan, maka kita akan menjadi senang. Jika memikirkan hal-hal menyedihkan, kita akan sedih. Stanley R. Welty, Presiden Wooster Brush Company, berpendapat, “Pada saat keluar rumah di pagi hari, kita sendirilah yang menentukan apakah hari itu akan jadi baik atau buruk, karena tergantung bagaimana kita menjalankan pikiran kita. Dapat tidaknya kita menikmati hari itu sangat tergantung pada cara kita berpikir.”

Kalau merasa kantung kita menipis, lalu mengeluh seakan-akan kita orang paling sial, bisa jadi hari itu menjadi hari paling membosankan. Tapi bila kita bangun pagi, memandang keluar jendela dan melihat bagaimana burung-burung bersiul menyambut pagi sambil merasakan kesejukan embun, mungkin kita akan mendapati hari itu sebagai hari baik. Bagaimana pun cuaca hari itu, bagaimana pun beratnya masalah yang dipikul hari itu, pikiranlah yang menentukan kehidupan kita. Yang kita pikirkan ketika itu, itulah hidup kita.

Bila dalam kesedihan kita mencoba tersenyum, sebenarnya kita tengah mencoba melepaskan diri dari perasaan sedih itu. Saat itu kita tengah menetralkan perasaan negatif di dalam diri. Hal ini sangat baik dan bisa membantu agar kita tidak terlalu larut dalam duka.

Memang, ada banyak hal yang menyakitkan, yang membuat kita cemas atau kesal. Namun jangan larutkan diri di dalamnya. Jangan biarkan masalah apa pun membuat kita patah semangat. Berpikirlah pada hal-hal positif yang bisa dilakukan. Dengan begitu kita akan menjadi orang tangguh yang tak mudah jatuh. Pikiran kita menjadi terbiasa untuk selalu positif, dan kita akan lebih mudah mencapai cita-cita. Dan yang lebih penting, hidup kita akan menjadi lebih menyenangkan. (Intisari)

Hancurkan Tembok Penghalang

Batas antara orang sukses dan orang yang tidak sukses hanya setipis kertas. Tidak berarti orang yang tidak sukses itu tidak bertanggung jawab. Banyak juga yang bersemangat, bekerja keras dan bersungguh-sungguh, sama seperti orang yang sudah meraih prestasi besar. Tapi, tetap saja dia gagal sedangkan yang lainnya sukses. Anda mungkin merasa masyarakat itu tidak adil. Tapi, di antara kedua kelompok orang ini terdapat penghalang sebuah tembok yang hanya setipis kertas, tapi sulit ditembus.

Perbedaan terletak pada kegigihan dan ketekunan. Jika orang yang tidak sukses menghadapi tembok bata, mereka mengira, tembok itu tidak bisa ditembus. Ini adalah pikiran yang wajar. Dengan kata lain, mereka juga melakukan suatu usaha, tapi dengan keterbatasan. Jika mereka menghadapi tembok, mereka mencoba mencari alasan yang masuk akal untuk memaafkan diri sendiri dan mundur.

Walaupun suatu tugas tampak mustahil dikerjakan, kita harus berusaha secara gigih dan dengan rajin dan tekun untuk mencapai sukses. Kita harus menghancurkan kebijakan konvensional yang terdapat di dalam pikiran kita. Setiap prasangka yang menyangkut keterbatasan diri sendiri yang susah dihilangkan, akan menghambat kita menuju sukses.

Rasa percaya diri dan kebanggaan yang akhirnya membuat kita bisa menembus rintangan akan menghasilkan kepribadian yang lebih kuat dan lebih gigih. Dan kegigihan ini akan menghantar Anda ke sukses yang lebih besar lagi.

A Passion for Success
Kazuo Inamori


Kebanyakan dari Kita tidak keberatan jika diberitahu kesalahan Kita jika kritikan itu juga digabungkan dengan beberapa kebaikan Kita.

Di saat dikritik, adalah normal jika kita membela diri dan tindakan kita, walaupun secara diam-diam kita mengakui, kritikan itu memang ada benarnya juga. Namun, orang-orang yang meraih sukses besar dalam hidup adalah orang-orang yang sedah belajar mengesampingkan emosi mereka dan belajar dari orang lain, walau pun pesannya tidak menyenangkan. Jika diri Anda dinilai orang lain, katakan pada diri sendiri, bahwa kritikan pada beberapa aspek kinerja Anda buka merupakan serangan pada pribadi Anda dan ambil ide-ide yang bermanfaat kendati mungkin Anda tidak suka dengan cara penyampaiannya.

Keberhasilan tidak memerlukan penjelasan.
Kegagalan yang memerlukan pembenaran dengan alibi-alibi.

Cara paling pasti untuk diterima dalam organisasi mana pun atau di setiap bidang pekerjaan adalah menjadi orang yang berhasil. Sayangnya, hidup tidak berlaku seperti ini. Sekeras apapun Anda berusaha mempelajari sesuatu, serasional apa pun Anda dalam mengambil keputusan, sebaik apa pun persiapan Anda, sesekali, Anda tetap saja membuat kesalahan. Manusia selalu begitu. Karean itu, adalah penting untuk menyadari, bahwa kegagalan sementara bukanlah kegagalan yang bersifat untuk selamanya. Orang-orang sukses menyadari, bahwa kitasemua pasti akan mengalami kegagalan sementara yang menuntut kita untuk mengevaluasi lagi kinerja kita dan mengoreksi tindakan kita agar bisa mencapai sukses. Mereka tahu, kemalangan tak pernah bersifat menetap untuk selamanya.

Terdapat perbedaan yang sangat besar antara kegagalan dan kekalahan sementara.

Tak ada yang namanya gagal kecuali jika dianggap gagal. Setiap kegagalan bersifat sementara kecuali jika Anda menyerah dan membiarkannya menjadi permanen. Pada kenyataannya, kegagalan yang bersifat sementara membuat kita menjadi lebih kuat dan lebih mampu. setiap kali mencoba dan gagal, kita belajar sesuatu yang membantu mempersiapkan kita untuk meraih keberhasilan.

Jawaban tunggal yang benar untuk setiap masalah hanya terdapat di dalam ruang kelas. Jika Anda mencoba satu pendekatan yang ternyata tidak jalan, coba lagi yang lainnya. Jika Anda memandang kemalangan sebagai suatu yang tak lebih dari sebuah pengalaman, besarnya keberhasilan dalam hidup Anda akan jauh melampaui kegagalan Anda.

Keberanian Sejati tampak paling jelas pada saat-saat kemalangan.

Sebagian kemerosotan atau kemunduran begitu hebatnya, yang kalau Anda menyerah berarti Anda kehilangan segalanya. Dalam perang Korea, jenderal Matthew Ridgeway yang memegang komando menemukan pasukannya terpukul jauh ke selatan dan mendapat tekanan keras dari pasukan penyerbu. Hanya karena keputusan yang keras untuk mempertahankan garis depan yang memungkinkan tentara Amerika tidak sampai dihalau ke laut dan akhirnya berhasil merebut kembali semua wilayah yang telah dikuasai musuh.

Saat menghadapi kegagalan, Anda mingkin tak punya waktu untuk menarik diri dan merenungkan kesalahan Anda tanpa disertai resiko mengalami kegagalan lebih lanjut. Jangan menyerah pada kelumpuhan. Di saat seperti itu adalah sangat penting untuk mengetahui apa yang benar-benar Anda inginkan dan melakukan sesuatu untuk mempertahankan pemikiran dan harapan-harapan Anda. Jika sampai hancur luluh, Anda mungkin juga menghancurkan rasa percaya diri yang sulit diperbaiki. Lebih baik tetap berpegang pada prinsip-prinsip Anda. Dan pada akhirnya Anda akan menemukan, ternyata Anda telah melindungi sesuatu yang paling penting yang Anda miliki.

Selalu ada peluang yang tersisa untuk memulai suatu awal baru.

Kendati tampaknya tidak seperti ketika Anda pertama kali menghadapi pukulan hebat, Anda tak pernah akan kehilangan 2 aset yang paling penting yang Anda miliki. Yaitu kekuatan mental Anda dan kebebasan Anda menggunakannya. Sekali Anda bisa mengubahnya menjadi sesuatu yang bisa dimengerti, tentang penyebab yang membuat Anda gagal, Anda bisa mulai menyusun rencana baru. Anda mungkin sudah tidak punya lagi uang yang dulu Anda miliki. Atau kehilangan rekan-rekan yang dulu menjadi sekutu Anda. Tapi Anda masih memiliki dunia yang menghargai usaha jujur, termasuk mendapat pengalaman dari kesalahan yang tak pernah akan Anda ulangi lagi. Ingat, di mana pun Anda berada, apa pun yang Anda bayangkan dan Anda yakini, pasti bisa Anda capai.(Aura)

Hidup Bahagia…!

Menginginkan hidupnya bahagia. Namun, bagi sebagian orang, kebahagiaan terkadang tak kunjung menghampiri, sehingga terasa “mahal.”

Padahal, menurut Gde Prama dalam seminar tentang The starting point of beauty and hapiness, kebahagian dapat diraih dengan beberapa cara mudah:

  1. Kebahagian sejati bukan berasal dari luar, melainkan ada di dalam diri kita sendiri. Belajarlah menerima diri Anda apa adanya, sehingga Anda bisa merasakan kebahagian yang sesungguhnya.
  2. Stop membandingkan diri dengan orang lain. Setiap manusia dilahirkan dengan keunikan dan kelebihan sendiri. Dan tidak ada kehidupan yang lebih baik, selain bisa menjadi diri sendiri.
  3. Belajarlah memberi dengan rasa ikhlas. Jangan bebani hidup dengan imbalan, karena hanya akan mendatangkan kekecewaan jika Anda tak mendapatkannya. Anda bisa memulainya dengan hal-hal sederhana, misalnya selalu tersenyum atau memperhatikan orang-orang di sekeliling, sehingga orang-orang pun akan merasa nyaman berada di dekat Anda.
  4. Pandanglah setiap kesulitan dengan cara yang positif. Ini akan mendatangkan keindahan dan kebahagiaan. Semakin Anda mampu menanggulagi kesulitan, Anda akan tampak semakin “bercahaya” dengan kekuatan yang Anda miliki.
  5. Jangan mematok hidup terlalu tinggi. Ketahuilah batasan kemampuan Anda, dan Anda akan merasa menjadi manusia yang lebih sempurna dan berarti.
  6. Jauhkan diri dari ketakutan, dekatkan diri pada Tuhan. Nikmati dan cintailah hal-hal kecil di sekeliling Anda yang dapat mendatangkan kebahagiaan, seperti mendengarkan suara burung di pagi hari atau bersenandung.

(www.kompas.com)

Hidup Adalah Resiko

Apakah Anda lebih suka memilih gaji yang lebih kecil dari yang pantas Anda terima demi rasa aman? Apakah rasa takut menghentikan niat Anda untuk menyatakan pendapat Anda, atau mengajak bicara someone special?

Rasa takut yang dirasakan sebagian besar orang timbul karena tak ingin membuat kesalahan, kata Sharan Grech, seorang konsultan. “Sebagai anak, kebanyakan dari kita akan mengalami masalah jika berbuat salah,” katanya. “Tak banyak orang tua atau guru yang bersedia menerima kegagalan ketika seorang anak sedang mencoba melakukan sesuatu. Kita seakan selalu diberitahu, bahwa kita tak boleh gagal.”

Sebagai akibatnya, kita belajar untuk menyingkir dari tindakan yang beresiko. Dengan cara ini, kita tak akan mengalami masalah (kendati akhirnya kita akan bosan atau frustasi dengan kehidupan kita yang hanya begitu-begitu saja). “Saya tidak percaya, bahwa orang bisa tumbuh dan berkembang tanpa mengambil beberapa resiko,” kata Grech. “Ada pepatah yang mengatakan, jika Anda selalu melakukan apa yang selalu Anda lakukan, Anda akan mendapatkan apa yang selalu Anda dapatkan.” Masalahnya, apakah Anda puas dengan apa yang selalu Anda dapatkan dalam hidup ini?

Wujudkan Impian Anda
Linda, 32, staf akunting di sebuah perusahaan penerbitan mencoba ikut melamar ketika perusahaannya membuka lowongan untuk posisi yang lebih tinggi di perusahaannya untuk mendapatkan gaji yang lebih baik dan tanggungjawab yang lebih besar. “Saya berusaha berpikir tenang selama beberapa hari, apakah melamar atau tidak,” katanya. “Jika lamaran saya ditolak, saya akan merasa malu karena semau teman-teman tahu saya ikut melamar. Rasa takut ditolak dan kemungkinan mendapat malu sempat menghentikan niat saya.”

Tapi, dorongan yang kuat untuk mendapatkan apa yang diinginkannya membuat Linda meneruskannya niatnya. Dengan rasa was-was Linda mengemukakan keinginannya pada manager HRD. Sesudah tes dan wawancara, Linda dinyatakan lulus dan diterima menduduki jabatan baru yang lebih tinggi. “Setelah melalui 3 tahap wawancara, para bos memutuskan saya adalah calon terbaik untuk jabatan itu,” katanya.

Pengalaman Linda persis seperti nasihat yang sering kita dengar dari ibu kita. Bahwa kita tak pernah akan tahu apa yang terjadi sebelum menjalani atau mengalaminya. Linda mungkin saja kecewa jika dia melamar pekerjaan itu dan ternyata lamarannya ditolak. Tapi kekecewaan Linda akan lebih besar lagi jika dia memilih amannya saja atau tidak melamar, padahal ternyata dia bisa mendapatkan yang lebih baik.

Awali dengan Langkah-langkah Kecil
Sering, mengejar sesuatu yang benar-benar kita inginkan, apakah itu pekerjaan, hubungan asmara, bahkan di mana kita akan tinggal, menimbulkan keraguan dan kebingungan. Kita sering khawatir, jangan-jangan harapan kita terlalu tinggi atau kita menggigit potongan yang terlalu besar dari yang bisa kita kunyah. Cita-cita untuk mencapai bintang mungkin membuat kita ragu dan selalu was-was, bahwa kita bisa saja gagal. Karena itu, sebelum melangkah, selalu ingatkan diri, bahwa langkah-langkah kecil sebenarnya bisa mempunyai kekuatan yang sama besar dengan perubahan-perubahan besar dalam hidup ini.

Melakukan segala sesuatu dengan cara yang berbeda, betapa kecilnya pun perbedaan itu, akan mengubah cara kerja Anda,” kata Grech. “Mungkin caranya hanya sekadar menjulurkan kepala Anda dari zona nyaman Anda.”

Jane, 27, seorang staf pemasaran software, memanfaatkan peluang untuk menyatakan pendapatnya di tempat kerja. Ia merasa frustasi dan tidak berdaya setelah 12 bulan bekerja di bawah pengawasan seorang manager yang otokratis. “Saya merasa takut bicara kepadanya karena tim yang bicara blak-blakan kepadanya ternyata mendapat kesulitan yang lebih besar lagi,” jelas Jane. “Tapi saya merasa, keadaan ini harus berubah atau saya terpaksa meninggalkan pekerjaan dengan gaji yang lumayan tinggi ini.”

Jane mulai bicara secara perlahan dengan managernya, dan menanyakan alasan khusus mengapa dia mengritik hasil pekerjaannya. “Saya menemukan, cara saya menentang sikapnya dengan cara seakan saya ingin belajar darinya, membuat dia sulit menolak saya. Hal ini sekaligus membuat dia memikirkan cara lain dalam berbicara kepada saya.”

Kendati sempat panik karena bicara dengan cara baru yang hasilnya juga belum pasti, Jane paham, jika dia tidak melaksanakan hal ini, dia akan merasa lebih stres lagi. Dengan mencacah rasa takutnya menjadi potongan yang bisa dikunyah, dia bisa secara perlahan membangun rasa percaya diri dalam dirinya. “Saya masih bekerja di sana selama setahun lagi dan berhasil menjalin hubungan yang sangat baik dengan bos saya itu. Tapi saya tahu, saya tak pernah tertarik dengan skenario seperti itu lagi. Saya sudah belajar terlalu banyak.”

Rasa panik, tegang, dan gelisah yang Anda rasakan ketika mengambil keputusan yang sulit mungkin berasal dari rasa takut yang sangat besar. Takut salah pilih. Takut tampak bodoh dan ditertawakan. Takut akan mendapat masalah yang lebih besar lagi. “Dalam banyak hal, otak kita sebenarnya tak bisa membedakan antara rasa takut dan semangat yang berapi-api,” kata Grech. “Jantung Anda berdetak keras dan perasaan Anda menjadi tak menentu. Jadi, kenapa tidak melihat kegairahan yang ada dalam suatu situasi dan menggunakan energi takut itu untuk menstimulasi Anda?”

Sebagai contoh, Anda mungkin takut meninggalkan pekerjaan lama Anda. Tapi, kalau tidak Anda tinggalkan, Anda tak akan mendapatkan pekerjaan yang benar-benar Anda sukai dengan bayaran yang lebih tinggi. Dan Anda bisa menggunakan hal ini untuk membangkitkan semangat sehingga Anda bekerja lebih baik, menjadi pegawai yang lebih baik, dengan hasil yang lebih optimal. Perusahaan mana yang bisa menolak pegawai seperti ini?

Untuk mengatasi rasa takut, kiranya kita harus selalu mengingatkan diri kita, bahwa hidup adalah sebuah resiko. Setiap keputusan yang kita ambil, dari yang paling biasa sampai yang paling luhur, adalah sebuah resiko. Atau pasti ada resikonya. Apakah Anda memilih roti bakar atau serealia untuk sarapan pagi? Apakah lebih baik menikah dengan orang pertama yang Anda cintai, atau pergi keliling dunia mencari belahan jiwa Anda di tempat yang eksotik? Semua pilihan ini mengandung resiko.

Pada akhirnya, nasib kita dibentuk oleh pilihan yang kita ambil setiap hari. Kita harus percaya, bahwa alam semesta menyediakan begitu banyak pilihan bagi kita untuk menciptakan kebahagiaan kita sendiri. Masalahnya tergantung pada apakah kita berani secara proaktif mengubah hidup kita, mengubah diri kita dengan menentukan secara sadar resiko yang kita ambil.

Terjun ke dalam kedalaman yang tidak kita kenal dengan melakukan sesuatu dengan cara yang berbeda akan mendatangkan perubahan yang lebih besar dari yang kita bayangkan. Anda bisa belajar menghilangkan rasa takut Anda dengan membiarkan diri Anda mengambil peluang sebanyak mungkin. Anda tak perlu harus sempurna setiap saat karena tak ada orang yang sempurna. Dan resiko salah adalah wajar-wajar saja,” kata Grech. (Aura)

  • Ini Beta

    Y!M status:
    JNE TULEHU
    (DH. WARNET PONDOK.NET)
    Jl. Raya Tulehu, No. 26
    Dsn Pohon Mangga, Tulehu
    A m b o n

    eFeS : Rad Marssy
    eFBi : Rad Marssy
    CopyLeft Notice:
    Barangsiapa dengan sengaja mengutip, menyiarkan, memamerkan, mengedarkan, meng-copy paste kepada umum suatu bagian dari blog ini diwajibkan kepadanya untuk menyertakan sumber asli bagian yang dimaksud. Dilarang membawa kamera, handycam, tape recorder, atau alat perekam lainnya.
    (hehe5x... srius amat bacanya).

    NO SMOKING BLOG...!!!

    STORY OF EARTH...???