John Vincent Atanasoff (1903-1995), Pionir Komputer Digital yang Terlupakan

DI era teknologi informasi dan komunikasi yang pesat sekarang ini, komputer termasuk salah satu peranti “wajib” yang tak dapat diabaikan. Kini peranti yang pada dasarnya hanya untuk membantu proses berhitung (to compute) ini telah sangat ampuh dan multiguna. Merampungkan pekerjaan kantor, menikmati musik dan film, hingga ngegame dapat dilakukan menggunakan alat ini. Begitu pula menjelajah internet dan bertukar data antarpengguna yang terpisah jarak ribuan kilometer.

Kemampuan komputer yang beragam ini mungkin tak pernah terbayangkan sebelumnya, termasuk oleh sang empu yang membuatnya kali pertama. Adalah John Vincent Atanasoff, pionir teknologi komputer digital yang hampir dilupakan orang. Kepeloporan fisikawan Amerika Serikat ini pada teknologi komputer digital telah tertutup oleh gegap gempitanya komputer raksasa ENIAC (Electronic Numerical Integrator and Computer) di era Perang Dunia II.

Nilai “A” untuk semua bidang studi
Lahir 4 Oktober 1903 di Hamilton, New York, namun dibesarkan di Brewster, Florida. Sejak kecil Atanasoff telah menunjukkan ketertarikannya pada matematika. Anak seorang insinyur listrik ini pun tak mengalami banyak hambatan saat mereguk ilmu di bangku sekolah. Bahkan pendidikan menengahnya (setara SMA) diselesaikannya dalam waktu dua tahun saja.

Selepas itu Atanasoff melenggang ke University of Florida untuk menekuni bidang kelistrikan. Mungkin kekaguman pada sang ayah melandasi pilihannya ini. Di usia 22, dia lulus dengan menggondol gelar Bachelor of Science. Tak main-main, nilainya pun sempurna, A untuk semua bidang studi.

Selanjutnya Atanasoff melanjutkan studi tingkat master di Iowa State College. Di sini Atanasoff menekuni bidang matematika. Tak perlu waktu panjang, Atanasoff merampungkan studinya hanya dalam waktu satu tahun. Gelar master pun ia sabet di usianya yang ke-23 pada 1926.

Seakan tak puas, Atanasoff melanjutkan lagi studinya untuk mencapai tingkat doktor. Kali ini fisika menjadi pilihannya. Selama empat tahun Atanasoff berjuang meneliti seluk beluk helium. Akhirnya pada 1930, dengan mengusung tesis berjudul “The Dielectric Constant of Helium” studi formalnya pun rampung. Gelar Ph.D. bidang fisika teori ia peroleh di usia 27 dari University of Wisconsin.

Pengganti Kalkulator
Saat menempuh studi doktornya, Atanasoff sering kali merasa buntu ketika harus menghitung menggunakan kalkulator mekanik. Meski termasuk mesin hitung tercanggih di era itu, Atanasoff merasa bahwa harus ada solusi lain untuk menggantikan kalkulator tersebut.

Pada 1936, Atanasoff berhasil membuat kalkulator analog. Alat ini dibuatnya setelah mempelajari cara kerja kalkulator mekanik Monroe dan mengkanibalnya serta menggabungkannya dengan tabung IBM. Alat hitung analog ini dapat bekerja baik. Meski demikian, hal itu tak memuaskannya.

Keterbatasan sistem mekanik dan analog membuat Atanasoff berpikir untuk menggunakan pendekatan digital. Namun, ide ini ternyata tak mudah dilaksanakan. Setelah hampir satu tahun mencoba mengimplementasikan gagasannya, Atanasoff merasa menemukan jalan buntu. Puncaknya terjadi saat musim dingin pada 1937.

Setelah penat berkutat di laboratorium, Atanasoff bermaksud mendinginkan otaknya agar tak “meledak” hanya gara-gara buntu pikiran. Ia pun segera mengambil mobilnya dan menyusuri jalan sambil menyegarkan diri. Namun tak dinyana, saat berkendara itu ternyata otaknya terus bekerja dan tak bisa berhenti memikirkan masalah yang sedang dikerjakannya. Hingga tak terasa telah lebih dari 300 km panjang jalan yang ditelusurinya.

Akhirnya Atanasoff memutuskan untuk berhenti di sebuah kedai. Di saat sedang rileks itulah Atanasoff menerima “pencerahan”. Berbagai ide segar datang silih berganti menari-nari di otaknya. Salah satunya adalah matematika binari dan logika Boolean. Solusi itu dianggapnya pas untuk komputer digital yang sedang dirancangnya.

“Oleh-oleh” berharga buah dari perjalanan ke Rock Island itu pun segera dimatangkannya. Pada September 1939, Atanasoff mendapat suntikan dana sebesar 650 dolar AS. Selain itu, ia pun mendapat bantuan tenaga dan pikiran dari Clifford Berry, salah satu mahasiswanya yang sama-sama gandrung akan solusi digital.

Komputar ABC
Atanasoff dan Berry segera mewujudkan komputer impian mereka pada November 1939. Prototipe yang mereka buat ternyata dapat bekerja. Atanasoff menamakan mesin hitung digitalnya itu dengan ABC. Kependekan dari Atanasoff-Berry Computer.

Lebih dari sekadar dapat bekerja, ABC pun ternyata lebih unggul dari mesin hitung lain yang ada saat itu. Ini dibuktikannya dengan mampu menyelesaikan 29 persamaan linear secara bersamaan. Dibutuhkan waktu yang lebih singkat untuk mendapatkan penyelesaiannya dari ABC dibanding mesin hitung lain.

Namun, bila dibandingkan komputer modern saat ini, ABC sangatlah “primitif”. Ia tak dilengkapi dengan CPU (central processing unit). ABC hanya menggunakan tabung hampa (vacuum tube) untuk mempercepat proses kalkulasi. Salah satu hal dari ABC yang tetap diterapkan pada komputer modern adalah pemisahan memori dari bagian komputasi. Ini seperti halnya memori DRAM sekarang.

Pada Desember 1940, dalam sebuah pertemuan ilmiah di Philadelphia, Atanasoff berkenalan dengan John Mauchly. Mauchly termasuk salah seorang pembicara yang tampil untuk mendemonstrasikan kalkulator analog penganalisis data cuaca. Pada perkenalannya itu Atanasoff menceritakan penemuan mesin ABC-nya pada Mauchly. Atanasoff pun mengundang Mauchly untuk mengunjunginya di Iowa.

Selesai pertemuan, Atanasoff bersama Berry mampir di Washington untuk mengunjungi kantor paten. Mereka mencoba meyakinkan kantor paten bahwa konsep yang diterapkan pada ABC benar-benar yang pertama. Ternyata benar! Meski demikian, keduanya tak segera mematenkan ABC.

“Diserobot” ENIAC
Meski ABC telah terbukti menjadi solusi alternatif untuk menggantikan kalkulator, namun Atanasoff tak pernah sempat menyempurnakannya. Panggilan negara yang membutuhkan tenaganya saat Perang Dunia mengharuskannya meninggalkan Iowa. Mesin ABC yang berbobot ratusan kilogram tak mungkin digotong ke tempat kerjanya yang baru di Washington. Pengurusan paten ABC pun dipercayakannya kepada pegawai administrasi di kampus Iowa. Namun, tampaknya hal ini tak pernah dilaksanakan oleh sang pegawai.

Di sisi lain, Mauchly semakin sering mengunjungi Atanasoff. Kunjungan itu dimulai pada 1941 dan Mauchly mendapat kesempatan melihat ABC. Ia pun mendapat banyak ide dari Atanasoff. Sebagai sesama peneliti, Atanasoff tentu senang mendiskusikan berbagai hal kepada Mauchly. Ia pun tak pernah ragu mengungkap berbagai konsep brilian yang dimilikinya. Namun, selama kunjungannya itu Mauchly tak pernah menyebutkan kalau ia sedang mengerjakan suatu projek komputer untuk dirinya sendiri.

Belakangan Mauchly berhasil membuat ENIAC. Sebuah komputer raksasa untuk Angkatan Darat AS. Atas karyanya ini, Mauchly tak pernah menyebut Atanasoff sebagai sumber inspirasinya. Begitu pun kenyataan bahwa Mauchly menyerap banyak ilmu dari Atanasoff. Pada akhirnya masyarakat menjadi lebih mengenal ENIAC sebagai komputer digital pertama, bukannya ABC.

Pertempuran di pengadilan
Namun, rupanya kebenaran tak pernah bisa disembunyikan. Kepeloporan Atanasoff pada solusi digital terungkap saat terjadi sengketa hak paten ENIAC antara Honeywell Inc. dan Sperry Rand yang membeli hak paten atas ENIAC dari Mauchly pada 1951. Pertempuran keduanya di pengadilan baru tuntas pada 19 Oktober 1973 saat hakim menyatakan bahwa paten atas ENIAC adalah tidak benar dan Mauchly (bersama J. Presper Eckert) bukanlah pioner komputer digital elektronik. Selain itu, hakim juga menyatakan bahwa Mauchly bukanlah pemilik ide yang asli, tetapi mendapatkannya dari Dr John Vincent Atanasoff.

Meski keputusan itu secara tidak langsung ikut memberi “kemenangan” pada Atanasoff, namun kebanyakan orang masih menganggap ENIAC sebagai komputer digital pertama. Mungkin ini disebabkan karena persengketaan itu kalah pamor dibandingkan kasus Watergate yang melibatkan Presiden Nixon. ABC tetap tak banyak dikenal hingga Atanasoff tutup usia pada 15 Juni 1995.

Adi Nugroho, S.Si
(w3-H4ck@yahoogroups.com)

Iklan

Virus Banjir Jangkiti Komputer

Kamis, 22/02/2007 15:11 WIB
Virus Banjir Jangkiti Komputer
Ni Ketut Susrini – detikInet

Jakarta, Tidak hanya air yang menerabas ke pemukiman saat banjir. Virus komputer pun ikut-ikutan latah mengusung puisi banjir dan menyerang komputer. Virus ini berbahaya dan patut diwaspadai.

Perusahaan antivirus PT Vaksincom memperingatkan bahwa virus ini dapat menghancurkan data. Virus ini terdeteksi sebagai W32/Poinsonlvy.NQ.

“Virus ini sudah menyebar dan terus mencari mangsa dengan payload maut menghapus file/data yang ada di komputer yang terinfeksi,” kata spesialis antivirus dari PT Vaksincom, Alfons Tanujaya, melalui keterangan tertulisnya, Kamis (22/2/2007).

Dilihat dari script yang ada dalam tubuhnya, virus ini mengaku lahir di saat bencana banjir sedang melanda ibu kota dan berasal dari kawasan Kemang, Jakarta Selatan.

Ciri khas virus ini adalah memunculkan pesan tentang banjir. Virus ini dibuat dengan bahasa pemrograman Visual Basic, dengan ukuran sebesar 125 KB (dalam bentuk file Extract) dengan nama file “setup.exe”, dan 80 KB (sebelum di extract) dengan nama file “banjir.exe”.

Tujuan utama virus ini adalah melumpuhkan komputer dengan menghapus semua file dan folder yang ada di semua drive termasuk Disket atau Flash Disk. Virus ini akan langsung menghapus setelah beberapa menit menginfeksi komputer atau saat komputer melakukan booting.

Virus ini tidak menyebar melalui disket atau flash disk seperti yang dilakukan oleh kebanyakan virus lokal yang menyebar saat ini, karena ia akan menghapus semua file/folder yang ada di disket atau flash disk atau pada semua drive yang dijumpai.

“Kasus ini sama seperti kasus virus CIH yang akan menghancurkan dirinya sendiri tanpa mampu menyebar luas,” kata Alfons.

Alfons mengungkap, pembasmian virus ini hanya bisa dilakukan dengan menginstal antivirus dengan update terkini, dan sudah dapat mengenali virus ini dengan baik. Bagi yang sudah terlanjur kehilangan data, sebaiknya siapkan software recovery untuk menyelamatkan data yang sudah dihapus, atau menghubungi ahli Data Recovery.

Menurut Alfons, virus ini menyebar sejak awal Februari. Korban virus tak pandang bulu mulai dari BUMN, perusahaan swasta, sekolah dan pengguna rumahan.

“Vaksincom mendapatkan laporan ratusan komputer menjadi korban aksi virus Banjir ini. Menurut pengalaman, kalau yang melaporkan jadi korban ratusan, korban yang riil bisa beberapa kali lipat dari itu,” ujarnya. (nks/wsh)

Virus ‘Pacaran’ Serang Komputer

Senin , 12/02/2007 13:31 WIB
Virus ‘Pacaran’ Serang Komputer
Ni Ketut Susrini – detikInet

Jakarta, Pengguna komputer harus waspada. Jika di layar monitor muncul dialog box yang tak biasa, kemungkinan besar Anda sudah menjadi korban virus lokal yang beredar akhir-akhir ini. Salah satu dialog box yang menjadi ciri khas virus terbaru ini, muncul dengan pesan “met PacaraN yach … :)”.

Di bawahnya terdapat tombol OK, yang jika diklik maka akan memunculkan dialog box lain yang berisi hitungan mundur 60 detik. Setelah itu virus akan mematikan komputer. Aksinya tidak sebatas itu saja, tapi pesan tersebut akan muncul lagi jika user menjalankan komputer di bawah jam 8.00.

Alfons Tanujaya, spesialis antivirus dari PT Vaksincom melansir hal tersebut melalui keterangan tertulis yang dikutip detikINET, Senin (12/2/2007). Dijelaskan Alfons, virus tersebut bernama VBWorm.MQE. Dibuat dengan bahasa pemrograman Visual Basic, dengan ukuran 59 Kilobyte.

Aksi Mengelabui
Aksi lain MQE adalah mengubah file bertipe .exe dan .txt menjadi folder. Aksi ini biasa dilakukan virus lokal lainnya. Namun, MQE menyertakan perbedaan, demi mengelabui korbannya.

Lazimnya, sebuah Folder asli yang tidak terinfeksi virus tidak mempunyai ukuran file. Sedangkan file yang menggunakan ikon Folder dan sudah terinfeksi virus akan mempunyai ukuran tertentu, dengan tipe file “Application” atau “Screen Saver”. Pengguna yang sudah hapal gelagat virus lokal akan menghapus Folder yang mempunyai ukuran, agar tidak mengaktifkan virus.

MQE melakukan hal yang berbeda. Jika menjumpai file berekstensi .exe atau .txt maka ia akan mengubah ikon file tersebut dengan ikon Folder dan mengubah tipe file tersebut menjadi “Application” . Karena “Folder” tersebut mempunyai ukuran, maka akan terlihat seperti file yang sudah terinfeksi virus, sehingga pengguna menyangka file tersebut bervirus dan akan menghapusnya.

“Suatu rekayasa sosial yang pantas mendapat acungan jempol, sederhana tapi sangat merepotkan,” ujar Alfons. “Oleh karena itu sebaiknya jangan sembarangan menghapus ‘Folder’ yang memiliki ukuran. Hapus file yang memakai ikon Folder yang mempunyai ukuran 59 KB saja,” imbuhnya.

Alfons menjelaskan, VBWorm.MQE hanya aktif pada mode “Normal” saja, sehingga pembersihan dapat dilakukan baik pada mode “safe mode” atau “safe mode with command prompt”.

Seperti aksi virus lain pada umumnya, virus ini juga mencoba memblok antivirus dengan menghapus semua file dari program antivirus. Sasarannya semua program antivirus seperti Norman Virus Control, MCAfee, Symantec (Norton), AVG, Trend Micro, F-Prot, AVP, BitDefender, F-Secure, Inoculate-IT, RAV serta ZONE Alarm.

Seperti yang dilakukan Rontokbro, VBWorm.MQE juga akan mencoba memblok akses ke beberapa website antivirus dan website yang sudah ditentukan. Aksi lain yang akan dilakukan oleh VBWorm.MQE adalah kemampuannya untuk mengubah fungsi mouse dari klik kiri menjadi klik kanan atau sebaliknya. (nks/nks)

Waspadai Penipuan Bermodus Phising

To:    yogyafree@yahoogroups.com
From:    “Andi Subakti” <andi_oikz@yahoo.com>
Date:    Mon, 11 Dec 2006 14:54:35 +0000 (GMT)
Subject:    Waspadai Penipuan Bermodus Phising!

Hati-hati jika Anda akan mereply e-mail yang meminta informasi tentang rekening Anda, seperti; User ID, PIN, nomor rekening/nomor kartu, atau pemberitahuan untuk melakukan transfer karena memenangkan undian tertentu. Bisa jadi ini adalah ulah orang yang tidak bertanggung jawab untuk mengelabui Anda. Modus penipuan seperti ini dikenal sebagai phising.

Apa itu phising?
Phising , adalah tindakan memperoleh informasi pribadi seperti User ID, PIN, nomor rekening bank, nomor kartu kredit Anda secara tidak sah. Informasi ini kemudian akan dimanfaatkan oleh pihak penipu untuk mengakses rekening, melakukan penipuan kartu kredit atau memandu nasabah untuk melakukan transfer ke rekening tertentu dengan iming-iming hadiah.

Aksi ini semakin marak terjadi. Tercatat secara global, jumlah penipuan bermodus phising selama Januari 2005 melonjak 42% dari bulan sebelumnya. Anti-Phishing Working Group (APWG) dalam laporan bulanannya, mencatat ada 12.845 e-mail baru dan unik serta 2.560 situs palsu yang digunakan sebagai sarana phishing.

Selain terjadi peningkatan kuantitas, kualitas serangan pun juga mengalami kenaikan. Artinya, situs-situs palsu itu ditempatkan pada server yang tidak menggunakan protokol standar sehingga terhindar dari pendeteksian.

Bagaimana phishing dilakukan?
Teknik umum yang sering digunakan oleh penipu adalah sebagai berikut:
Penggunaan alamat e-mail palsu dan grafik untuk menyesatkan Nasabah sehingga Nasabah terpancing menerima keabsahan e-mail atau web sites. Agar tampak meyakinkan, pelaku juga seringkali memanfaatkan logo atau merk dagang milik lembaga resmi, seperti; bank atau penerbit kartu kredit. Pemalsuan ini dilakukan untuk memancing korban menyerahkan data pribadi, seperti; password, PIN dan nomor kartu kredit Membuat situs palsu yang sama persis dengan situs resmi.atau . pelaku phishing mengirimkan e-mail yang berisikan link ke situs palsu tersebut. Membuat hyperlink ke web-site palsu atau menyediakan form isian yang ditempelkan pada e-mail yang dikirim.

Mencegah phishing
Jangan mudah terpancing untuk mengikuti arahan/petunjuk apapun sehubungan informasi rekening, yang dianjurkan pada e-mail yang dilink ke situs bank tertentu. Jika Anda menerima e-mail sejenis ini dan mengatasnamakan Bank Mandiri, berhati-hatilah. Bank Mandiri menerapkan kebijakan untuk tidak meminta pemilik rekening/Nasabah mengup-date data melalui sarana e-mail.

Jika Anda menerima e-mail seperti ini, segera laporkan kepada pihak Bank Mandiri.

Berikut langkah memproteksi diri dari penipuan bermodus phishing.
Selalu ketikan URL yang lengkap untuk alamat web-site resmi bank, yaitu: http://www.bankmandiri. co.id pada menu bar di browser Anda.
Jangan pernah membagi atau memberikan User ID atau PIN Anda pada orang lain bahkan staf Bank Mandiri sekalipun. Bank Mandiri tidak pernah menanyakan nomor PIN untuk alasan apapun.
Jika Anda mendapatkan e-mail yang berisi pemberitahuan bahwa Bank Mandiri akan menutup rekening atau User ID Anda, jika tidak melakukan konfirmasi dengan data-data pribadi, jangan reply atau mengklik link yang ada pada e-mail tersebut.
Jangan terpancing untuk mengikuti anjuran melakukan transfer ke rekening tertentu, dengan tujuan mendapatkan hadiah undian. Sebaiknya cari keterangan lengkap dengan cara langsung menghubungi pihak Bank Mandiri.

Perlukah melaporkan lokasi phishing atau e-mail yang mencurigakan?
Jika Anda memiliki pertanyaan tentang e-mail yang dikirimkan oleh Bank Mandiri atau bila Anda merasa bahwa seseorang sedang mencoba melakukan penyalahgunaan atas nama Bank Mandiri, segera hubungi Call Mandiri di 14000 dari telepon atau ponsel Anda untuk melakukan konfirmasi.

  • Ini Beta

    Y!M status:
    JNE TULEHU
    (DH. WARNET PONDOK.NET)
    Jl. Raya Tulehu, No. 26
    Dsn Pohon Mangga, Tulehu
    A m b o n

    eFeS : Rad Marssy
    eFBi : Rad Marssy
    CopyLeft Notice:
    Barangsiapa dengan sengaja mengutip, menyiarkan, memamerkan, mengedarkan, meng-copy paste kepada umum suatu bagian dari blog ini diwajibkan kepadanya untuk menyertakan sumber asli bagian yang dimaksud. Dilarang membawa kamera, handycam, tape recorder, atau alat perekam lainnya.
    (hehe5x... srius amat bacanya).

    NO SMOKING BLOG...!!!

    STORY OF EARTH...???