(Anugerah Hari Ini) Melintas di Atas Rel

Betapa senangnya dulu , ketika saya dapat melihat kereta melintas di rel-nya. Apalagi dapat menaikinya dan ikut dalam perjalannya. Serasa baru kemarin aku suka naik di atapnya dan bergantung di sisi pintunya yang terbuka jika aku menumpang kereta rel diesel. Angin yang menerpa tubuh terkadang menyegarkan membawa kepada suatua suasana yang lain dalam suatu perjalanan. Menentang angina dan terus berjalan terbawa oleh lajunya kereta yang bergerak secepatnya di atas 110 km/jam.

Dikarenakan kurang hati-hati, selalu menimbulkan suatu kejadian yang tidak selalu kita inginkan yaitu “KECELAKAAN”. Baik saat menumpang kereta, terakhir terberita belasan orang terkena stroom. Saat mereka, para penumpang hendak memulai harti kerja mereka. Dengan terpaksa harus menggunakan fasilitas yang salah. Hanya karena untuk mengejar waktu. Mengejar waktu untuk dapat ke tempat kerja. Mengejar waktu untuk bekerja. Mengejar waktu untuk mendapatkan hasil dari bekerja. Mengejar waktu untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga. Karena waktu harus dikejar dan dapat menjadi masalah dan masalah terus menerus, apakah akan selalu begitu dalam suatu kehidupan anak manusia?

Tadi pagi, aku melintas jalan yang lain. Jalan yang melintas di rel kereta. Lintasan rel kereta tanpa penjaga. Sebenarnya aku juga mengejar waktu; akan tetapi entah bagaimana bisa aku dapat berhenti dahulu sebentar terdiam. Dan dalam hitungan beberapa detik. Melintaslah kereta cepat “express”. Melintas dengan lincah di atas relnya……

Aku terdiam sejenak dalam batinku …… Apa yang terjadi bila aku terus mengejar waktu dan melintas rel kereta tersebut dan dalam beberapa detik, aku tak dapat membayangkan apa yang terjadi.

Setiap waktu bukan kita yang menentukan; setiap waktu bukan kita yang merencanakan; setiap waktu bukan milik kita sendiri. Sang Pencipta waktulah yang memiliki waktu tersebut. Dengan demikian kepada Sang Pencipta kita harus berdiam diri dalam waktu untuk-NYA.

Waktu untukNYA adalah waktu yang hanya dihabiskan hanya berdua dengan Sang Pencipta. Waktu yang sangat khusus dan khusuk. Sehingga hubungan dengan Sang Pencipta menjadi indah, seindah apa yang telah diciptakan bagi kita. Kita menyerahkan segala permasalahan diri hanya kepada Sang Pencipta dan memohon kepadaNYA untuk menyelesaikan bagi kita dengan indah dan tepat pada waktu-NYA.

Kita dapat mencurahkan segala cerita hati, keinginan jiwa dan apalagi yang lain tanpa kita merasa curiga untuk dibocorkan segala urusan pribadi kita kepada orang lain. Karena Sang Pencipta selalu menampung seluruh permasalahan aku, kamu dan kita semua anak manusia dan tidak pernah mengeluh seperti kita yang selalu lelah dan lelah bila kita sudah melalui batas. Karena Sang Pencipta selalu melintas batas, melintas di atas rel kehidupan kita dan meminta untuk kita dapat diam sejak dan membagi waktu-NYA bersama-sama.

Ingatlah waktu adalah bukan milik sendiri, waktu adalah milik Sang Pencipta dan kita harus membagi waktu dengan-NYA.

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Ini Beta

    Y!M status:
    JNE TULEHU
    (DH. WARNET PONDOK.NET)
    Jl. Raya Tulehu, No. 26
    Dsn Pohon Mangga, Tulehu
    A m b o n

    eFeS : Rad Marssy
    eFBi : Rad Marssy
    CopyLeft Notice:
    Barangsiapa dengan sengaja mengutip, menyiarkan, memamerkan, mengedarkan, meng-copy paste kepada umum suatu bagian dari blog ini diwajibkan kepadanya untuk menyertakan sumber asli bagian yang dimaksud. Dilarang membawa kamera, handycam, tape recorder, atau alat perekam lainnya.
    (hehe5x... srius amat bacanya).

    NO SMOKING BLOG...!!!

    STORY OF EARTH...???