Penyedap Rasa Kimia

[- Artikel ini sudah kadaluwarsa. Hanya sebagai pengingat dan bahan renungan -]

Ratusan penelitian para ahli di mancanegara menunjukkan, vetsin alias MSG sebagai “penyedap makanan” — bukan soal halal atau  haram, yang jelas merusak otak anak-anak. Sedangkan untuk orang dewasa akibatnya bisa memicu degeneratif syaraf otak, dengan munculnya parkinson, huntington, ALS dan alzheimer alias pikun. Pejabat pemerintah maupun media massa memilih bungkam, semata-mata demi uang !

BANGSA Indian punya sebuah petuah terkenal. Bunyinya, begini: “Bumi tempat kita hidup hari ini bukanlah warisan nenek moyang kita. Tapi merupakan pinjaman dari anak cucu kita.” Nasehat turun-temurun itu mengingatkan agar manusia tidak berlaku zalim terhadap alam lingkungan serta bumi seisinya.
Manusia bertindak zalim bukan hanya terhadap alam lingkungan – dan sejarah membuktikan akibatnya sungguh tidak terpermanai. Perilaku zalim di antara sesama manusia, pun sudah menjadi pengetahuan umum membawa beragam kesengsaraan. Dan lebih tragis lagi adalah ketika kezaliman justru dilakukan terhadap diri sendiri.
Contoh menzalimi diri sendiri, misalnya, kegemaran merokok. Ini mungkin masih dianggap kecil dibandingkan dengan kecanduan narkotika. Nah, jika narkotika sudah luas terbukti berakibat fatal, maka ada lagi kecanduan setara terhadap bahan kimia lain yang tak kalah gawatnya untuk kehidupan anak manusia. Bahan kimia dimaksud adalah Monosodium Glutamate (MSG) alias bumbu penyedap makanan.
Di Indonesia, mulanya dikenal sebagai vetsin. Atau lazim pula dilafalkan jadi micin. Merek dagang yang ditawarkan beragam — tanpa perlu disebut lagi, semua penyedap makanan itu tulen berupa bumbu kimia.

MSG MERUSAK SYARAF OTAK
Ratusan penelitian para ahli di mancanegara menunjukkan, MSG sebagai “penyedap makanan” berakibat merusak otak anak-anak. Dalam masa pertumbuhan, efeknya buruk terhadap sistem syaraf anak. Mereka mengalami kesulitan secara emosional — dan lemah untuk belajar. Bukti ilmiah pula menunjukkan bahan kimia ini secara permanen merusak bagian otak paling kritis yang mengendalikan hormon. Sehingga kelak manusia menghadapi gangguan kelenjar endokrin. Begitu pula akibat yang ditimbulkan pemanis buatan dalam minuman ringan untuk diet, bisa memicu tumor otak — yang jumlahnya meningkat dramatis semenjak pemanis buatan ini dilansir secara luas.
Setelah mengetahui bahaya meminum produk semacam ini, apakah anda masih melahapnya, atau membiarkan anak-anak juga meminumnya? Bukti menunjukkan, satu dari bumbu pemanis ini bahan kimianya bernama aspartate, dapat merusak jaringan otak — sama seperti efek buruk MSG.
Sedangkan buat orang dewasa, sudah diperagakan bukti yang melimpah bahwa semua jenis bahan kimia – namanya: excitotoxin, dapat berakibat buruk.
Atau bahkan memicu aneka epidemi dewasa ini seputar degeneratif syaraf otak, seperti penyakit parkinson, huntington, ALS dan alzheimer alias pikun gawat.
Mungkin belum luas disadari bahwa excitotoxin sebagai penyedap makanan secara khusus berisiko bagi pengidap diabetes. Atau pernah kena stroke, cedera otak, tumor otak, serangan mendadak atau pengidap darah tinggi, radang selaput otak (meningitis), atau radang otak akibat virus.
Penelitian pula menunjukkan cedera otak adalah akibat dari semua produk tadi. Dan pada anak-anak, tak dapat dipulihkan, hanya lantaran mengkonsumsi satu dari produk yang mengandung kimia penyedap tersebut.

MERACUNI DIRI & ANAK CUCU
Silakan satu kali melongok ke dapur, buka rak makanan dan lemari es. MSG ada di semua makanan! Di dalam sup Campbell, Hostess Doritos, keripik kentang Lays, Top Ramen, Betty Crocker Hamburger Helper, saus kalengan Heinz, Swanson frozen prepared meals, saus salada Kraft, terutama yang ditulisi ‘sehat rendah lemak’. Produk yang dikatakan tak ada MSG, sebenarnya mengandung bahan kimia yang disebut Hydrolyzed Vegetable Protein – ini cuma nama lain untuk Monosodium Glutamate. Sungguh kita jadi terbelalak melihat begitu banyak makanan yang diberikan kepada anak-anak tiap hari, semua berisi racun.
Produsen menyembunyikan MSG de-ngan banyak nama berbeda untuk membodohi konsumen. Ketika bersama keluarga kita ramai-ramai makan di luar, kita pun bertanya di restoran apakah menunya mengandung MSG? Para pelayan – bahkan sang manajer, bersumpah tidak menggunakan MSG.
Tapi coba tanyakan daftar bumbunya. Mereka enggan memperagakan, maka yakinlah bahwa MSG dan Hydrolyzed Vegetable Protein ada di mana-mana. Burger King, McDonalds, Wendy’s, Taco Bell, di semua restoran, bahkan yang tersedia di meja, seperti TGIF, Chilis’, Applebees dan Denny’s, tulen menggunakan MSG secara melimpah. Kentucky Fried Chicken tampaknya merupakan pelanggar paling buruk: MSG ada di tiap hidangan ayam, kuah salada dan saus. Tak heran jika orang lahap menyantap pelapis kulit ayam, rahasianya ya bumbunya pakai MSG! Lalu, mengapa MSG begitu banyak ada dalam makanan yang kita santap?
Apakah dia merupakan vitamin? Sama sekali tidak! Menurut John Ebr dalam bukunya The Slow Poisoning of America, MSG ditambahkan dalam makanan agar ada efek kecanduan di tubuh manusia.
Menurut situs propaganda di internet, yang disponsori kelompok lobi pabrik makanan pendukung MSG di alasan bumbu penyedap dalam makanan adalah untuk membuat orang makan lagi. Kelompok lobi – Asosiasi Glutamate – mengatakan, makan lagi dan lagi bermanfaat untuk orang lanjut umur.

MSG DISEMBUNYIKAN
Industri makanan menyembunyikan dan menyelubungi unsur kimia tambahan – excitotoxin (MSG dan aspartate), hingga tak mudah dikenali. Tak masuk akal?
Anda mau sewot? Faktanya adalah banyak makanan diberi label “No MSG”.
Kenyataan di dalamnya mengandung bukan hanya MSG, tapi juga dijejali dengan excitotoxin lain yang setara potensi serta bahayanya.
Seluruh keterangan di atas adalah sungguh-sungguh. Dan semua bahan yang dikenal meracuni otak ini, diaduk ribuan ton dalam makanan dan minuman guna mendongkrak penjualan. Bumbu kimia itu tak punya tujuan lain kecuali sekadar penyedap dan pemanis aneka produk konsumsi.
Seperti diungkapkan tadi, pabrik dan industri makanan selalu menyelubungi penambahan MSG dalam produknya. Berikut ini adalah daftar nama umum untuk MSG terselubung. Ingat juga excitotoxin yang amat kuat, aspartate dan L-cystine, yang sering ditambahkan dalam makanan, menurut ketentuan FDA harus disebutkan, tapi tidak dicantumkan dalam label sama sekali.

Penyedap yang Selalu Berisi MSG
* Monosodium Glutamate (MSG).
* Protein Sayuran Hydrolyzed.
* Protein Hydrolyzed.
* Protein Tanaman Hydrolyzed.
* Sari Protein Tanaman.
* Sodium Caseinate
* Calcium Caseinate
* Sari Ragi.
* Protein Jaringan (termasuk TVP).
* Ragi Autolyzed.
* Tepung Gandum Hydrolyzed.
* Minyak Jagung.

Penyedap yang Sering Berisi MSG
* Sari Gandum.
* Malt Flavoring.
* Bouillon.
* Broth.
* Stock.
* Flavoring.
* Natural Flavors/Flavoring.
* Natural Beef Or Chicken Flavoring.
* Seasoning.
* Spices.

Penyedap yang Mungkin Berisi
MSG atau Excitotoxin
* Carrageenan.
* Enzymes.
* Soy Protein Concentrate.
* Soy Protein Isolate.
* Whey Protein Concentrate.

Minuman Diet, Awas!
Minuman ringan untuk diet, permen karet bebas gula, Kool Aid bebas gula, Crystal Light, obat anak-anak, serta ribuan pro-duk lain yang mengklaim ‘rendah kalori’, ‘diet’, atau ‘bebas gula’.

PEJABAT & MEDIA MASSA BUNGKAM, DEMI UANG !
Dr. Blaylock mengungkapan sebuah pertemuan dengan seorang eksekutif senior urusan industri bumbu penyedap. Si pejabat terus-terang bilang bahwa tak jadi soal adanya excitotoxin dalam makanan, dan tak peduli mau tukar nama kapan pun.Begitu pula yang dialami John Erb. Beberapa bulan lampau, ia membawa buku dan keprihatinannya kepada seorang pejabat tinggi kesehatan di Kanada.
Sembari duduk di kantor yang nyaman, sang pejabat bilang: “Tentu saja saya tahu betapa buruknya MSG. Saya tidak pernah menyentuhnya!” Namun si petinggi pemerintah urusan ke sehatan ini menolak untuk memberi tahu masyarakat tentang hal yang diketahuinya itu. Bahkan Presiden George W.
Bush dan para pendukungnya tengah mendorong se-buah Rancangan Undang-Undang di Kongres Amerika.
Namanya: Personal Responsibility in Food Consumption Act, juga dikenal sebagai Cheeseburger Bill. Undang-Undang besar ini melarang semua orang menggugat pabrik makanan, penjual dan para penyalurnya.

Sampai presiden pun “kepincuk” membela industri bumbu penyedap makanan, ingat, juga pernah kejadian di Indonesia . Yakni ketika ada satu merek bumbu masak diramaikan mengandung tulang babi, sekitar tahun 1999.
Lalu timbul soal halal atau haram. Pada-hal inti persoalannya jauh lebih gawat: mudaratnya sangat keterlaluan. Namun bagian ini diabaikan, pasalnya tak lain hanyalah hitungan kalkulator: ya ada pajak untuk kocek pemerintah.
Sikap mendewakan uang juga dianut kalangan media massa . Mereka tidak bakal buka cerita tentang bahaya MSG buat manusia. Mereka takut tuntutan hukum dari pemasang iklan. Dalam pikiran mereka, membuka urusan dengan industri makanan cepat-saji bakal merusak keuntungan bisnis.

Apa yang Harus Dilakukan?
Pengusaha makanan dan restoran telah membuat kita kecanduan pada dagangan mereka selama bertahun-tahun, dan kini kita membayar harga yang tidak murah sebagai akibatnya.
Di Amerika, para orang tua berharap anak-anak tidak mengutuk mereka lantaran menjadi gembrot akibat bumbu penyedap. Selebihnya, apa yang bisa kita lakukan? Apakah  kita mampu menghentikan pera-cunan terhadap anak-anak kita, sementara petinggi seperti Bush memastikan perlin-dungan finansial untuk industri yang jelas-jelas meracuni kita.
E-mail ini dikirim kepada sebanyak-ba- nyaknya orang sebagai upaya menunjukkan kebenaran, karena perusahaan yang dimiliki kaum politisi dan media massa , tidak akan menyingkapkannya pada anda.
Cara terbaik bagi kita adalah dengan mulai menolong diri sendiri, dan menyelamatkan anak-anak dari kimia-penyebab wabah kerusakan otak.

KEMBALI PAKAI BUMBU ALAMIAH, STOP MSG!
Silakan mampir di situs National Library of Medicine.
Ketik kata “MSG Obese”, maka dapat disimak sebagian paparan dari 115 studi medis tentang mudaratnya menyantap makanan pakai bumbu kimia ini. Kita tidak ingin menjadi tikus-tikus dalam suatu eksperimen raksasa.
Dan kita tidak setuju makanan yang membuat kita menjadi bangsa gembrot, letargik alias mengantuk lantaran kekenyangan, bagaikan biri-biri yang cuma menunggu untuk disembelih……
Akan halnya di Indonesia, boleh jadi efek kimia bumbu penyedap itu tidak serta-merta membuat orang jadi gembrot. Tapi minimal dapat sifat orang gembrot, yakni indolent alias lamban — dan lebih cilaka:
dambin bin lamban dalam berpikir.
Bahkan ketika aneka kepentingan asing kian mencengkeram di bumi bernama Republik Indonesia ini, belum kunjung disadari bahaya yang mengancam kedaulatan bangsa sudah di pelupuk mata.
Tadi sudah disebut, para orang tua di Amerika cemas bakal dikutuk anak-anak mereka akibat keracunan MSG, lalu apa gerangan pikiran para orang tua di Indonesia ? Apakah masih tenang melahap kimia-penyedap ini, dan hanyut berjamaah keracunan MSG dengan anak cucu?
Tentu bukan demikian pilihan kita. Oleh sebab itu, mari sebarkan e-mail ini ke semua orang. Harapan kita adalah warkah ini melingkari bola dunia untuk membangun kesadaran: stop konsumsi makanan dengan bumbu penyedap kimia.
Kembalilah menggunakan bumbu alamiah, seperti kunyit, lengkuas, jahe, serai, bawang, daun salam, cabe, tomat, serta aneka tanaman rempah serta bumbu dapur yang turun-temurun terbukti sehat.
Marilah kita merdekakan diri dari belenggu “kimia penyedap” — yang nyata-nyata cuma urusan seujung lidah. Tapi akibatnya fatal untuk seluruh kehidupan kita serta anak cucu.Ingat, petuah Bangsa Indian yang tetap modern tadi. Janganlah menghancurkan masa depan anak cucu, lantaran orang tua teledor menjejalinya dengan makanan yang dibumbui penyedap kimia.

 

Sumber : [-LUPA-]

1 Komentar

  1. 1. Pemerintah AS dan pemerintah Australia OK dengan HVP dan tidak ada pelarangan makanan yang mengandung HVP kecuali dikarenakan kontaminasi HVP yang terjadi di AS pada tahun 2010. Penarikan makanan ber-HVP di AS tersebut bukan karena HVP berbahaya, namun karena masalah kontaminasi manufaktur di salah satu produsen besar di HVP, dan hal ini hanya terjadi di AS.
    2. Tidak ada bukti ilmiah yang manunjukan bahwa HVP sama dengan (nama lain) MSG. MSG memiliki satu (mono) atom natrium yang “terjebak” dalam asam amino glutamat sementara HVP tidak memiliki Natrium sama sekali.
    3. Persamaan antara MSG dan HVP hanyalah bahwa keduanya adalah glutamat. Akan tetapi HVP adalah “glutamat tipe bebas” sedangkan MSG adalah “glutamat tipe terikat” yakni terikat dengan mono natrium yang membuat MSG berbahaya untuk kesehatan. Lain halnya HVP, glutamat “tipe bebas” hanya bertindak sebagai neurotransmitter. Industri makanan mengklaim bahwa “glutamat tipe bebas” adalah glutamat tidak berbahaya dan bahkan bisa bermanfaat bagi tubuh jika tidak digunakan secara berlebihan, sedangkan “glutamat tipe terikat” dalam MSG dapat menyebabkan banyak masalah.
    4. Glutamat ditemukan dalam dua bentuk: “terikat” (terhubung dengan asam amino lain membentuk molekul protein seperti dalam MSG) dan “bebas” (tidak berhubungan dengan protein seperti dalam HVP). Makanan yang sering dipakai untuk bumbu, seperti tomat dan jamur, mangandung banyak glutamat bebas alami.
    5. HVP bisa dikatakan sebagai jenis MSG yang bersih, karena hanya menghasilkan 20% “glutamat bebas” dari beratnya. Kebanyakan makanan olahan sangat sedikit mengandung HVP, sehingga tidak memberikan efek pada manusia bahkan sebaliknya konsumsi glutamat bebas setiap hari bermanfaat bagi sistem nutrisi dan melawan penuaan. Glutamat yang ditambahkan ke makanan dalam bentuk HVP hanya mewakili sebagian kecil dari rata-rata jumlah glutamat yang dikonsumsi sehari-hari. Rata-rata orang mengkonsumsi sekitar 10 gram glutamat terikat dan sampai satu gram glutamat bebas setiap hari. Tubuh manusia membuat sekitar 50 gram glutamat gratis setiap hari. Sebaliknya, tambah asupan glutamat gratis melalui HVP berjumlah sekitar satu setengah gram per orang, atau 1 / 10 sendok teh, perhari. Anda mungkin terkejut mengetahui bahwa makanan yang ditambahkan HVP mengandung glutamat bebas tidak lebih banyak dari yang ditemukan secara alami dalam makanan. HVP umumnya digunakan pada persentase yang relatif rendah dalam makanan, dengan tingkat yang umum digunakan berkisar 0,1-0,8 persen. Pada kenyataannya, satu studi yang diselenggarakan pada tahun 2005 oleh Amerika Serikat (FDA) Food and Drug Administration menemukan bahwa beberapa makanan alami mengandung glutamat bebas lebih tinggi daripada yang dinyatakan pada labelnya telah ditambah HVP. Glutamat bebas dalam keju Parmesan, misalnya, ditemukan sepuluh kali lebih banyak daripada yang ditemukan dalam kaldu ayam yang mengandung HVP.
    6. Banyak produk yang mengandung glutamat bebas yang ditelaah oleh selain FDA terbukti memberikan manfaat seperti meningkatkan nafas, dan memperkuat gigi …. dan lain-lain
    7. Konsumen tidak dapat bergantung pada sumber-sumber yang datang dari internet untuk memutuskan apakah HVP berbahaya atau tidak tapi konsumen harus melihat apa yang dikatakan oleh pemerintah dan departemen kesehatan di berbagai negara dan karya-karya ilmiah tentang HVP. Banyak pesaing berjuang satu sama lain untuk tujuan komersial bukan karena kesadaran kesehatan tetapi untuk mendominasi pasar dan untuk keuntungan mereka saja.
    Pertanyaan dan jawaban:
    Apakah HVP Aman?

    Ya. HVP telah aman digunakan sebagai bahan makanan sejak 1900-an. Dan termasuk yang paling diuji secara menyeluruh dari semua bahan makanan, dengan ratusan penelitian ilmiah yang menyatakan aman dan efektif penggunaannya. Keamanan HVP telah berulang kali ditegaskan oleh badan pengatur dan ilmiah di seluruh dunia.
    Di Amerika Serikat, HVP telah dimasukkan dalam daftar FDA sebagai Generally Recognized as Safe (GRAS) sejak 1959. Makanan yang mendapat label GRAS termasuk bahan-bahan seperti gula, cuka dan baking powder, yang keamanannya telah diakui secara umum digunakan dalam makanan dan / atau melalui pengujian ekstensif.
    Apakah HVP Mempengaruhi Metabolisme?

    Tidak. Lembaga ilmiah dari seluruh dunia termasuk US Food and Drug Administration (FDA), The American Medical Association (AMA) dan The Federation of American Societies for Experimental Biology (FASEB) sepakat bahwa tubuh menangani glutamat bebas dengan cara yang sama seperti yang terlepas dari sumbernya. Glutamat yang berasal dari sumberya diserap dalam usus dan mengikuti jalur metabolisme secara normal.
    Sebagai hasil dari mengkonsumsi glutamat bebas atau makanan berbasis protein, akan terjadi paningkatan tingkat glutamat darah secara alami. Tingkat itu akan kembali ke normal atau sebagaimana sebelum makan dalam waktu sekitar tiga jam, apapun sumber glutamatnya.
    Makanan apa saja yang kaya akan glutamat?

    Meskipun hampir setiap makanan mengandung beberapa jumlah glutamat, ada beberapa makanan yang kaya akan glutamat. Bagan kami di bawah ini berisi daftar beberapa makanan yang paling umum, kaya glutamat, yang sebagian besar dapat ditemukan di toko bahan makanan lokal.

    Makanan

    Kandungan glutamat bebas

    (Mg/100g)
    Susu sapi 2
    Susu Manusia 22
    Telur 23
    Daging Sapi 33
    Ikan (Ikan) 36
    Ayam 44
    Kentang 102
    Jagung 130
    Tiram 137
    Tomat 140
    Brokoli 176
    Jamur 180
    Kapri 200
    Grape juice 258
    Jus tomat segar 260
    Kenari 658
    Soy Sauce 1090
    Keju Parmesan 1200
    Keju Roquefort 1280

    * Sebenarnya ada dua bentuk glutamat ditemukan dalam makanan: terikat dan bebas. Angka-angka di atas hanya mencerminkan jumlah glutamat bebas untuk setiap item yang terdaftar.
    Apa Perbedaan antara Glutamat Alami dan Glutamat bebas yang terdapat dalam HVP?

    Tidak masalah apakah Anda memilih bahan makanan kaya glutamat seperti tomat, keju Parmesan, walnut, HVP atau kecap, masing-masing mengandung glutamat yang sama.
    Para spesialis kesehatan telah mengetahui dalam waktu beberapa dekade bahwa tubuh Anda tidak membedakan antara glutamate alami yang ditemukan dalam makanan dengan yang terdapat dalam HVP. Pada kenyataannya, sampai hari ini pun bahkan teknologi tidak dapat memisahkan keduanya. Misalnya, jika Anda menganalisa sepiring spaghetti, Anda bisa mengetahui jumlah glutamat yang terkandung di dalamnya. Namun, selama glutamat itu adalah glutamat, tidak ada cara untuk memisahkan glutamat yang berasal dari tomat, keju Parmesan atau HVP
    Penelitian apa yang mendukung keamanan Glutamat bebas HVP dalam Makanan?

    Penelitian 1:
    Untuk mempelajari pengaruh HVP pada sistem saraf.
    Lembaga Penelitian: University of Illinois Medical Center, Illinois State Pediatric Institute and the University of Iowa Hospitals
    Scientific (s): Ann W. Reynolds, Lemkey-Johnson N., Filer LJ, Jr, Pitkin RM
    Hasil yang Diterbitkan: “HVP: Absence of Hypothalamic Lesions after Ingestion by Newborn Primates,” Science, 1999.
    Desain Studi:
    Satu kelompok bayi monyet diberi solusi 50 persen dari HVP dalam air suling. Kelompok kontrol hanya diberi air suling.
    Subjek diperiksa untuk setiap kerusakan jaringan otak.
    Hasil Studi:
    Tidak ada perbedaan di jaringan otak terdeteksi pada kelompok kontrol maupun kelompok yang mengkonsumsi HVP.
    Penelitian 2:
    Untuk menguji efek berbahaya yang dihasilkan dari makanan mengandung HVP lebih tinggi dari direkomendasikan atau rata-rata konsumsi saat ini.
    Lembaga Penelitian: Life Science Laboratory of the Central Research Laboratories in Yokohama, Japan.
    Scientific (s): Y. Takasaki, Y. Matsuzawa, S. Iwata, Y. O’Hara, S. Yonetani, M. Ichimura.
    Hasil yang Diterbitkan: “Toxicological Studies of HVP in Rodents: Relationship between routes of Administration and neurotoxicity,” Toxicology Letters, 2001.
    Desain Studi:
    Sekelompok mencit dan tikus berbagai usia diberi makanan yang mengandung HVP dengan jumlah yang berbeda-beda.
    Tikus mengkonsumsi HVP dibandingkan dengan kelompok kontrol yang tidak mengkonsumsi HVP, dan kelompok lain yang mengkonsumsi HVP melebihi batas normal.
    Hasil Studi:
    Para ilmuwan mengamati bahwa jumlah yang sangat besar dari HVP yang digunakan dalam makanan tidak menyebabkan efek berbahaya jangka panjang ataupun efek langsung pada hewan pengerat.
    Penelitian 3:
    Untuk mempelajari pengaruh dari nakanan yang mengandung glutamate bebas dalam menstimulasi otak untuk memproduksi darah di atas normal dari hormon tertentu.
    Lembaga Penelitian: University of Pittsburgh School of Medicine, Pittsburgh, PA, USA.
    Scientific (s): John D. Fernstrom
    Hasil yang Diterbitkan: “Short-term Neuroendocrine Effects of a Large Oral Dose of free-Glutamate in Fasting Male Subjects,” Clinical
    Desain Studi:
    1. Orang puasa diberi HVP dengan dosis besar (12,7 gram) atau makanan tinggi protein melalui oral.
    2. Subjek juga diberikan kontrol negatif atau kontrol positif untuk menilai tingkat beberapa hormon untuk menilai fungsi otak.

    3. Tingkat hormon diukur mengikuti semua administrasi.

    4. Perasaan subjek peserta dievaluasi dengan kuesioner.
    Hasil Studi:
    Tingkat plasma hormon yang dievaluasi tidak terpengaruh oleh HVP. Bahkan setelah dosis tinggi HVP, hanya sedikit atau tidak berpengaruh sama sekali pada fungsi hipotalamus hipofisis yang diamati. Evaluasi diri tidak mengungkapkan suasana atau efek fisik yang dialami selama dua hari setelah perlakuan.

    Lembaga Pemerintah

    • • U.S. Food and Drug Administration (FDA) Consumer Magazine, January-February 2003 :

    Banyak Artikel FDA menyatakan bahwa telah banyak kajian keamanan dilakukan oleh FDA, yang semuanya menyimpulkan bahwa HVP aman bila dikonsumsi pada tingkat yang biasanya digunakan dalam memasak makanan dan manufaktur. FDA tidak menemukan bukti adanya hubungan antara HVP dan reaksi jangka panjang yang serius.

    • FDA memberikan komentar terhadap Laporan Akhir FASEB yang mengkaji HVP:

    Ikhtisar dari laporan FDA merinci penelitian ilmiah yang meluas tentang HVP dan menegaskan kembali tentang keamanan HVP untuk konsumsi masyarakat umum.
    2. Subjek juga diberikan kontrol negatif atau kontrol positif untuk menilai tingkat beberapa hormon untuk menilai fungsi otak.
    3. Tingkat hormon diukur mengikuti semua administrasi.

    4. Perasaan subjek peserta dievaluasi dengan kuesioner.
    Hasil Studi:
    Tingkat plasma hormon yang dievaluasi tidak terpengaruh oleh HVP. Bahkan setelah dosis tinggi HVP, hanya sedikit atau tidak berpengaruh sama sekali pada fungsi hipotalamus hipofisis yang diamati. Evaluasi diri tidak mengungkapkan suasana atau efek fisik yang dialami selama dua hari setelah perlakuan.

    Lembaga Pemerintah

    • • U.S. Food and Drug Administration (FDA) Consumer Magazine, January-February 2003 :

    Banyak Artikel FDA menyatakan bahwa telah banyak kajian keamanan dilakukan oleh FDA, yang semuanya menyimpulkan bahwa HVP aman bila dikonsumsi pada tingkat yang biasanya digunakan dalam memasak makanan dan manufaktur. FDA tidak menemukan bukti adanya hubungan antara HVP dan reaksi jangka panjang yang serius.

    • FDA memberikan komentar terhadap Laporan Akhir FASEB yang mengkaji HVP:

    Ikhtisar dari laporan FDA merinci penelitian ilmiah yang meluas tentang HVP dan menegaskan kembali tentang keamanan HVP untuk konsumsi masyarakat umum.
    3. Tingkat hormon diukur mengikuti semua administrasi.
    4. Perasaan subjek peserta dievaluasi dengan kuesioner.
    Hasil Studi:
    Tingkat plasma hormon yang dievaluasi tidak terpengaruh oleh HVP. Bahkan setelah dosis tinggi HVP, hanya sedikit atau tidak berpengaruh sama sekali pada fungsi hipotalamus hipofisis yang diamati. Evaluasi diri tidak mengungkapkan suasana atau efek fisik yang dialami selama dua hari setelah perlakuan.

    Lembaga Pemerintah

    • • U.S. Food and Drug Administration (FDA) Consumer Magazine, January-February 2003 :

    Banyak Artikel FDA menyatakan bahwa telah banyak kajian keamanan dilakukan oleh FDA, yang semuanya menyimpulkan bahwa HVP aman bila dikonsumsi pada tingkat yang biasanya digunakan dalam memasak makanan dan manufaktur. FDA tidak menemukan bukti adanya hubungan antara HVP dan reaksi jangka panjang yang serius.

    • FDA memberikan komentar terhadap Laporan Akhir FASEB yang mengkaji HVP:

    Ikhtisar dari laporan FDA merinci penelitian ilmiah yang meluas tentang HVP dan menegaskan kembali tentang keamanan HVP untuk konsumsi masyarakat umum.
    4. Perasaan subjek peserta dievaluasi dengan kuesioner.
    Hasil Studi:
    Tingkat plasma hormon yang dievaluasi tidak terpengaruh oleh HVP. Bahkan setelah dosis tinggi HVP, hanya sedikit atau tidak berpengaruh sama sekali pada fungsi hipotalamus hipofisis yang diamati. Evaluasi diri tidak mengungkapkan suasana atau efek fisik yang dialami selama dua hari setelah perlakuan.
    Lembaga Pemerintah

    • • U.S. Food and Drug Administration (FDA) Consumer Magazine, January-February 2003 :

    Banyak Artikel FDA menyatakan bahwa telah banyak kajian keamanan dilakukan oleh FDA, yang semuanya menyimpulkan bahwa HVP aman bila dikonsumsi pada tingkat yang biasanya digunakan dalam memasak makanan dan manufaktur. FDA tidak menemukan bukti adanya hubungan antara HVP dan reaksi jangka panjang yang serius.

    • FDA memberikan komentar terhadap Laporan Akhir FASEB yang mengkaji HVP:

    Ikhtisar dari laporan FDA merinci penelitian ilmiah yang meluas tentang HVP dan menegaskan kembali tentang keamanan HVP untuk konsumsi masyarakat umum.
    Lembaga Pemerintah

    • • U.S. Food and Drug Administration (FDA) Consumer Magazine, January-February 2003 :

    Banyak Artikel FDA menyatakan bahwa telah banyak kajian keamanan dilakukan oleh FDA, yang semuanya menyimpulkan bahwa HVP aman bila dikonsumsi pada tingkat yang biasanya digunakan dalam memasak makanan dan manufaktur. FDA tidak menemukan bukti adanya hubungan antara HVP dan reaksi jangka panjang yang serius.

    • FDA memberikan komentar terhadap Laporan Akhir FASEB yang mengkaji HVP:

    Ikhtisar dari laporan FDA merinci penelitian ilmiah yang meluas tentang HVP dan menegaskan kembali tentang keamanan HVP untuk konsumsi masyarakat umum.
    • • U.S. Food and Drug Administration (FDA) Consumer Magazine, January-February 2003 :
    Banyak Artikel FDA menyatakan bahwa telah banyak kajian keamanan dilakukan oleh FDA, yang semuanya menyimpulkan bahwa HVP aman bila dikonsumsi pada tingkat yang biasanya digunakan dalam memasak makanan dan manufaktur. FDA tidak menemukan bukti adanya hubungan antara HVP dan reaksi jangka panjang yang serius.

    • FDA memberikan komentar terhadap Laporan Akhir FASEB yang mengkaji HVP:

    Ikhtisar dari laporan FDA merinci penelitian ilmiah yang meluas tentang HVP dan menegaskan kembali tentang keamanan HVP untuk konsumsi masyarakat umum.
    Banyak Artikel FDA menyatakan bahwa telah banyak kajian keamanan dilakukan oleh FDA, yang semuanya menyimpulkan bahwa HVP aman bila dikonsumsi pada tingkat yang biasanya digunakan dalam memasak makanan dan manufaktur. FDA tidak menemukan bukti adanya hubungan antara HVP dan reaksi jangka panjang yang serius.
    • FDA memberikan komentar terhadap Laporan Akhir FASEB yang mengkaji HVP:

    Ikhtisar dari laporan FDA merinci penelitian ilmiah yang meluas tentang HVP dan menegaskan kembali tentang keamanan HVP untuk konsumsi masyarakat umum.
    • FDA memberikan komentar terhadap Laporan Akhir FASEB yang mengkaji HVP:

    Ikhtisar dari laporan FDA merinci penelitian ilmiah yang meluas tentang HVP dan menegaskan kembali tentang keamanan HVP untuk konsumsi masyarakat umum.
    Ikhtisar dari laporan FDA merinci penelitian ilmiah yang meluas tentang HVP dan menegaskan kembali tentang keamanan HVP untuk konsumsi masyarakat umum.


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Ini Beta

    Y!M status:
    JNE TULEHU
    (DH. WARNET PONDOK.NET)
    Jl. Raya Tulehu, No. 26
    Dsn Pohon Mangga, Tulehu
    A m b o n

    eFeS : Rad Marssy
    eFBi : Rad Marssy
    CopyLeft Notice:
    Barangsiapa dengan sengaja mengutip, menyiarkan, memamerkan, mengedarkan, meng-copy paste kepada umum suatu bagian dari blog ini diwajibkan kepadanya untuk menyertakan sumber asli bagian yang dimaksud. Dilarang membawa kamera, handycam, tape recorder, atau alat perekam lainnya.
    (hehe5x... srius amat bacanya).

    NO SMOKING BLOG...!!!

    STORY OF EARTH...???