Puasa Sembuhkan Berbagai Penyakit

Puasa yang dimaksudkan di sini adalah untuk membersihkan racun secara alami di dalam tubuh. Puasa ini dijalankan untuk menjaga kesehatan dan mencegah berbagai penyakit. Berdasarkan alasan tertentu, puasa pencucian racun ini dilaksanakan dua kali sebulan, pada saat tiga hari menjelang bulan mati dan tiga hari menjelang bulan purnama.

Bakteri dan virus tidak bisa dituduh sebagai tersangka utama biang keladi timbulnya berbagai penyakit. Namun justru menumpukkan racun yang ada di dalam tubuh. Adanya penimbunan racun di tubuh memungkinkan bakteri dan virus berkembang biak. Pada saat tubuh dipenuhi racun, zat kekebalan alami tubuh menjadi lemah.

Kuman dan virus mengitari kehidupan manusia setiap hari. Mereka ada di dalam udara yang kita hirup. Makanan yang kita makan. Juga sudah tinggal di dalam tubuh kita. Hanya pada saat sistem kekebalan kita lemah saja, virus dan bakteri menyerang dan tumbuh berkembang biak”, jelas Jyoti Prabha, guru meditasi dari Persatuan Ananda Marga.

Racun yang ada di dalam tubuh manusia secara langsung mempengaruhi daya kerja kekebalan tubuh. Racun yang ada dalam tubuh menghambat metabolisme tubuh. “Masuknya racun ke dalam tubuh akan mengganggu dan menyumbat fungsi normal,” lanjut Jyoti Prabha.

Racun dapat masuk ke dalam tubuh dalam banyak cara. Salah satunya melalui makanan yang kita santap setiap hari. Tubuh dapat menjadi terlalu asam karena konsumsi makanan yang terlalu banyak asamnya. Misalnya daging, beras, roti, gula, dan manisan. Juga makanan yang digoreng dan yang terlalu banyak mengandung protein.

Apabila orang mengonsumsi jenis makanan itu secara berlebihan, maka tubuh akan menjadi terlalu asam sehingga penyakit mudah timbul. Bahan-bahan kimia seperti bahan pengawet, penguat rasa dan pewarna, yang ada pada makanan akan menambah racun di dalam tubuh. Juga adanya polusi udara di daerah perkotaan, merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol akan menambah racun kimia di dalam tubuh.

Produk buangan dari racun-racun itu sebagian ada yang dikeluarkan melalui kulit, dubur dan buah pinggang. Namun racun-racun itu sebagian besar justru melekat pada sel-sel dan alat tubuh. Juga ada kelenjar dan pembuluh darah nadi atau balik. Pada akhirnya racun akan mengalir dalam darah. Racun-racun semacam ini yang jauh lebih sukar untuk dikeluarkan dari tubuh.

Puasa merupakan cara penyembuhan alami yang tertua. Binatang yang sedang sakit, secara naluriah akan melakukan puasa. Menghentikan makan selama periode tertentu memberikan kesempatan pada tubuh untuk membersihkan diri dan menghilangkan racun-racun yang terkumpul. Apabila sisa-sisa makanan dan racun di dalam tubuh tidak dikeluarkan, maka timbul toxemia (keracunan di dalam). Sebagai akibat timbunan sampah metabolisme yang secara universal menjadi sumber penyakit. Beberapa penyakit yang biasanya timbul karena tumpukan racun diantaranya, bisul, sembelit, panas, batu kandung kemih dan buah pinggang. Juga tekanan darah tinggi dan artheriosclerosis.

Sistem pencernaan manusia terkadang terlalu dipaksakan bekerja keras karena pola makan yang salah. Sebagai akibatnya sisa-sisa pencernaan terus menerus masuk dari makanan yang sukar berasimilasi. Sistem tubuh sebenarnya sudah berupaya keras menggusur sampah-sampah. Akibat dari upaya itu tubuh akan menjadi panas, timbul bisul atau jerawat.

Kondisi sakit merupakan usaha tubuh untuk melenyapkan racun. Bukan penyakit yang harus disembuhkan tapi tubuh yang perlu dibersihkan. Obat-obatan kebanyakan hanya menyembuhkan gejala. Tetapi tidak menghilangkan pangkal penyakit yaitu tubuh yang penuh dengan racun.

Sisa-sisa yang membusuk di tubuh akan menyumbat sistem sehingga harus dihilangkan dengan kekosongan absolut berpuasa. Hanya dengan sistem pencernaan yang kosong dan dipuasakan, kotoran beracun dapat digusur melalui aliran darah. Energi yang biasanya digunakan untuk mencerna makanan, pada saat puasa akan dipakai untuk menghilangkan racun.

Dilaksanakan dua kali Sebulan; ditutup seiris Jeruk Nipis

Berbagai gejala akan muncul sebagai tenda tubuh tidak bersih dan mudah terkena penyakit. Misalnya, ketika bangun pagi mulut mengeluarkan dahak dan hidung beringus. Bau ketiak tidak sedap, pusing, perut terasa berat, nafsu makan berkurang dan banyak mengeluarkan keringat. Gejala-gejala itu suatu peringatan alamiah untuk membersihkan badan. Pada zaman dahulu saat aktivitas manusia belum sebanyak sekarang, orang mampu berpuasa 30 sampai 40 hari. Namun puasa selama tenggang waktu itu tidak dianjurkan untuk zaman modern ini.

Puasa untuk pembersihan tubuh dapat dilakukan dalam waktu singkat namun teratur. Puasa dijalankan selama 24 jam penuh. Dari matahari terbit sampai terbit kembali. Dilaksanakan dua kali sebulan, tiga hari menjelang bulan mati dan purnama. Puasa bukan berarti harus diam. Namun dianjurkan tetap melaksanakan aktivitas seperti biasa. Berjalan di udara terbuka dan bernafas dalam-dalam sangat baik dilakukan saat puasa. Agar peredaran darah berjalan lebih baik dan mempercepat pembuangan racun.

Cara tebaik dalam berpuasa ialah tidak makan dan minum apapun. Memakai jalan ini, puasa akan cepat bereaksi dan efisien dengan memeras kotoran keluar dari sel-sel tubuh. Semakin sedikit minum saat puasa, akan kian cepat racun keluar dari tubuh. Kalau belum terbiasa, puasa untuk membersihkan racun di dalam tubuh ini dapat dilaksanakan secara bertahap. Misalnya, hari pertama Anda mencoba puasa dengan hanya memakan susu dan buah-buahan. Puasa berikutnya hanya memakan buah dan sarinya. Selanjutnya hanya air outih saja. Akhirnya tidak makan dan minum apa-apa.

Orang yang menderita sakit atau lemah masih bisa melaksanakan puasa ini, dengan melakukan setengah saja. Cara ini masih membolehkan makan siang, yang dilanjutkan puasa hingga pagi berikutnya. Kalau menggunakan jalan puasa setengah, orang itu dianjurkan melaksanakan empat kali setiap bulannya. Lemas saat berpuasa disebabkan karena tubuh sedang mengeluarkan racun. Tanda lain yang menunjukkan kalau kotoran dalam tubuh sedang dikeluarkan antara lain keluarnya lendir berwarna putih dari lidah.

Menutup Puasa. Menutup puasa diawali dengan meminum segelas air panas yang diberi seperempat jeruk nipis, garam dan madu secukupnya. Air jeruk bersifat sangat alkaline dan merupakan pembersih tubuh yang sangat efektif. Air jeruk akan menetralkan asam dan menghilangkan selaput lendir. Di dalam usus racun akan dilarutkan sehingga mudah dikeluarkan.

Kemudian dapat dilanjutkan dengan memakan separuh atau sebuah pisang yang digigit menjadi potongan-potongan kecil, ditelan tanpa dikunyah. Pisang dalam hal ini bertindak sebagai spon yang menyerap dan menetralkan racun-racun di dalam perut. Juga melicinkan usus sehingga melancarkan pencernaan. Setelah setengah jam kemudian, dapat dilanjutkan dengan makan pagi.

Makanan pertama yang dimakan harus ringan. Sebaiknya dipilih buah-buahan dan sayur-sayuran, guna melonggarkan, melarutkan dan mencuci racun-racun yang masih melekat dlam sistem pencernaan. Sayuran yang berserat akan bekerja seperti sapu di dalam usus. Sedang buah-buahan akan menyediakan air untuk membersihkan saluran pencernaan sampai bersih. Semakin mudah sarapan pagi yang disantap itu dicerna di dalam tubuh, kian cepat makanan itu mengangkut lendir dan racun dari dalam perut dan usus.

Keuntungan Puasa

  1. Memberi kesempatan seluruh sistem tubuh (jantung, perut, usus, buah pinggang, paru-paru, pankreas) untuk beristirahat. Setelah berpuasa organ-organ tubuh itu mendapatkan kembali kekuatan sehingga sistem mampu bekerja lebih efektif dan efisien.
  2. Jantung dan pembuluh darah dapat beristirahat karena tidak harus bekerja keras untuk memompa darah menuju organ tubuh dan sistem pencernaan.
  3. Menyebabkan pemecahan dan penggusuran kotoran yang melekat pada organ tubuh.
  4. Menyegarkan kembali semua sistem dan mengembalikan kemudaan sel, jaringan otot dan pembuluh darah. Puasa memperlambat proses penuaan dan memperpanjang usia.
  5. Membantu mengembalikan keseimbangan pengeluaran hormon dan kelenjar-kelenjar anggota tubuh.
  6. Pikiran lebih jernih, mempertajam penginderaan dan memperbaiki daya ingat. Perut kosong tidak membutuhkan banyak darah untuk pencernaan, sehingga darah dapat dialirkan lebih banyak ke otak.
  7. Menjadikan kulit nampak lebih muda dan bersinar, karena pori-pori kulit membersihkan diri dari racun.
  8. Membantu melenyapkan dorongan merokok dan minum minuman beralkohol. Makan yang terlalu banyak akan menegangkan syaraf. Relaksasi yang biasa dicari melalui rokok dan alkohol. Puasa akan mengendorkan syaraf sehingga melenyapkan keinginan untuk merokok dan minum beralkohol.
  9. Membakar dan mengeluarkan bahan-bahan yang tidak diperlukan, mencegah pertumbuhan yang tak wajar di dalam tubuh seperti tumor dan bengkak.
  10. Meningkatkan daya tahan tubuh terhadap infeksi.
  11. Mengendurkan syaraf dan mengurangi kekhawatiran.(KR)

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Ini Beta

    Y!M status:
    JNE TULEHU
    (DH. WARNET PONDOK.NET)
    Jl. Raya Tulehu, No. 26
    Dsn Pohon Mangga, Tulehu
    A m b o n

    eFeS : Rad Marssy
    eFBi : Rad Marssy
    CopyLeft Notice:
    Barangsiapa dengan sengaja mengutip, menyiarkan, memamerkan, mengedarkan, meng-copy paste kepada umum suatu bagian dari blog ini diwajibkan kepadanya untuk menyertakan sumber asli bagian yang dimaksud. Dilarang membawa kamera, handycam, tape recorder, atau alat perekam lainnya.
    (hehe5x... srius amat bacanya).

    NO SMOKING BLOG...!!!

    STORY OF EARTH...???