Film Kartun Tak Lagi Aman untuk Anak

Siapakah anak-anak yang tidak suka film kartun? Rasanya hampir tidak ada. Dan hingga saat ini masih bertahan menjadi tontonan kategori hiburan penyulutsenyum, tawa atas kelucuan dan kekonyolan dalam kisah-kisahnya. Misalnya sang tokoh cerita bisa gepeng terlindas mobil atau digebuk palu, dan menggembung lagi seperti semula. Atau rambut berdiri secara spontan. Beragam kekonyolan yang tidak akan mampu ditampilkan oleh film biasa.

Jumlah penayangannya di televisi, meskipun tidak sebanyak infotainment dan sinetron, namun cukup besar. Yayasan Pengembangan Media Anak (YPMA) di Bandung, mencatat ada 41 judul film kartun yang ditayangkan beragam televisi hingga hari ini di berbagai jam tayang.  Diantaranya, dari pukul 13.30 hingga 19.30 Wib, ada sekitar 20 judul film kartun ditayangkan  TPI, Antv, dan Global TV.  Dari puluhan judul itu, tak terkecuali serial Naruto, Avatar, atau Samurai X . Belum lagi  Indosiar menayangkan beragam jenis film kartun produk Walt Disney.  Dan semua film-film kartun itu, adalah produk impor yang dikuasai oleh dua negara, Amerika dan Jepang.

Dulu, kita pernah meributkan film kartun Crayon Shinchan sebagai tontonan anak-anak  yang vulgar. Baik dalam penampilan dan tingkah polah, juga kata-kata yang mengolok-olok. Diperankan  Sincan maupun tokoh lainnya di film itu. Sang pembuat cerita, Yoshitu Usui, memang menggarap film kartun ini,  guna menyindir moral orang Jepang yang salah kaprah,berdampak pada perilaku anak-anak. Seperti fenomena negatif  budaya kawin muda, juga keberadaan perempuan sebagai objek seks. Serta perilaku kedodoran anak-anak menjiplak perilaku orang dewasa, seperti  ke pub atau pulang dalam keadaan mabuk. Dan akibat gugatan publik, Crayon Sincan kini sudah menjadi cerita lalu.

Namun, bagaimana pula dengan film kartun yang berjubel nongol di layar kaca kita hingga hari ini?
Meskipun film kartun Crayon Sincan, telah memberikan pelajaran tentang muatan vulgar dan kekerasan, kebanyakan para orang tua masih menilai film kartun adalah tontonan hiburan yang aman untuk anak-anak mereka. Apa yang berlaku pada film kartun Crayon Sincan sepertinya tidak dikuatirkan dalam film kartun lain.  Begitu pula stasiun televisi juga punya pemahaman serupa. Salah satu tayangan hiburan anak-anak yang diandalkan mereka, adalah film kartun.

Dan ternyata, bukan hanya kebanyakan orang dewasa yang menilai demikian. Para remaja pun berpendapat tak berbeda. Itulah yang disampaikan oleh anak-anak SMA yang saya kunjungi sewaktu penyuluhan ke sekolah-sekolah bersama Aulia Indriati, anggota bidang Isi Siaran Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Kepri dan anggota Komisi Perlindungan Anak Indonesia Daerah (KPAID) Kepri. Baik di Tanjungpinang, maupun di Tanjungbalai Karimun.

Mereka, para remaja berseragam sekolah itu mengatakan film kartun tidak hanya disukai oleh adik-adik mereka, tapi juga mereka sendiri. Bagi mereka, film kartun itu “asyik dan lucu sih..”

Dari beragam jenis film kartun, yang sedang digemari mereka adalah film-film kartun impor Jepang. Dan sangat hafal dengan tokoh-tokoh kartun semisal, serial Avatar, Naruto atau Samurai X. Begitu pula adik-adik mereka juga menyukainya, selain film kartun produksi Walt Disney, semisal Mickey Mouse atau Donald Duck. Mereka pun  mengurutkan film kartun adalah tayangan yang tidak berbahaya dibandingkan sinetron dan infotaiment.
Namun Don Bosco Selamun, anggota Komisi Penyiaran Indonesia Pusat (KPIP)  mesti berseru keras pada suatu dialog di Palembang, publik harus mewaspadai tayangan film kartun. Begitu Aulia Indriaty menggeleng prihatin. Lalu ia pun bertanya ulang pada remaja di sekolah-sekolah yang dikunjunginya, “Yakinkah kalian film kartun aman dari muatan kekerasan dan porno?” tanyanya.

Mari kita simak, satu cuplikan film The Simpson yang sudah sangat popular bagi pencinta film kartun.  Berisikan kisah dua tokoh, laki-laki dan perempuan kebingunan untuk mencari tempat bersembunyi, karena mereka terjebak di keramaian dalam keadaan bugil. Tokoh perempuan dengan susah payah menutupi dadanya dan bagian bawah tubuh polosnya dengan susah payah. Sedangkan tokoh lelaki lebih agak rileks, karena yang harus diamankannya hanya bagian bawah tubuhnya. Tak ayal, tubuh bagian belakang mereka yang polos diekpos habis-habisan. Ini lah yang menjadi objek utama penayangan kekonyolan. Tubuh polos itu mengawang di atas awan melewati sebuah gedung kaca yang didalamnya sedang menyelenggarakan kebaktian.  Sang pastor terkaget begitu menengadah ke atas, mengingat anggota kebaktian riuh. Di sana, di atas kaca bangunan itu, tubuh polos tanpa sehelai benang pun tertera jelas mengawang. Sang pastor pun meminta hadirin segera menundukkan kepala.

Juga mari pula kita simak film kartun impor Jepang lain yang sedang digemari, semisal Naruto. Setiap kisahnya selalu berisikan perseteruan demi perseteruan yang diselesaikan dengan cara-cara yang sangat atraktif dan demonstratif. Seperti melempar tubuh lawan ke jurang. Meremas dada lawan hingga lawan tidak bisa bernapas menahan sakit.

Atau tayangan  Samurai X yang mengetengahkan cerita mengenai Kenshin – Batoshai si Pembantai, samurai tanpa tuan yang dulunya gemar membantai para kriminal, yang selalu dikejar bayangan peristiwa masa lalu. Memang ada muatan edukasi dalam film kartun ini, tentang sifat teladan dan heroik sang samurai membebaskan kehidupan dari ancaman para pelaku kriminal, namun adegan-adegan pembantaian dipapar dengan jelas. Yang tak jarang sadis dan mengerikan.

Di Jepang,  film kartun adalah film untuk kategori banyak usia. Mulai dari kategori untuk anak-anak, remaja hingga dewasa, bahkan untuk cerita porno juga ada. Dan film kartun impor dari Jepang di layar televisi kita hari ini adalah tontonan untuk rating usia 13 tahun, di negara asalnya. Sehingga apa yang ditampilkan perlu penerjemahan makna dari setiap kisah yang diangkat. Baik makna perjuangan, keteladan dan keintegritasan.
Namun film kartun seperti ity yang menjadi suguhan tontonan anak-anak. Tentu saja anak-anak kita yang berusia di bawah 13 tahun, belum mampu menterjemahkan itu semua. Alam pikir mereka baru sampai  menangkap apa yang dipaparkan dalam cerita. Baik kekonyolan, kevulgaran dan kekerasan.  Begitu pula film kartun impor dari Amerika yang dikategorikan tontonan anak semisal Tom dan Jery pun tidak lepas dari muatan kekerasan yang berbahaya pada pembentukan perilaku anak-anak.

Karena itu, YPMA menilai film kartun adalah tayangan yang mesti diwaspadai untuk anak-anak. Karena mengandung adegan kekerasan, seks, serta mistis yang berlebihan secara detail!  41 film kartun yang ada di televisi,  saat ini 26 di antaranya berbahaya dan harus hati-hati ditonton anak-anak. Hanya 15 film kartun saja yang dinilai aman ditonton anak, seperti diantaranya Captain Tsubasa, Go! Diego Go!, dan Dora the Explorer di Global TV.  Dari semua itu, sangat penting bagi kita merevisi penafsiran  film kartun adalah tontonan aman dan layak untuk anak-anak. Jauhi mereka dari kecanduan kekonyolan berbahaya tersebut.

[ Lisya Anggraini
Penulis, Jurnalis, Wakil Ketua KPID Kepri
batampos.co.id/Siar/Film_Kartun_Tak_Lagi_Aman_untuk_Anak ]

1 Komentar

  1. SAMPAAAAAH…….


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Ini Beta

    Y!M status:
    JNE TULEHU
    (DH. WARNET PONDOK.NET)
    Jl. Raya Tulehu, No. 26
    Dsn Pohon Mangga, Tulehu
    A m b o n

    eFeS : Rad Marssy
    eFBi : Rad Marssy
    CopyLeft Notice:
    Barangsiapa dengan sengaja mengutip, menyiarkan, memamerkan, mengedarkan, meng-copy paste kepada umum suatu bagian dari blog ini diwajibkan kepadanya untuk menyertakan sumber asli bagian yang dimaksud. Dilarang membawa kamera, handycam, tape recorder, atau alat perekam lainnya.
    (hehe5x... srius amat bacanya).

    NO SMOKING BLOG...!!!

    STORY OF EARTH...???