Tape Bikin Tubuh Tidak Loyo

Belum banyak orang Indonesia tahu bahwa nenek moyang kita telah meningalkan warisan makanan tradisional tape, yang terbentuk dari hasil memanfaatkan mikroflora yang tiada tara di dunia. Profesor Fleet, ahli mikrobiologi pangan dari New South Wales sebagiamana dikutip Rindit Pambayun (1996), dalam penelitiannya menyatakan, tape bisa disukai oleh masyarakat barat karena sulit dibuat di sana. Dengan membuat formulasi tape sedemikian rupa, mestinya orang Indonesia dapat mengekspornya ke negara-negara barat. Dibanding dengan yogurt dan keju yang berasal dari barat, tape tidak kalah hebat dari segi nutrisi dan khasiatnya. Maka sudah semestinya kita bangga terhadap karya nenek moyang kita itu.

Tape, yang dibuat dari ubi kayu maupun beras ketan, mempunyai nilai gizi lebih baik dibandingkan nilai gizi bahan dasarnya. Fermentasi melibatkan beberapa jenis mikrobia terutama yeast dan kapang, yang mampu mengubah senyawa gizi makro molekul menjadi lebih sederhana, sehingga mudah dicerna dan diserap oleh usus kita. Di samping itu, selama fermentasi terjadi sintesa protein hingga kuantitasnya mengalami peningkatan dua kali lipat, dan vitamin B1 (thiamine) mengalami peningkatan sekitar 300% dari bahan dasarnya.

Di samping zat gizi siap cerna, mengonsumsi tape berarti mengonsumsi yeast segar. Diketahui, yeast mempunyai kemampuan luar biasa menyintesis vitamin B1 sehingga tape yang mengandung yeast segar, merupakan sumber viatamin B1. Tubuh manusia memerlukan vitamin sekitar 0,5 mg untuk setiap kebutuhan 1000 kilo kalori atau sekitar 0,7 mg untuk balita, 1,0 mg untuk pria dan 0,9 mg untuk wanita per hari. Meskipun kebutuhan tubuh akan vitamin ini relatif kecil, namun untuk memenuhi jumlah tersebut tidak mudah. Mengapa demikian?

Sebagian besar ahli gizi sepakat bahwa beras merupakan sumber vitamin B1 atau paling tidak, dalam kulit ari beras mengandung vitamin B1 cukup untuk dikonsumsi setiap hari. Tetapi dengan adanya revolusi huller, proses penggilingan dan penyosohan yang berlebihan, predikat beras sebagai sumber vitamin B1 menkjadi rancu. Beras sosoh (polished rice) dapat mengalami kehilangan vitamin B1 sekitar 80%. Dengan pencucian yang berlebihan (digosok dengan kuat), vitamin B1 pada beras larut dan hilang bersama air pencuci.

Dianjurkan, pencucian beras sebaiknya hanya untuk menghilangkan benda-benda asing yang terikat seperti sisa bekatul dan debu, bukan menggosoknya hingga nutrisi pada lapisan kulit ari larut dan hilang bersama air pencuci. Karena sifatnya labil terhadap panas, vitamin ini mudah rusak oleh pemanasan yang berlebihan. Dapat dibayangkan, nasi yang dihasilkan dari beras sosoh dengan penanganan dan cara masak yang berlebihan mengandung vitamin B1 relatif rendah sekali. Nah, bagaimana jika makanan nasi juga kekurangan vitamin ini?

Salah satu fungsi vitamin B1 dalam tubuh manusia adalah sebagai koenzim thiamine pirofosfat yang mengatalisis karbohidrat, lemak atau protein untuk menghasilkan energi. Kegagalan metabolsme energi tadi dapat mempengaruhi neuron dan fungsinya pada bagian tertentu dari sistem syaraf pusat. Tubuh yang mengalami ketidakcukupan vitamin B1 setiap hari, akan mengakibatkan rasa tidak bergairah, gangguan pada pencernaan, timbul rasa malas atau letih karena kekurangan daya dalam otot.

Untuk mengatasinya, hadirkan makanan lain sumber vitamin B1, seperti daging, hati, serealia, atau biji-bijian lain, kacang-kacangan dan ragi seperti roti dan tape sebagai tambahan dalam dietnya adalah salah satu cara yang perlu dilakukan. Konsumsi daging masyarakat Indonesia relatif masih rendah, demikian juga untuk biji-bijian lain dan roti. Makanan lain seperti sayuran hijau, mengandung vitamin B1 dalam jumlah kecil, sehingga sehingga kurang bisa diharapkan untuk dapat memenuhi kebutuhan tubuh. Cara yang cukup mudah untuk dapat memenuhi kebutuhan tubuh. Cara yang cukup mudah untuk menyuplai kekurangan vitamin B1, adalah membiasakan makan tape. Dengan makan sedikit tape sebagai makanan ringan alternatif, kebutuhan vitamin B1 sudah bisa tercukupi sehingga tubuh terasa segar. Kalau makan yogurt berarti mengonsumsi bakteri asam laktat yang dapat membantu proses pencernaan, makan tape berarti mengonsumsi yeast segar atau ragi yang kaya akan vitamin.(KR)

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Ini Beta

    Y!M status:
    JNE TULEHU
    (DH. WARNET PONDOK.NET)
    Jl. Raya Tulehu, No. 26
    Dsn Pohon Mangga, Tulehu
    A m b o n

    eFeS : Rad Marssy
    eFBi : Rad Marssy
    CopyLeft Notice:
    Barangsiapa dengan sengaja mengutip, menyiarkan, memamerkan, mengedarkan, meng-copy paste kepada umum suatu bagian dari blog ini diwajibkan kepadanya untuk menyertakan sumber asli bagian yang dimaksud. Dilarang membawa kamera, handycam, tape recorder, atau alat perekam lainnya.
    (hehe5x... srius amat bacanya).

    NO SMOKING BLOG...!!!

    STORY OF EARTH...???