Sup Sayuran Penghadang Kanker

DI Jepang telah terbit sebuah buku berjudul Yasai suupu kyoukenhou atau Sup sayuran untuk kesehatan yang ditulis Tateishi Kazu, setebal 254 halaman seharga 1.200 yen. Buku sangat terkenal karena resep-resep di dalamnya terbukti kemanjurannya, terutama yang berkaitan dengan penyakit kanker.

Bahkan salah seorang yang telah memanfaatkan resep yang terdapat dalam buku ini adalah Michio Watanabe, mantan menteri luar negeri Jepang, serta tokoh politisi kenamaan Jepang.

Dalam perjalanan hidupnya, Watanabe menderita kanker ganas yang menurut para ahlinya sudah tidak dapat disembuhkan lagi. Tetapi karena semangat untuk tetap dapat mempertahankan hidupnya sangat tinggi, ia langsung menerimanya ketika ditawari untuk mencoba memakan sup sayuran antikanker yang terdapat dalam buku Tateishi Kazu. Hasilnya sungguh suatu mukjizat yang benar-benar mengagumkan. Setelah beberapa bulan Watanabe memakan sup sayuran tersebut, sekarang kesehatannya pulih kembali. Tak heran kalau kesembuhannya ini menjadi pembicaraan masyarakat Jepang. Banyak di antaranya yang kemudian mengikuti jejaknya. Untuk yang sudah mengidap penyakit berharap dapat sembuh, sedangkan untuk yang sehat sebagai upaya berjaga-jaga.

Tateishi Kazu bukan orang sembarangan dalam meramu beberapa jenis sayuran untuk sup antikanker tersebut. Sebagai seorang peneliti tangguh yang selama hidupnya mencurahkan perhatian dan pekerjaannya terhadap penggunaan bahan alami segar untuk ramuan obat, maka setelah bergelut hampir 35 tahun, ia memberanikan diri untuk menerbitkan buku tersebut. Sayuran untuk ramuan sup tersebut terdiri dari dai-kong (umbi lobak), daun lobak, nin-jin (umbi wortel), umbi gobo (seperti umbi lobak berwarna cokelat) dan jamur shiitake. Semua bahan ini mudah didapatkan, kecuali umbi-gobo dan jamur shiitake umumnya hanya dijual di pasar swalayan tertentu.

Dari buku yang membicarakan Sup sayuran antikanker, tertulis cara meramu sayuran sebagai bahan utama pembuatan sup tersebut yang memiliki manfaat tinggi sebagai makanan kesehatan antikanker. Formula untuk membuat sup ala Tateishi Kazu terdiri dari lima macam bahan, yaitu umbi lobak. Usahakan dengan ukuran umbi yang besar, yang memiliki garis tengah kurang lebih 7 cm dan panjang sekira 30 cm, dalam keadaan segar serta belum tersimpan lama, apalagi sudah berminggu-minggu. Kemudian daun lobak. baik dari umbi yang sama ataupun dari lainnya tetap dalam keadaan segar seperti umbinya. Akan lebih baik hasilnya kalau daun lobak tersebut berasal dari umbinya yang akan digunakan untuk pembuatan sup.

Bahan berikutnya umbi wortel. Juga sebaiknya dalam keadaan segar dan belum tersimpan lama, serta usahakan yang memiliki ukuran yang besar. Lantas umbi gobo dalam keadaan segar dan berukuran besar seperti lobak ataupun wortel, serta jamur shiitake dalam keadaan segar.

Dari tiap-tiap bahan digunakan : 1/4 bagian umbi lobak, 1/4 bagian daun lobak, 1/2 bagian umbi wortel, 1/4 bagian umbi gobo dan sebuah jamur shiitake (lengkap dari tangkai dan tudungnya).

Kelima macam bahan tersebut dipotong-potong dengan ukuran sesuai selera, seperti halnya untuk pembuatan sup biasa, kemudian direbus bersama-sama dengan menggunakan air sebanyak 3 bagian dari jumlah sayuran yang digunakan. Perebusan selama satu jam.

Gunakan api besar pada awal rebusan, tetapi api dikecilkan setelah mendidih. Tempat rebusan tidak boleh terbuka (misalnya dalam panci yang harus selalu tertutup rapat). Sebelum disantap, simpan terlebih dahulu dalam lemari es ataupun udara terbuka sampai dingin. Setelah dingin dimakan bersama nasi atau roti ataupun makanan berkarbohidrat lainnya. Tapi jangan sekali-kali menambahkan bumbu. Apalagi bumbu masak buatan seperti yang mengandung MSG (vetsin) ke dalamnya.

Hasil dari sejak puluhan tahun dilakukan di Jepang, maka pemakan sup sayuran antikanker sedikitnya tiga kali sehari masing-masing 1 mangkuk, penyakit kankernya akan sembuh dalam kurun waktu yang singkat, yaitu sekira 1 – 2 bulan saja. Sedangkan bagi mereka yang memakan sup ini dengan tujuan untuk berjaga-jaga (preventive), dosis satu atau dua kali sehari sudah lebih dari cukup.

Bagian di dalam takaran pembuatan sup tersebut, umumnya berbentuk besaran-berat (gram). Hanya yang penting setiap kali membuat untuk satu orang misalnya, dapat menjadi tiga mangkuk yang dapat dimakan pagi, siang dan sore/malam hari, sesuai dengan waktu untuk makan secara rutin.

Setidaknya ada empat jenis tumbuh-tumbuhan untuk meramu sup sayuran antikanker yang terbukti khasiatnya secara meyakinkan di Jepang, yaitu:

  1. Dai-kong (lobak). Bagian umbi dan daunnya dalam keadaan segar dan belum ditambah bahan pengawet atau dikeringkan.
  2. Nin-jin (wortel). Bagian umbi dalam keadaan segar.
  3. Gobo (burdock atau rhubard). Bagian umbi segar.
  4. Jamur shiitake diambil keseluruhannya dalam keadaan segar.

Bagi masyarakat Indonesia, tanaman lobak ataupun wortel bukan nama yang aneh atau apalagi asing, karena setiap saat selalu terhidang di dalam menu makanan sehari-hari. Seperti lobak. Umbinya paling umum digunakan sebagai sayuran dalam pembuatan soto Bandung. Atau kalau sudah diasin akan menjadi campuran sayuran awetan untuk banyak jenis makanan di rumah makan terkenal. Daun lobak selain untuk sayuran, juga dapat dimakan mentah sebagai lalap dan merupakan jenis tanaman yang paling umum untuk masyarakat Sunda.

Wortel, juga senada seirama dengan lobak. Wortel merupakan jenis sayuran yang paling banyak pemanfaatannya, mulai dari sup, salad sampai dengan lalap. Menyangkut umbi gobo, ada satu kepercayaan masyarakat Jepang terhadap umbi tersebut. Selain dapat menyehatkan dan membugarkan pemakannya, juga memiliki khasiat sebagai pembuat awet muda dan peningkat gairah bagi mereka yang sudah tergolong manula berusia di atas 50 tahun.

Jamur shiitake (Jepang) alias jamur cokelat atau hoangko/hoiko (RRC), Chinese black mushrooms (Singapura, Hong Kong), merupakan jenis jamur kayu yang memiliki harga tinggi. Sebagai contoh di Indonesia, kalau harga jamur merang segar sekira Rp 3.000,00/kg, maka untuk jamur shiitake dapat berharga lebih dari Rp 30.000,00/kg.

Budi daya jamur ini yang telah dimulai ratusan tahun yang lalu di daratan Cina, sekarang menyebar luas ke banyak negara di kawasan Asia, terutama Jepang, Korea, Thailand, Laos sampai ke Indonesia, kemudian ke Amerika Utara, khususnya Amerika Serikat dan Kanada. Bagi orang AS, shiitake disebut the exotic mushrooms serta banyak digemari.

Kelebihan jenis jamur shiitake dari jenis lainnya yang sudah dikenal (seperti jamur merang) adalah kandungan zat gizi dan nutrisi yang sangat potensial. Bagi masyarakat Eropa yang puluhan tahun menyenangi shiitake menyebutnya the elixir of life (cairan kehidupan), karena dapat menyehatkan, membugarkan, dan dapat memperpanjang umur. Sedangkan di bidang pengobatan tradisi, jamur ini memiliki kandungan senyawa yang dapat mereduksi (mengurangi) kandungan gula-darah dan kolesterol.

Indonesia saat ini sudah mulai menjadi negara penghasil shiitake yang potensial, walau produksinya belum banyak. Menurut catatan, Indonesia baru mampu untuk mengisi kurang dari 30% pasaran shiitake hanya untuk pasaran Jepang. Belum lagi untuk jenis jamur-kayu lainnya yang memiliki nilai pasar yang luas sebagai komoditas ekspor, seperti jamur-kuping, jamur tiram, dan sebagainya. (www.plazaraya.com)

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Ini Beta

    Y!M status:
    JNE TULEHU
    (DH. WARNET PONDOK.NET)
    Jl. Raya Tulehu, No. 26
    Dsn Pohon Mangga, Tulehu
    A m b o n

    eFeS : Rad Marssy
    eFBi : Rad Marssy
    CopyLeft Notice:
    Barangsiapa dengan sengaja mengutip, menyiarkan, memamerkan, mengedarkan, meng-copy paste kepada umum suatu bagian dari blog ini diwajibkan kepadanya untuk menyertakan sumber asli bagian yang dimaksud. Dilarang membawa kamera, handycam, tape recorder, atau alat perekam lainnya.
    (hehe5x... srius amat bacanya).

    NO SMOKING BLOG...!!!

    STORY OF EARTH...???