Sepuluh Cara Berhemat

Ada sepuluh ide untuk melakukan penghematan dengan cara sederhana, yang mudah dilakukan tanpa harus menjadi pelit.

1. Bawa air minum
Membeli air minum dalam kemasan tak hanya menambah sampah plastik tapi juga memboroskan uang. Bayangkan, jika dalam sehari Anda membeli sebotol air minum dengan harga Rp 3000, dalam sebulan Anda menghabiskan Rp 90 ribu. Sebagai gantinya, belilah botol minum sendiri — yang bisa diisi ulang.

2. Membawa daftar belanjaan
Buatlah daftar belanjaan sebelum pergi berbelanja ke toko. Pastikan daftar Anda hanya berisikan barang-barang yang memang Anda butuhkan. Hanya barang yang masuk daftar yang boleh dibeli, lainnya tidak.

3. Berjalan kaki lebih sering
Cobalah jalan kaki jika tujuan Anda cukup dekat. Kurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi dan gunakan kendaraan umum. Anda juga bisa mencoba memberi tumpangan dengan teman yang searah.

4. Manfaatkan perpustakaan
Anda tidak perlu senantiasa membeli buku baru. Kunjungilah perpustakaan untuk mencari buku yang diperlukan.

5. Kurangi makan di luar
Usahakan memasak dan membawa bekal makan siang untuk di kantor. Memasak akan menghemat banyak biaya dibandingkan selalu makan di luar.

6.Jauhi ATM asing
Menarik uang dari bank selain bank Anda bisa menyebabkan pemotongan uang dari rekening. Jumlahnya bervariasi mulai dari Rp 3000 hingga Rp 20 ribu. Nilai ini nampaknya kecil, tapi bayangkan jumlah totalnya jika sering dilakukan.

7. Membuat kopi sendiri
Daripada membeli kopi mahal di kafe, lebih baik minum kopi buatan sendiri. Sedikit-sedikit mengirit lama-lama jadi bukit.

8. Kurangi ke mal
Jalan-jalan ke mal bisa mendatangkan banyak godaan untuk membeli barang secara impulsif. Maka itu, lebih baik habiskan waktu libur dengan piknik ke taman atau museum.

9. Manfaatkan kartu diskon
Beberapa toko menawarkan diskon bagi pelanggan yang punya kartu anggota. Manfaatkan hal ini dengan bijak. Awas, ini berbeda dengan membeli barang diskon yang sebenarnya tidak dibutuhkan.

10. Daur ulang
Kreatiflah: ada banyak ide yang bisa dilakukan untuk mendaur ulang barang yang tak digunakan lagi. Misalnya, memadukan pakaian lama dengan baju lain sehingga menjadi lebih menarik.

Anda punya ide lain?

Sumber : Yahoo! News

Gangguan Jiwa Bisa Dideteksi Sejak Usia Dini

Direktur Rumah Sakit Jiwa Soeharto Heerdjan Jakarta Ratna Mardiati mengatakan, potensi gangguan kejiwaan pada seseorang bisa dideteksi sejak kecil.

“Itu bisa diketahui sejak usia dini dari daya tahan mental mereka,” kata Ratna Mardiati ketika ditemui di kantor Direktorat Jenderal Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan Jakarta, Kamis.

Menurut dia, ada suatu kelemahan pada diri seseorang yang sering diabaikan sebagai potensi masalah di kemudian hari.

“Misalnya saja keterlambatan bicara, berjalan, dan belajar. Lantas ada anak yang sering diolok-olok temannya. Itu adalah bentuk kelemahan yang harus diperhatikan,” katanya

Ratna mengatakan, orang dengan masalah kejiwaan punya titik lemah yang berbeda satu sama lain. Gangguan daya tahan mental tersebut disebabkan oleh faktor internal individu.

“Kondisi sosial ekonomi itu hanya pencetus. Faktor yang oleh kami, psikiater, dianggap sebagai penyebab ada dalam diri individu. Bakat,” katanya.

Menurut dia bakat itu muncul karena gangguan psikologis dan fungsi otak.

“Bagaimana dia dapat bakat itu? Pertama, karena dia terlahir dengan otak tidak berfungsi baik, proses kerjanya terganggu karena mungkin ibunya pernah berusaha menggugurkan janin, karena keracunan atau infeksi otak. Kedua, karena masalah psikologis. Misalnya dia selalu ditakut-takuti sejak kecil sehingga sampai dewasa hidup dalam ketakutan,” katanya.

Ia menjelaskan, orang dengan bakat gangguan daya tahan mental baru bisa mengalami gangguan jiwa jika tidak mendapat dukungan dari keluarga dan orang-orang terdekat mereka untuk mengatasi kelemahan.

“Kalau dukungan keluarga bagus, orang dengan kelemahan daya tahan mental, dengan gangguan di otaknya, tidak akan apa-apa. Gangguan itu muncul kalau dia tidak mendapatkan dukungan yang diperlukan,” katanya.

Oleh karena itu dia menekankan pentingnya peran keluarga dalam membangun daya tahan mental anak.

Ratna mengatakan orang tua bisa menjalankan perannya dengan memperhatikan setiap tahapan perkembangan anak secara baik dan membantu anak-anak mengatasi kelemahan mereka dengan berusaha mendengarkan dan memahami kebutuhan mereka.

“Jadi masalah gangguan jiwa sebenarnya bisa dicegah kalau orang-orang memahami dan memperhatikan ini,” katanya.

Dia mengakui sampai saat ini pemahaman masyarakat mengenai masalah kesehatan jiwa masih rendah.

Sebagai fasilitas yang memberikan pelayanan kesehatan jiwa, kata Ratna, Rumah Sakit Jiwa Soeharto Heerdjan berusaha meningkatkan pemahaman masyarakat tentang kesehatan jiwa melalui program Kesehatan Jiwa Masyaraka yang dijalankan dengan memberikan penyuluhan kepada masyarakat melalui kegiatan pos pembinaan terpadu (posbindu) dan posyandu.

“Tapi memang masih harus ditingkatkan,” katanya.

Menurut dia penyebarluasan informasi mengenai kesehatan jiwa sebenarnya akan sangat efektif jika dilakukan melalui pendidikan sekolah.

“Ini bisa dilakukan kalau para guru kembali menjalankan tugasnya untuk mendidik anak-anak, bukan sekedar mengajar,” katanya.

Sumber : Yahoo! News

Bahaya Kresek Hitam

Di Hari Raya Idul Adha, kantong kresek seringkali dimanfaatkan sebagai wadah daging kurban. Di balik sifatnya yang praktis dan murah, kantong kresek mengandung bahan kimia berbahaya yang bisa mengontaminasi makanan di dalamnya.

Sejak pertengahan tahun lalu, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah mengeluarkan peringatan resmi tentang bahaya kantong kresek. Bedasar hasil penelitiannya, kantong kresek, terutama warna hitam, merupakan produk daur ulang mengandung bahan kimia berbahaya.

Tak hanya itu, dalam proses daur ulang, produsen juga tak memerhatikan riwayatnya. “Apakah bekas wadah pestisida, limbah rumah sakit, kotoran hewan, kotoran manusia, atau limbah logam berat,” demikian petikan peringatan BPOM tentang kantong kresek.

BPOM meminta masyarakat tak menggunakan kantong kresek sebagai wadah makanan, terutama makanan siap santap. Selain diragukan kebersihannya, kantong kresek berwarna dikhawatirkan mengandung zat karsinogen yang dalam pemakaian jangka panjang dapat memicu kanker.

Bahan kimia plastik tak hanya mudah terurai dan migrasi ketika terkena makanan panas. Namun, juga makanan mengandung asam, cuka, vitamin c, berminyak atau berlemak. Tak berlebihan jika Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bogor dan Institut Pertanian Bogor (IPB)  mengimbau agar daging kurban tidak dimasukkan dalam kantong kresek, terutama warna hitam.

Selain kantong kresek, kemasan plastik berbahan polivinil klorida (PVC) dan kemasan makanan styrofoam juga berisiko melepaskan bahan kimia berbahaya. Jangan menggunakan kemasan makanan mengandung PVC sebagai wadah makanan panas, berminyak, berlemak atau mengandung alkohol.

Sumber : VivaNews.Com

Penyedap Rasa Kimia

[- Artikel ini sudah kadaluwarsa. Hanya sebagai pengingat dan bahan renungan -]

Ratusan penelitian para ahli di mancanegara menunjukkan, vetsin alias MSG sebagai “penyedap makanan” — bukan soal halal atau  haram, yang jelas merusak otak anak-anak. Sedangkan untuk orang dewasa akibatnya bisa memicu degeneratif syaraf otak, dengan munculnya parkinson, huntington, ALS dan alzheimer alias pikun. Pejabat pemerintah maupun media massa memilih bungkam, semata-mata demi uang !

BANGSA Indian punya sebuah petuah terkenal. Bunyinya, begini: “Bumi tempat kita hidup hari ini bukanlah warisan nenek moyang kita. Tapi merupakan pinjaman dari anak cucu kita.” Nasehat turun-temurun itu mengingatkan agar manusia tidak berlaku zalim terhadap alam lingkungan serta bumi seisinya.
Manusia bertindak zalim bukan hanya terhadap alam lingkungan – dan sejarah membuktikan akibatnya sungguh tidak terpermanai. Perilaku zalim di antara sesama manusia, pun sudah menjadi pengetahuan umum membawa beragam kesengsaraan. Dan lebih tragis lagi adalah ketika kezaliman justru dilakukan terhadap diri sendiri.
Contoh menzalimi diri sendiri, misalnya, kegemaran merokok. Ini mungkin masih dianggap kecil dibandingkan dengan kecanduan narkotika. Nah, jika narkotika sudah luas terbukti berakibat fatal, maka ada lagi kecanduan setara terhadap bahan kimia lain yang tak kalah gawatnya untuk kehidupan anak manusia. Bahan kimia dimaksud adalah Monosodium Glutamate (MSG) alias bumbu penyedap makanan.
Di Indonesia, mulanya dikenal sebagai vetsin. Atau lazim pula dilafalkan jadi micin. Merek dagang yang ditawarkan beragam — tanpa perlu disebut lagi, semua penyedap makanan itu tulen berupa bumbu kimia.

MSG MERUSAK SYARAF OTAK
Ratusan penelitian para ahli di mancanegara menunjukkan, MSG sebagai “penyedap makanan” berakibat merusak otak anak-anak. Dalam masa pertumbuhan, efeknya buruk terhadap sistem syaraf anak. Mereka mengalami kesulitan secara emosional — dan lemah untuk belajar. Bukti ilmiah pula menunjukkan bahan kimia ini secara permanen merusak bagian otak paling kritis yang mengendalikan hormon. Sehingga kelak manusia menghadapi gangguan kelenjar endokrin. Begitu pula akibat yang ditimbulkan pemanis buatan dalam minuman ringan untuk diet, bisa memicu tumor otak — yang jumlahnya meningkat dramatis semenjak pemanis buatan ini dilansir secara luas.
Setelah mengetahui bahaya meminum produk semacam ini, apakah anda masih melahapnya, atau membiarkan anak-anak juga meminumnya? Bukti menunjukkan, satu dari bumbu pemanis ini bahan kimianya bernama aspartate, dapat merusak jaringan otak — sama seperti efek buruk MSG.
Sedangkan buat orang dewasa, sudah diperagakan bukti yang melimpah bahwa semua jenis bahan kimia – namanya: excitotoxin, dapat berakibat buruk.
Atau bahkan memicu aneka epidemi dewasa ini seputar degeneratif syaraf otak, seperti penyakit parkinson, huntington, ALS dan alzheimer alias pikun gawat.
Mungkin belum luas disadari bahwa excitotoxin sebagai penyedap makanan secara khusus berisiko bagi pengidap diabetes. Atau pernah kena stroke, cedera otak, tumor otak, serangan mendadak atau pengidap darah tinggi, radang selaput otak (meningitis), atau radang otak akibat virus.
Penelitian pula menunjukkan cedera otak adalah akibat dari semua produk tadi. Dan pada anak-anak, tak dapat dipulihkan, hanya lantaran mengkonsumsi satu dari produk yang mengandung kimia penyedap tersebut.

MERACUNI DIRI & ANAK CUCU
Silakan satu kali melongok ke dapur, buka rak makanan dan lemari es. MSG ada di semua makanan! Di dalam sup Campbell, Hostess Doritos, keripik kentang Lays, Top Ramen, Betty Crocker Hamburger Helper, saus kalengan Heinz, Swanson frozen prepared meals, saus salada Kraft, terutama yang ditulisi ‘sehat rendah lemak’. Produk yang dikatakan tak ada MSG, sebenarnya mengandung bahan kimia yang disebut Hydrolyzed Vegetable Protein – ini cuma nama lain untuk Monosodium Glutamate. Sungguh kita jadi terbelalak melihat begitu banyak makanan yang diberikan kepada anak-anak tiap hari, semua berisi racun.
Produsen menyembunyikan MSG de-ngan banyak nama berbeda untuk membodohi konsumen. Ketika bersama keluarga kita ramai-ramai makan di luar, kita pun bertanya di restoran apakah menunya mengandung MSG? Para pelayan – bahkan sang manajer, bersumpah tidak menggunakan MSG.
Tapi coba tanyakan daftar bumbunya. Mereka enggan memperagakan, maka yakinlah bahwa MSG dan Hydrolyzed Vegetable Protein ada di mana-mana. Burger King, McDonalds, Wendy’s, Taco Bell, di semua restoran, bahkan yang tersedia di meja, seperti TGIF, Chilis’, Applebees dan Denny’s, tulen menggunakan MSG secara melimpah. Kentucky Fried Chicken tampaknya merupakan pelanggar paling buruk: MSG ada di tiap hidangan ayam, kuah salada dan saus. Tak heran jika orang lahap menyantap pelapis kulit ayam, rahasianya ya bumbunya pakai MSG! Lalu, mengapa MSG begitu banyak ada dalam makanan yang kita santap?
Apakah dia merupakan vitamin? Sama sekali tidak! Menurut John Ebr dalam bukunya The Slow Poisoning of America, MSG ditambahkan dalam makanan agar ada efek kecanduan di tubuh manusia.
Menurut situs propaganda di internet, yang disponsori kelompok lobi pabrik makanan pendukung MSG di alasan bumbu penyedap dalam makanan adalah untuk membuat orang makan lagi. Kelompok lobi – Asosiasi Glutamate – mengatakan, makan lagi dan lagi bermanfaat untuk orang lanjut umur.

MSG DISEMBUNYIKAN
Industri makanan menyembunyikan dan menyelubungi unsur kimia tambahan – excitotoxin (MSG dan aspartate), hingga tak mudah dikenali. Tak masuk akal?
Anda mau sewot? Faktanya adalah banyak makanan diberi label “No MSG”.
Kenyataan di dalamnya mengandung bukan hanya MSG, tapi juga dijejali dengan excitotoxin lain yang setara potensi serta bahayanya.
Seluruh keterangan di atas adalah sungguh-sungguh. Dan semua bahan yang dikenal meracuni otak ini, diaduk ribuan ton dalam makanan dan minuman guna mendongkrak penjualan. Bumbu kimia itu tak punya tujuan lain kecuali sekadar penyedap dan pemanis aneka produk konsumsi.
Seperti diungkapkan tadi, pabrik dan industri makanan selalu menyelubungi penambahan MSG dalam produknya. Berikut ini adalah daftar nama umum untuk MSG terselubung. Ingat juga excitotoxin yang amat kuat, aspartate dan L-cystine, yang sering ditambahkan dalam makanan, menurut ketentuan FDA harus disebutkan, tapi tidak dicantumkan dalam label sama sekali.

Penyedap yang Selalu Berisi MSG
* Monosodium Glutamate (MSG).
* Protein Sayuran Hydrolyzed.
* Protein Hydrolyzed.
* Protein Tanaman Hydrolyzed.
* Sari Protein Tanaman.
* Sodium Caseinate
* Calcium Caseinate
* Sari Ragi.
* Protein Jaringan (termasuk TVP).
* Ragi Autolyzed.
* Tepung Gandum Hydrolyzed.
* Minyak Jagung.

Penyedap yang Sering Berisi MSG
* Sari Gandum.
* Malt Flavoring.
* Bouillon.
* Broth.
* Stock.
* Flavoring.
* Natural Flavors/Flavoring.
* Natural Beef Or Chicken Flavoring.
* Seasoning.
* Spices.

Penyedap yang Mungkin Berisi
MSG atau Excitotoxin
* Carrageenan.
* Enzymes.
* Soy Protein Concentrate.
* Soy Protein Isolate.
* Whey Protein Concentrate.

Minuman Diet, Awas!
Minuman ringan untuk diet, permen karet bebas gula, Kool Aid bebas gula, Crystal Light, obat anak-anak, serta ribuan pro-duk lain yang mengklaim ‘rendah kalori’, ‘diet’, atau ‘bebas gula’.

PEJABAT & MEDIA MASSA BUNGKAM, DEMI UANG !
Dr. Blaylock mengungkapan sebuah pertemuan dengan seorang eksekutif senior urusan industri bumbu penyedap. Si pejabat terus-terang bilang bahwa tak jadi soal adanya excitotoxin dalam makanan, dan tak peduli mau tukar nama kapan pun.Begitu pula yang dialami John Erb. Beberapa bulan lampau, ia membawa buku dan keprihatinannya kepada seorang pejabat tinggi kesehatan di Kanada.
Sembari duduk di kantor yang nyaman, sang pejabat bilang: “Tentu saja saya tahu betapa buruknya MSG. Saya tidak pernah menyentuhnya!” Namun si petinggi pemerintah urusan ke sehatan ini menolak untuk memberi tahu masyarakat tentang hal yang diketahuinya itu. Bahkan Presiden George W.
Bush dan para pendukungnya tengah mendorong se-buah Rancangan Undang-Undang di Kongres Amerika.
Namanya: Personal Responsibility in Food Consumption Act, juga dikenal sebagai Cheeseburger Bill. Undang-Undang besar ini melarang semua orang menggugat pabrik makanan, penjual dan para penyalurnya.

Sampai presiden pun “kepincuk” membela industri bumbu penyedap makanan, ingat, juga pernah kejadian di Indonesia . Yakni ketika ada satu merek bumbu masak diramaikan mengandung tulang babi, sekitar tahun 1999.
Lalu timbul soal halal atau haram. Pada-hal inti persoalannya jauh lebih gawat: mudaratnya sangat keterlaluan. Namun bagian ini diabaikan, pasalnya tak lain hanyalah hitungan kalkulator: ya ada pajak untuk kocek pemerintah.
Sikap mendewakan uang juga dianut kalangan media massa . Mereka tidak bakal buka cerita tentang bahaya MSG buat manusia. Mereka takut tuntutan hukum dari pemasang iklan. Dalam pikiran mereka, membuka urusan dengan industri makanan cepat-saji bakal merusak keuntungan bisnis.

Apa yang Harus Dilakukan?
Pengusaha makanan dan restoran telah membuat kita kecanduan pada dagangan mereka selama bertahun-tahun, dan kini kita membayar harga yang tidak murah sebagai akibatnya.
Di Amerika, para orang tua berharap anak-anak tidak mengutuk mereka lantaran menjadi gembrot akibat bumbu penyedap. Selebihnya, apa yang bisa kita lakukan? Apakah  kita mampu menghentikan pera-cunan terhadap anak-anak kita, sementara petinggi seperti Bush memastikan perlin-dungan finansial untuk industri yang jelas-jelas meracuni kita.
E-mail ini dikirim kepada sebanyak-ba- nyaknya orang sebagai upaya menunjukkan kebenaran, karena perusahaan yang dimiliki kaum politisi dan media massa , tidak akan menyingkapkannya pada anda.
Cara terbaik bagi kita adalah dengan mulai menolong diri sendiri, dan menyelamatkan anak-anak dari kimia-penyebab wabah kerusakan otak.

KEMBALI PAKAI BUMBU ALAMIAH, STOP MSG!
Silakan mampir di situs National Library of Medicine.
Ketik kata “MSG Obese”, maka dapat disimak sebagian paparan dari 115 studi medis tentang mudaratnya menyantap makanan pakai bumbu kimia ini. Kita tidak ingin menjadi tikus-tikus dalam suatu eksperimen raksasa.
Dan kita tidak setuju makanan yang membuat kita menjadi bangsa gembrot, letargik alias mengantuk lantaran kekenyangan, bagaikan biri-biri yang cuma menunggu untuk disembelih……
Akan halnya di Indonesia, boleh jadi efek kimia bumbu penyedap itu tidak serta-merta membuat orang jadi gembrot. Tapi minimal dapat sifat orang gembrot, yakni indolent alias lamban — dan lebih cilaka:
dambin bin lamban dalam berpikir.
Bahkan ketika aneka kepentingan asing kian mencengkeram di bumi bernama Republik Indonesia ini, belum kunjung disadari bahaya yang mengancam kedaulatan bangsa sudah di pelupuk mata.
Tadi sudah disebut, para orang tua di Amerika cemas bakal dikutuk anak-anak mereka akibat keracunan MSG, lalu apa gerangan pikiran para orang tua di Indonesia ? Apakah masih tenang melahap kimia-penyedap ini, dan hanyut berjamaah keracunan MSG dengan anak cucu?
Tentu bukan demikian pilihan kita. Oleh sebab itu, mari sebarkan e-mail ini ke semua orang. Harapan kita adalah warkah ini melingkari bola dunia untuk membangun kesadaran: stop konsumsi makanan dengan bumbu penyedap kimia.
Kembalilah menggunakan bumbu alamiah, seperti kunyit, lengkuas, jahe, serai, bawang, daun salam, cabe, tomat, serta aneka tanaman rempah serta bumbu dapur yang turun-temurun terbukti sehat.
Marilah kita merdekakan diri dari belenggu “kimia penyedap” — yang nyata-nyata cuma urusan seujung lidah. Tapi akibatnya fatal untuk seluruh kehidupan kita serta anak cucu.Ingat, petuah Bangsa Indian yang tetap modern tadi. Janganlah menghancurkan masa depan anak cucu, lantaran orang tua teledor menjejalinya dengan makanan yang dibumbui penyedap kimia.

 

Sumber : [-LUPA-]

Awas!!! Bahaya Ponsel

Ada 6 kebiasaan buruk pemakaian handphone yang merugikan kesehatan meliputi :

1. Bagi mereka yang fungsi jantung tidak sempurna sebaiknya tidak menggantungkan handphone di dada. Handphone yang sering digantung di pinggang atau sisi perut, akan memengaruhi fungsi kesuburan. Cara yang lebih aman dan sehat, adalah simpan di dalam tas yang dibawa serta.

2. Ketika menelepon dan belum tersambung, radiasi akan bertambah kuat, maka sebaiknya jauhkan handphone dari bagian kepala, selang 5 detik kemudian baru ditempelkan kembali ke telinga.

3. Dalam keadaan sinyal yang agak lemah, handphone akan meningkatkan daya luncur gelombang elektromagnetnya secara otomatis, sehingga intensitas radiasi bertambah kuat. Dengan menempelkan ke telinga, maka radiasi yang dialami bagian kepala akan berlipat ganda.

4. Tidak baik berhubungan telepon terlalu lama, jika memang demikian gunakan saja telepon tetap atau memakai alat pendengar, jika terpaksa harus berhubungan dalam jangka waktu lama, mendengar secara bergantian di telinga kiri kanan setiap 1-2 menit.

5. Dengan bersembunyi di sudut bangunan, penutupan sinyal di sudut bangunan tidak begitu baik, sehingga dengan demikian dapat menyebabkan daya radiasi handphone dalam sudut tertentu bertambah besar.

6. Ketika menelepon, selalu bergerak ke sana ke mari, namun, tidak sadar kalau menggerakkan posisi dapat menyebabkan ketidakstabilan sinyal yang diterima yang dapat menyebabkan terjadinya luncuran daya tinggi dalam waktu singkat yang tidak diperlukan.

Selain itu, 8 tipe orang berikut ini sebaiknya kurangi memakai hp : penderita epilepsi, jantung, lemah saraf , katarak, diabetes, wanita hamil , yang sedang menyusui, anak-anak remaja serta orang tua yang berusia lebih dari 60 tahun.
Sumber : Majalah T&t

Mengapa Tidur Berselimut Picu Tubuh Dehidrasi

VIVAnews – Ada kebiasaan tidak menyehatkan yang bisa dilakukan sehari-hari tanpa Anda sadari. Apa sajakah itu, dan bagaimana mengubahnya?

1. Tidur Berselimut

Tempat terburuk untuk tidur di dalam selimut. Selama tidur tubuh kepanasan sehingga memicu tubuh dehidrasi terutama di kaki dan tangan. Berdasarkan riset Helen Burgess, Direktur pembantu di Pusat Medis Universitas Rush Chicago, agar tidur nyaman, keluarkan tangan dan kaki agar panas tubuh tidak mencapai keduanya. Cara terbaik saat tidur adalah tidak memakai kaos kaki karena memperlambat peredaran darah di kaki.

2. Jadwal Olahraga

Tempat terburuk menaruh jadwal olahraga di lemari pendingin, karena Anda hanya melihatnya sekilas tanpa memperhatikan. Paddy Ekkekakis, Psikolog Olahraga mengatakan agar memperhatikan apa yang ingin Anda capai, taruh pengingat dekat alatnya. Simpan DVD Pilates dekat televisi atau tuliskan catatan pengingat dekat ruang duduk tentang jadwal olahraga Anda.

3. Tempat Duduk di Pesawat

Tempat duduk terburuk di pesawat adalah bagian belakang. Pilot United Airlines Meryl Getline, dalam situs penerbangan fromthecockpit.com mengatakan seperti halnya sebuah gunting, semakin jauh dari pusat, getaran yang Anda rasakan semakin besar. Sebab lainnya, ekor pesawat lebih berat daripada bagian depan yang menyebabkan gelombang getaran lebih besar. Tempat terbaik saat menumpang pesawat adalah berada di bagian sayap, karena getaran di bagian ini paling halus.

4. Menebus Resep Obat

Jangan terburu-buru jika membeli obat yang diresepkan dokter. Dalam sebuah survei terhadap 429 apoteker, membeli obat terburu-buru merupakan penyebab utama terjadinya kesalahan resep. Agar mendapat obat sesuai resep, kepala tim peneliti Sheryl Szeinbach, Profesor Farmasi di Universitas Ohio menyarankan untuk mengecek kembali obat dan dosis sesuai resep dokter. Jika terpaksa menggunakan toilet umum, lebih baik menggunakan kamar toilet bagian kiri atau kanan agar meminimalisir bakteri.

5. Kelas Fitness

Bagian terburuk saat mengikuti kelas fitnes adalah berada di dekat cermin, depan, kiri atau kanan. Terlalu dekat dengan cermin saat fitnes membuat rasa rendah diri lebih besar dibandingkan orang yang fitnes tanpa memperhatikan cermin. Sebuah studi dari Universitas McMasters mengungkapkan wanita yang mengikuti fitnes di level sama, wanita yang fitnes di bagian depan mengaku lebih cemas akan bentuk tubuh mereka daripada yang berada di bagian belakang. Bagian tengah merupakan tempat terbaik karena Anda tidak perlu terus memperhatikan bentuk tubuh Anda selama fitnes.

Sumber: VIVAnews/YahooNews

Masuknya Islam di Jazirah Hatuhaha

I. UMUM
Berdasarkan seminar “Masuknya Islam ke Indonesia” yang dilaksanakan pada 17 – 20 Maret 1963 di Medan, menyimpulkan bahwa Islam masuk pertama kalinya ke Indonesia pada abad pertama Hijriyah atau sekitar dekade ke-tujuh dari abad ke-tujuh Masehi langsung dari Arab, dan bahwa kota Aceh, yang terletak di Barat Daya Sumatera, merupakan daerah pertama di Indonesia yang didatangi penyiar-penyiar agama Islam.
Penyiar-penyiar Islam yang datang di Indonesia saat itu diduga para saudagar atau mubaligh Arab dari Hadramaut, karena Arab Hadramaut itu sudah sampai ke Indonesia sejak abad pertama Hijriyah (Ke-tujuh Masehi), di antara saudagar dan mubaligh tersebut terdapat golongan Alawiyyin keturunan Sayyidina Hasan dan Husein bin Ali bin Abu Thalib, baik yang berasal dari Mekkah-Medinah maupun yang kemudian menetap di Hadramaut. Mereka berlayar ke Timur dengan maksud berdagang sambil berdakwah serta menyelamatkan diri dari pemerintahan Bani Umayah, yang terus menerus melakukan pengejaran dan pembunuhan atas keluarga Ahlul Bait (kaum Alawiyyin).

Selanjutnya, kerajaan Islam yang pertama di Indonesia, bahkan juga Asia Tenggara adalah sebuah kerajaan yang didirikan di Perlak pada 1 Muharram 226 Hijriyah atau 840 Masehi di bawah pemerintahan Sayyid Maulana Abdul Azis Syah, yang memegang tampuk pemerintahan dari 226-250 Hijriyah atau 840-864 Masehi. Ayahnya bernama Sayyid Ali bin Muhammad bin Jafar ash-Shadiq bin Muhammad al-Baqir bin Zainal Abidin bin Husein bin Ali bin Abu Thalib.
Setelah itu bermunculan kerajaan-kerajaan Islam lainnya, seperti kerajaan Samudera Pasai di Aceh pada tahun 434 H atau 1042 M dan kerajaan Islam yang juga di Aceh pada tahun 602 H atau 1205 M. Dari Aceh barulah agama Islam tersebar ke mana-mana, juga ke pantai-pantai di pulau Jawa dan di Indonesia Timur seperti Maluku. Perlu diketahui bahwa penyiaran agama Islam ke seluruh wilayah Indonesia secara resmi setelah berdirinya kerajaan Islam Samudera Pasai pada abad ke-13 Masehi.

II. MASUKNYA PENYIAR ISLAM DI JAZIRAH HATUHAHA
Salah seorang tokoh Islam yang mempunyai andil dan peran penting dalam penyiaran agama Islam di Maluku Tengah, khususnya di Jazirah Uli Hatuhaha adalah Datuk Zainal Abidin, yang kisah perjalanannya dalam penyiaran agama Islam sampai masuk ke Jazirah Uli Hatuhaha, mengundang berbagai pendapat antara lain:

Pendapat Pertama
Penyiar Islam di Jazirah Uli Hatuhaha adalah Datuk Maulana Zainal Abidin bin Husein bin Ali, cucu dari Imam Ali bin Abu Thalib yang berangkat dari Arab menuju tanah Cina, melintasi semenanjung Malaka dan pada permulaan abad ke-8 memasuki Indonesia melalui Aceh, di sini Datuk Zainal Abidin menyiarkan agama Islam tapi masih dalam bentuk menanamkan benih agama yang masih terbatas pada kelompok perorangan. Perjalanannya kemudian dilanjutkan ke Makassar (Gowa) dan menikah dengan seorang puteri Gowa dan memperoleh seorang putera yang diberi nama Saidi Alim. Selanjutnya Datuk Zainal Abidin berangkat ke Indonesia Timur dan singgah di Buton. Di sini Datuk Zainal Abidin menanamkan benih agama Islam melalui pendidikan formal dengan harapan agama Islam dapat diwariskan dan disebarkan di daerah tersebut, maka diangkatlah beberapa murid sebagai penggantinya yaitu Sultan Nalar Syafi’i dan Sultan Kaimuddin. Kemudian perjalanan dilanjutkan ke daerah Maluku yaitu Jazirah Uli Hatuhaha, Saat itu pulau Haruku belum dihuni, Datuk Zainal Abidin kemudian kembali dengan meninggalkan bekas telapak kaki sebagai bukti bahwa Beliaulah orang pertama yang datang lebih dulu.

Kemudian Datuk Zainal Abidin datang untuk kedua kali ke Jazirah Uli Hatuhaha dengan suatu harapan tempat ini telah berpenghuni. Kedatangannya yang kedua ini sempat bertemu dengan “PURIASA” (salah seorang penduduk Uli Hatuhaha) dan raja Jin yang bernama “ABDULLAH” yang lazim dikenal dengan YARIMAU ALAKA. Pada saat itu Datuk Zainal Abidin sempat menyaksikan perdebatan antara Puriasa dengan Raja Jin, tentang siapa yang datang lebih dahulu ke Jazirah Uli Hatuhaha sebagai pertanda untuk menanamkan kekuasaan pada wilayah tersebut. Dengan nada spontan Datuk Zainal Abidin mengatakan bahwa beliaulah yang datang lebih dahulu dengan menunjukkan bukti bekas telapak kaki yang tertempel pada sebuah batu. Namun bukti tersebut belum menjadi alasan yang kuat untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, dengan alasan yang cukup realistis bahwa sejak kedatangan Datuk Zainal Abidin yang kedua ini Puriasa maupun raja Jin tidak pernah melihatnya. Dengan demikian mereka bertiga mengambil suatu kebijaksanaan melalui permainan “ENGGO” (permainan yang saling mencari tempat persembunyian), dengan syarat apabila di antara ketiganya salah satu tidak diketahui tempat persembunyiannya berarti dialah yang lebih dahulu menginjakkan kaki di Jazirah Uli Hatuhaha. Dari hasil permainan itu diputuskan secara mutlak bahwa Datuk Zainal Abidin-lah sebagai orang pertama yang memasuki Jazirah Uli Hatuhaha.
Untuk kedatangan ketiga kalinya di Jazirah Uli Hatuhaha, Datuk Zainal Abidin disambut oleh Kapitan Ismail Akipai di kawasan pantai sebelah Barat Uli Hatuhaha tepatnya di kawasan Wae Talat (Wae Poka Uru).

Pendapat Kedua
Datuk Zainal Abidin merupakan jelmaan dari Neira, salah satu datuk di antara empat datuk yang muncul secara gaib di kawasan Nusa Wakan. Keempat datuk tersebut adalah Salamon, Londor, Lawataka dan Neira serta saudara perempuan mereka yang bernama Boiratan.
Dalam pembagian tugas penyiaran agama Islam, Neira ditugaskan menyiarkan agama Islam di Jazirah Uli Hatuhaha yang menurunkan keturunan bermarga Marasabessy, Salamon menuju desa Tulehu yang menurunkan keturunan bermarga Ohorella, Lawataka menuju pulau Seram yang menurunkan keturunan bermarga Wakano, dan Londor menuju Banda yang menurunkan keturunan bermarga Nurbatty.
Dengan demikian, anggapan Datuk Zainal Abidin yang masuk melalui Banda ke Uli Hatuhaha adalah jelmaan dari “NEIRA” dan beliaulah adik dari keempat saudara Salamon, Londor, Lawataka, dan Boiratan.

Pendapat Ketiga
Penyiar agama Islam di jazirah Uli hatuhaha adalah Datuk Syarif Muhammad bin Zainal Abidin yang mempunyai keturunan dengan Ali Zainal Abidin bin Husein bin Ali RA, cucu dari Sayidina Ali bin Abu Thalib RA. Hal ini diperkuat oleh berbagai referensi, antara lain:

1) Prof. Dr. H. Abubakar Aceh, dalam bukunya “Sekitar Masuknya Islam ke Indonesia”, halaman 9 dan 10 yang menjelaskan bahwa, Syarif Aulia (Syarif Muhammad bin Ali Zainal Abidin) termasuk orang yang pertama menyiarkan agama Islam di Indonesia Timur, Beliau datang ke Jawa pada zaman Ampel tahun 801 Hijriyah (1398 Masehi) bersama anak dan saudara-saudaranya, begitu juga pamannya yang bernama Maulana Malik Ibrahim.
2) Al-Imam al-Allamah Sayyid Abdullah bin Alwi al-Haddad, dalam bukunya risalah “al-Mu’awanah wa al-Muzhaharah wa al-Muwazarah li al-Raghibin bin Suluk al-Thariq al-Akhirah”, pada halaman 17 yang menjelaskan bahwa Sayyid Muhammad bin Ali Zainal Abidin al-Faqih al-Muqaddam merupakan datuk-datuk kaum Alawiyyin yang datang ke Indonesia untuk menyiarkan agama Islam. Beliau termasuk seorang tokoh Sufi paling terkenal di hadramaut, yang telah mencapai tingkat Mujtahit Mutlak dalam ilmu Syariat dan tingkat Qutb dalam ilmu Hakikat. Perlu diketahui Sayyid Muhammad bin Ali Zainal Abidin al-Faqih al-Muqaddam tidak termasuk tokoh Wali Songo.
3) Dr. Adil Muhyid Din Al Allusi, dalam bukunya “Al’urubatu Wal Islamu Fi Janubi Syarqi Asia Alhindu Wa Indonesia”, pada halaman 33 dan 34 menjelaskan bahwa orang pertama yang menyiarkan agama Islam di Indonesia Bagian Timur adalah Syarif Aulia (Maulana Zainal Abidin).

Pendapat Keempat
Berusaha mempertemukan ketiga pendapat di atas, yaitu penyiar agama Islam di Jazirah Uli Hatuhaha adalah Datuk Syarif Muhammad bin Ali Zainal Abidin, yang mempunyai hubungan keturunan dengan Ali Zainal Abidin bin Husein bin Imam Ali RA, yang berangkat dari Hadramaut melalui tanah Cina, melintasi semenanjung Malaka kemudian pada akhir abad ke-13 memasuki Indonesia selanjutnya ke Makassar (Gowa) dan menikah dengan seorang puteri Gowa yang dikaruniai seorang putera dan diberi nama Saidi Alim. Selanjutnya beliau melanjutkan perjalanan ke Maluku yaitu Jazirah Uli Hatuhaha.
Kedatangannya yang kedua di Jazirah Uli Hatuhaha, dengan harapan dapat menyebarkan agama Islam. Kemudian Datuk Syarif Muhammad bin Ali Zainal Abidin menikah dengan seorang puteri Puriasa yang bernama “Nunu Sumba”. Dari hasil perkawinannya ini Datuk Syarif Muhammad bin Ali Zainal Abidin dikaruniai 4 orang putera dan 1 orang puteri yaitu Salamon, Londor, Lawataka, Neira dan Boiratan.

Datuk Syarif Muhammad bin Ali Zainal Abidin meninggalkan mereka berlima yang masih kecil untuk melanjutkan penyiaran agama Islam di daerah lain dan seterusnya kembali ke tanah Arab. Karena rasa rindu ke-5 anak tersebut kepada orang tua mereka di samping ingin mendalami ilmu pengetahuan agama Islam, dengan tekad yang bulat serta dibekali sebuah Takraw Emas dan Nisyal Emas, titipan orang tuanya Datuk Syarif Muhammad bin Ali Zainal Abidin, maka dilakukanlah perjalanan dari Nusa Wakan dan singgah di Nusa Banda untuk menitipkan saudara perempuan mereka “nene Boiratan”.
Setelah itu mereka berangkat ke tanah Arab dan singgah di Mesir seperti diungkapkan dalam “Kutumele Upu Haasyi”. Setelah kembalinya mereka dari Mesir, mereka singgah di Banda untuk menemui saudara perempuan mereka. Kemudian Neira ditugaskan kembali ke Jazirah Uli hatuhaha dan menikah dengan seorang puteri Wai yang bernama “Pikalina” dan dikaruniai 4 orang anak yaitu Putiiman, Tuturesy, Salarita dan Tita Hery, yang menurunkan marga Marasabessy, Salamon ke Tulehu yang menurunkan marga Ohorella, Lawataka ke pulau Seram yang menurunkan marga Wakano, Londor tetap di Banda yang menurunkan marga Nurbatty.

Pendapat ini didasarkan pada alasan-alasan sebagai berikut:
1) Alasan yang telah diuraikan pada ketiga pendapat tersebut di atas.
2) Berdasarkan silsilah kaum Alawiyyin (ahlul bait) yang dikeluarkan oleh Lembaga Al Maktab ad-Daimiy li Ihsha wadhabti Ansab al-Alawiyyin, yang menetapkan garis keturunan dari Ali Zainal Abidin bin Husein bin Imam Ali RA, yang wafat pada tahun 95 Hijriyah (714 Miladiyah) sampai dengan Abdullah bin Alwie bin Muhammad yang wafat pada tahun 731 Hijriyah (1328 Miladiyah), yang garis silsilahnya sebesar 17 tingkatan yang memerlukan waktu sebanyak 614 tahun. Sedangkan garis keturunan dari Datuk Zainal Abidin sampai dengan penulis adalah 17 tingkatan berarti memerlukan waktu 614 tahun pula. Sehingga dapat disimpulkan bahwa agama Islam masuk di Jazirah Uli Hatuhaha sekitar tahun 1380 (1995 – 614), di mana pada tahun tersebut Syarif Muhammad bin Ali Zainal Abidin merupakan orang pertama yang menyiarkan agama Islam di Indonesia Timur.
3) Berdasarkan informasi dari leluhur penulis bahwa saat terjadi perang Hoamoal pada tahun 1637, pasukan kerajaan Islam Hatuhaha mengirim bantuan ke Hoamoal yang dipimpin oleh Upu Maramena untuk melawan VOC. Bila dilihat dari silsilah marga Marasabessy, maka Upu Maramena berada di tingkat ke-6 (Datuk Zainal Abidin – Nira Boyake – Tita Hery – Lebe Mansur – Patty Poho I – Maramena), Sehingga dapat dipastikan bahwa Datuk Zainal Abidin hidup sekitar tahun 1380 (abad ke-14). Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa agama Islam masuk di Jazirah Uli hatuhaha sekitar tahun 1380 Masehi.

Kebenaran perjalanan penyiaran agama Islam oleh Datuk Zainal Abidin ke Jazirah Uli Hatuhaha didasarkan pada beberapa informasi, untuk itulah diperlukan suatu pengkajian agar diperoleh kebenaran tentang sejarah perjalanan penyiar agama Islam di Jazirah Uli Hatuhaha.

III. PERJALANAN ZAINAL ABIDIN KE AMAHATU
Seperti yang dikisahkan pada uraian-uraian di atas bahwa kedatangan Datuk Zainal Abidin di Jazirah Uli Hatuhaha, tepatnya di kawasan Wae Talat (Wae Poka Uru) beliau disambut oleh Kapitan Ismail Akipai, karena Kapitan Ismail Akipai ditugaskan untuk merintis wilayah yang akan dimasuki oleh Datuk Zainal Abidin dalam tugas penyiaran agama Islam. Kapitan Ismail Akipai berdasarkan informasi juga berasal dari tanah arab. Sebagai Kapitan yang mempunyai kharisma yang tinggi dalam mengamankan wilayah Uli Hatuhaha terhadap gangguan dari luar, bersama Datuk Zainal Abidin mereka menuju ke pemukiman masyarakat Hatuhaha yang masih bermukim di “Amahatu”. Dalam perjalanan itu mereka sempat beristirahat di suatu tempat yang bernama “Kudamara” kemudian melanjutkan perjalanan ke “Matasiri” dan beristirahat di suatu tempat yang dianggap aman yakni “Asari Lanite”. Asari Lanite berasal dari kata Asari yang berarti rumah dan Lanite yang berarti langit/tingkat dan dapat diartikan sebagai sebuah rumah yang berbentuk tingkat tetapi lantai bawahnya kosong dan terbuka tanpa dinding. Di tempat itu pula Datuk Zainal Abidin menetap sambil mengajarkan agama Islam kepada para pengikutnya di Jazirah Uli Hatuhaha. Sewaktu tinggal di Asari Lanite Datuk Zainal Abidin selalu dikawal oleh Kapitan Ismail Akipai.

Selama berada di Asari Lanite, ada seorang pemuda yang bernama “Seihati” seringkali mendatangi tempat tersebut untuk meminta sisa-sisa makanan dari Datuk Zainal Abidin dan Kapitan Ismail Akipai. Ayah Seihati bernama “Atapari” yang berasal dari desa Passo. Seihati dan ayahnya tinggal di Totu dan pekerjaan mereka adalah nelayan (pembuat bubu). Karena berkeinginan untuk mencicipi kelezatan makanan bersama Datuk Zainal Abidin dan Kapitan Ismail Akipai, Seihati mencoba menawarkan diri untuk tinggal bersama mereka, namun secara halus Datuk Zainal Abidin menawarkan jaminan agar Seihati terlebih dahulu memeluk agama Islam baru dapat diizinkan tinggal bersama atau makan bersama. Atas permintaan ini, Seihati membujuk kedua orang tuanya (saat itu keluarganya masih menganut Animisme), dengan kerelaan dari kedua orang tuanya kemudian Seihati diIslamkan oleh Datuk Zainal Abidin seperti diungkapkan dalam kapatah (lani) di bawah ini:
Ikakuru wae tanusa laloi ia o
Apa pukane in dosa herinyea
Isyika Seihatia herinye
Ihehe nalai Muhudumu

Di sinilah awal masuknya Seihati sebagai pemeluk agama Islam yang kemudian mengganti namanya menjadi Haddam (dalam bahasa Arab Haddam artinya pelayan), kemudian namanya diganti lagi menjadi Muhudumu. Beliaulah orang pertama yang memeluk agama Islam dan mempunyai banyak keturunan di Mandalisa (Rohomoni). Selanjutnya Datuk Zainal Abidin, Kapitan Ismail Akipai dan Muhudumu menuju ke Amahatua untuk bergabung dengan masyarakat Amarima Lounusa di Amahatua, seperti diungkapkan pada kapatah berikut ini:
Latu Akipai pa’aneha Latua Puriasa
Puriasa paatita Lounusa
Ipeki Akipai in salamu maute
Akipai ien salamu maute ia ole kura taha

Perlu diketahui bahwa, sebelum kedatangan Datuk Zainal Abidin di Jazirah Uli Hatuhaha, sudah ada masyarakat di situ, antara lain : Tuan tanah Amahatui yang bernama “Puriasa” yang berasal dari keturunan Kapitan Kawauw, Tuan tanah Nunu Saku pulau Seram (Nusa Ina), Kapitan Tuarihia yang menurunkan marga Latupono, kemudian tibalah kapitan-kapitan yang memiliki kesaktian luar biasa, seperti Kapitan Rihiya Hutubesy, Kapitan Yasi Matawoku, Kapitan Tua Hanai Marabali, Kapitan Waela Rumbesi, tiba lagi Kapitan Seipati Rimaba Karabesi dari gunung Ahiyo/Solo Huwa Nusa Ina, Kapitan Poisina-Sinai Mahu, Upu Karirae yang memperoleh seorang anak yang bergelar Kapitan Matakau Rumbesi serta saudara-saudaranya antara lain : Atia Niyai, Hirisyopa, Matasei (Samasuru), Kapitan Monia Tehusela dan Kapitan Paer (Mandelisa). Kapitan Pauwa Matawaru, Kapitan Samatuate dan Kapitan Tumbalakasiwa berasal dari Waesaleka (Mata Passo), kemudian muncul lagi tokoh Islam yang bernama Datuk Umar dari Mahu Bandar berasal dari keturunan Syech Maulana Magtur dari Teluk Persia yang melahirkan 5 orang anak yaitu : Pahuwae, Henakaiy (Henabesy), Lekaninia, Tua Masanea dan Saleman Patti, tiba lagi Kapitan Lesy Tomalena dan Kapitan Patti Kasim (Mandelisa). Kemudian tiba lagi seorang penganjur agama Islam yang bernama Maulana Malik Ibrahim (Pandita Mahu) dari keturunan Zainal Alam Barakat (Hadramaut), yang muncul di Tihumele adalah Kapitan Tuai Leisina Tuanoya, Kapitan Lesiputi, Kapitan Timinoya dari kelompok Haturesi Rekanyawa. Perlu diketahui pula kedatangan dari Tidore-Jailolo-Ternate, seperti Sumba Gulano di Matasiri, Sarpaleka Wasahua di Samasuru dan Upu Mambaleg di Mandalisa, sehingga daerah Hatuhaha banyak penghuninya, dimana keturunannya masih ada sampai sekarang. Pendatang di Jazirah Uli Hatuhaha banyak berasal dari Nunu Saku (pulau Seram), sedangkan tokoh-tokoh yang memegang pucuk pimpinan di Jazirah Uli Hatuhaha kebanyakan berasal dari Tanah Arab (Hadramaut).

Selain penghuni Jazirah Hatuhaha di atas, terdapat juga satu kelompok tertentu yang mendiami daerah sekitar pulau Haruku misalnya kelompok yang mendiami daerah gunung Sialana (Urisiwa), kelompok yang mendiami belakang gunung Huruwano (Masyarat Kariu), kelompok yang mendiami daerah Asupu, Hita, e, terdapat juga kelompok di Wae Risa-Lana gunung Ahe, serta kelompok yang mendiami gunung Noni bahkan di pesisir pantai.Sebelum kedatangan penganjur agama Islam di Jazirah Uli Hatuhaha, maka kepercayaan masyarakat pada saat itu masih menyembah berhala seperti batu-batu dan lain sebagainya. Bahkan anggapan mereka bahwa Tuhan itu ada di langit, yang dikenal dengan istilah “Laha Tala Lanite”.

Dengan kadatangan Datuk Zainal Abidin (Pandita Pasai) di Jazirah Uli Hatuhaha, yang merupakan tokoh pertama penganjur agama Islam, maka agama Islam mulai mendapat tempat di masyarakat Jazirah Uli Hatuhaha. Sehingga pada tahun 1410-1412 bertepatan dengan terbentuknya Kerajaan Islam Hatuhaha, dengan suatu ketegasan dari Datuk Zainal Abidin maka seluruh masyarakat Amarima Lounusa memeluk agama Islam.
Selain sebagai penganjur agama Islam di Jazirah Uli Hatuhaha, Datuk Zainal Abidin juga menyiarkan agama Islam di Jazirah Hatawano Iha, yang diproklamirkan menjadi Kerajaan Islam Iha Ulu Palu pada tahun 1412, dimana beliau menapakkan kaki di sebuah pulau kecil sehingga pulau tersebut dinamakan Pulau Maulana dekat pulau Saparua. Beliau juga menyiarkan agama Islam di Seram Selatan, Seram Timur, Jazirah Huamual (Luhu) dan Jazirah Leitimur (Hitu) sebelum tiba utusan dari Sunan Giri (Raja Pelatine dan Pulatu).

Dengan demikian dapat diketahui bahwa Datuk Zainal Abidin mempunyai peranan yang cukup besar sebagai penganjur agama Islam di Jazirah Uli Hatuhaha serta pembentukan Kerajaan Islam Hatuhaha. Penyebaran agama Islam di Jazirah Uli Hatuhaha tidak menimbulkan kegoncangan di kalangan Amarima Lounusa karena Islam yang baru datang tersebut tidak melarang masyarakat Amarima Lounusa menjalankan adat istiadat dan tradisi maupun kebudayaan khusus, sehingga mereka yakin benar Islam tidak memisahkan masa kini dengan masa lalu. Malah Islam ingin menjalin kebahagiaan dunia dan akhirat. Islam senantiasa menghindari terjadi kegoncangan di kalangan masyarakat Amarima Lounusa, selalu berusaha mempertemukan perbedaan-perbedaan yang ada, paling tidak berusaha menyesuaikan sebagian adat istiadat dan tradisi setempat dengan praktek-praktek yang didekatkan dengan dasar-dasar Islam. Sudah tentu praktek penyesuaian itu tidak boleh mengorbankan pilar-pilar Islam, terutama fardhu (rukun Islam) yang lima. Jadi di satu sisi Islam memperkeras pengukuhan tauhid kepada Allah SWT dan kenabian Muhammad SAW, mengumandangkan dua kalimat syahadat dan memerintahkan penunaian ibadah yang suci yakni shalat. Namun di dalamnya masih ditemukan kelunakan-kelunakan dalam berbagai segi yang dianggap tidak menyimpang dengan pokok-pokok ajaran Islam.


Disusun Oleh:
Ir. Rasyid Marasabessy
Ir. Rohani Ohorella

Referensi:
1. Prof. Dr. H. Abubakar Aceh. Sekitar Masuknya Islam ke Indonesia. Indonesia. 1871.
2. Dr. Adil Muhyid Din al-Allusi. Al’urubatu Wal Islam Fi Junubi Syarqi Asia Alhindu wa Indonesia. Bagdad. 1988.
3. Al-Imam Al-Allamah Sayyid Abdullah bin Alwi Al-Haddad. Al-Mu’awanah wa Al-Muzhaharah wa Al-Muwazarah li Al-Raghibin min Al-Mu’minin fi Suluk Al-Thariq Al-Akhirah. Mesir. 1929.
4. Muhammad Al-Baqir. Ulama Sufi dan Pimpinan Umat : Ali Zainal Abidin, Cucu Rasulullah. Bandung. 1983.
5. A. Latif Tuanany. Tinjauan Selayang Pandang Tentang Jazirah Uli Hatuhaha. Kailolo. 1989.
6. Tete Hi. Ali Marasabessy. Tokoh Ulama Kailolo/Maluku. 1983.
7. Abubakar Ohorella. Pemuka Masyarakat Kailolo.1989.
8. Hi. Kojabale Marasabessy. Pemuka Masyarakat Kailolo. 1989.

  • Ini Beta

    Y!M status:
    WARNET PONDOK.NET
    Jl. Raya Tulehu, No. 26
    Dsn Pohon Mangga, Tulehu
    A m b o n

    eFeS : Rad Marssy
    eFBi : Rad Marssy
    CopyLeft Notice:
    Barangsiapa dengan sengaja mengutip, menyiarkan, memamerkan, mengedarkan, meng-copy paste kepada umum suatu bagian dari blog ini diwajibkan kepadanya untuk menyertakan sumber asli bagian yang dimaksud. Dilarang membawa kamera, handycam, tape recorder, atau alat perekam lainnya.
    (hehe5x... srius amat bacanya).

    NO SMOKING BLOG...!!!

    STORY OF EARTH...???
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.