Masuknya Islam di Jazirah Hatuhaha

I. UMUM
Berdasarkan seminar “Masuknya Islam ke Indonesia” yang dilaksanakan pada 17 – 20 Maret 1963 di Medan, menyimpulkan bahwa Islam masuk pertama kalinya ke Indonesia pada abad pertama Hijriyah atau sekitar dekade ke-tujuh dari abad ke-tujuh Masehi langsung dari Arab, dan bahwa kota Aceh, yang terletak di Barat Daya Sumatera, merupakan daerah pertama di Indonesia yang didatangi penyiar-penyiar agama Islam.
Penyiar-penyiar Islam yang datang di Indonesia saat itu diduga para saudagar atau mubaligh Arab dari Hadramaut, karena Arab Hadramaut itu sudah sampai ke Indonesia sejak abad pertama Hijriyah (Ke-tujuh Masehi), di antara saudagar dan mubaligh tersebut terdapat golongan Alawiyyin keturunan Sayyidina Hasan dan Husein bin Ali bin Abu Thalib, baik yang berasal dari Mekkah-Medinah maupun yang kemudian menetap di Hadramaut. Mereka berlayar ke Timur dengan maksud berdagang sambil berdakwah serta menyelamatkan diri dari pemerintahan Bani Umayah, yang terus menerus melakukan pengejaran dan pembunuhan atas keluarga Ahlul Bait (kaum Alawiyyin).

Selanjutnya, kerajaan Islam yang pertama di Indonesia, bahkan juga Asia Tenggara adalah sebuah kerajaan yang didirikan di Perlak pada 1 Muharram 226 Hijriyah atau 840 Masehi di bawah pemerintahan Sayyid Maulana Abdul Azis Syah, yang memegang tampuk pemerintahan dari 226-250 Hijriyah atau 840-864 Masehi. Ayahnya bernama Sayyid Ali bin Muhammad bin Jafar ash-Shadiq bin Muhammad al-Baqir bin Zainal Abidin bin Husein bin Ali bin Abu Thalib.
Setelah itu bermunculan kerajaan-kerajaan Islam lainnya, seperti kerajaan Samudera Pasai di Aceh pada tahun 434 H atau 1042 M dan kerajaan Islam yang juga di Aceh pada tahun 602 H atau 1205 M. Dari Aceh barulah agama Islam tersebar ke mana-mana, juga ke pantai-pantai di pulau Jawa dan di Indonesia Timur seperti Maluku. Perlu diketahui bahwa penyiaran agama Islam ke seluruh wilayah Indonesia secara resmi setelah berdirinya kerajaan Islam Samudera Pasai pada abad ke-13 Masehi.

II. MASUKNYA PENYIAR ISLAM DI JAZIRAH HATUHAHA
Salah seorang tokoh Islam yang mempunyai andil dan peran penting dalam penyiaran agama Islam di Maluku Tengah, khususnya di Jazirah Uli Hatuhaha adalah Datuk Zainal Abidin, yang kisah perjalanannya dalam penyiaran agama Islam sampai masuk ke Jazirah Uli Hatuhaha, mengundang berbagai pendapat antara lain:

Pendapat Pertama
Penyiar Islam di Jazirah Uli Hatuhaha adalah Datuk Maulana Zainal Abidin bin Husein bin Ali, cucu dari Imam Ali bin Abu Thalib yang berangkat dari Arab menuju tanah Cina, melintasi semenanjung Malaka dan pada permulaan abad ke-8 memasuki Indonesia melalui Aceh, di sini Datuk Zainal Abidin menyiarkan agama Islam tapi masih dalam bentuk menanamkan benih agama yang masih terbatas pada kelompok perorangan. Perjalanannya kemudian dilanjutkan ke Makassar (Gowa) dan menikah dengan seorang puteri Gowa dan memperoleh seorang putera yang diberi nama Saidi Alim. Selanjutnya Datuk Zainal Abidin berangkat ke Indonesia Timur dan singgah di Buton. Di sini Datuk Zainal Abidin menanamkan benih agama Islam melalui pendidikan formal dengan harapan agama Islam dapat diwariskan dan disebarkan di daerah tersebut, maka diangkatlah beberapa murid sebagai penggantinya yaitu Sultan Nalar Syafi’i dan Sultan Kaimuddin. Kemudian perjalanan dilanjutkan ke daerah Maluku yaitu Jazirah Uli Hatuhaha, Saat itu pulau Haruku belum dihuni, Datuk Zainal Abidin kemudian kembali dengan meninggalkan bekas telapak kaki sebagai bukti bahwa Beliaulah orang pertama yang datang lebih dulu.

Kemudian Datuk Zainal Abidin datang untuk kedua kali ke Jazirah Uli Hatuhaha dengan suatu harapan tempat ini telah berpenghuni. Kedatangannya yang kedua ini sempat bertemu dengan “PURIASA” (salah seorang penduduk Uli Hatuhaha) dan raja Jin yang bernama “ABDULLAH” yang lazim dikenal dengan YARIMAU ALAKA. Pada saat itu Datuk Zainal Abidin sempat menyaksikan perdebatan antara Puriasa dengan Raja Jin, tentang siapa yang datang lebih dahulu ke Jazirah Uli Hatuhaha sebagai pertanda untuk menanamkan kekuasaan pada wilayah tersebut. Dengan nada spontan Datuk Zainal Abidin mengatakan bahwa beliaulah yang datang lebih dahulu dengan menunjukkan bukti bekas telapak kaki yang tertempel pada sebuah batu. Namun bukti tersebut belum menjadi alasan yang kuat untuk menyelesaikan permasalahan tersebut, dengan alasan yang cukup realistis bahwa sejak kedatangan Datuk Zainal Abidin yang kedua ini Puriasa maupun raja Jin tidak pernah melihatnya. Dengan demikian mereka bertiga mengambil suatu kebijaksanaan melalui permainan “ENGGO” (permainan yang saling mencari tempat persembunyian), dengan syarat apabila di antara ketiganya salah satu tidak diketahui tempat persembunyiannya berarti dialah yang lebih dahulu menginjakkan kaki di Jazirah Uli Hatuhaha. Dari hasil permainan itu diputuskan secara mutlak bahwa Datuk Zainal Abidin-lah sebagai orang pertama yang memasuki Jazirah Uli Hatuhaha.
Untuk kedatangan ketiga kalinya di Jazirah Uli Hatuhaha, Datuk Zainal Abidin disambut oleh Kapitan Ismail Akipai di kawasan pantai sebelah Barat Uli Hatuhaha tepatnya di kawasan Wae Talat (Wae Poka Uru).

Pendapat Kedua
Datuk Zainal Abidin merupakan jelmaan dari Neira, salah satu datuk di antara empat datuk yang muncul secara gaib di kawasan Nusa Wakan. Keempat datuk tersebut adalah Salamon, Londor, Lawataka dan Neira serta saudara perempuan mereka yang bernama Boiratan.
Dalam pembagian tugas penyiaran agama Islam, Neira ditugaskan menyiarkan agama Islam di Jazirah Uli Hatuhaha yang menurunkan keturunan bermarga Marasabessy, Salamon menuju desa Tulehu yang menurunkan keturunan bermarga Ohorella, Lawataka menuju pulau Seram yang menurunkan keturunan bermarga Wakano, dan Londor menuju Banda yang menurunkan keturunan bermarga Nurbatty.
Dengan demikian, anggapan Datuk Zainal Abidin yang masuk melalui Banda ke Uli Hatuhaha adalah jelmaan dari “NEIRA” dan beliaulah adik dari keempat saudara Salamon, Londor, Lawataka, dan Boiratan.

Pendapat Ketiga
Penyiar agama Islam di jazirah Uli hatuhaha adalah Datuk Syarif Muhammad bin Zainal Abidin yang mempunyai keturunan dengan Ali Zainal Abidin bin Husein bin Ali RA, cucu dari Sayidina Ali bin Abu Thalib RA. Hal ini diperkuat oleh berbagai referensi, antara lain:

1) Prof. Dr. H. Abubakar Aceh, dalam bukunya “Sekitar Masuknya Islam ke Indonesia”, halaman 9 dan 10 yang menjelaskan bahwa, Syarif Aulia (Syarif Muhammad bin Ali Zainal Abidin) termasuk orang yang pertama menyiarkan agama Islam di Indonesia Timur, Beliau datang ke Jawa pada zaman Ampel tahun 801 Hijriyah (1398 Masehi) bersama anak dan saudara-saudaranya, begitu juga pamannya yang bernama Maulana Malik Ibrahim.
2) Al-Imam al-Allamah Sayyid Abdullah bin Alwi al-Haddad, dalam bukunya risalah “al-Mu’awanah wa al-Muzhaharah wa al-Muwazarah li al-Raghibin bin Suluk al-Thariq al-Akhirah”, pada halaman 17 yang menjelaskan bahwa Sayyid Muhammad bin Ali Zainal Abidin al-Faqih al-Muqaddam merupakan datuk-datuk kaum Alawiyyin yang datang ke Indonesia untuk menyiarkan agama Islam. Beliau termasuk seorang tokoh Sufi paling terkenal di hadramaut, yang telah mencapai tingkat Mujtahit Mutlak dalam ilmu Syariat dan tingkat Qutb dalam ilmu Hakikat. Perlu diketahui Sayyid Muhammad bin Ali Zainal Abidin al-Faqih al-Muqaddam tidak termasuk tokoh Wali Songo.
3) Dr. Adil Muhyid Din Al Allusi, dalam bukunya “Al’urubatu Wal Islamu Fi Janubi Syarqi Asia Alhindu Wa Indonesia”, pada halaman 33 dan 34 menjelaskan bahwa orang pertama yang menyiarkan agama Islam di Indonesia Bagian Timur adalah Syarif Aulia (Maulana Zainal Abidin).

Pendapat Keempat
Berusaha mempertemukan ketiga pendapat di atas, yaitu penyiar agama Islam di Jazirah Uli Hatuhaha adalah Datuk Syarif Muhammad bin Ali Zainal Abidin, yang mempunyai hubungan keturunan dengan Ali Zainal Abidin bin Husein bin Imam Ali RA, yang berangkat dari Hadramaut melalui tanah Cina, melintasi semenanjung Malaka kemudian pada akhir abad ke-13 memasuki Indonesia selanjutnya ke Makassar (Gowa) dan menikah dengan seorang puteri Gowa yang dikaruniai seorang putera dan diberi nama Saidi Alim. Selanjutnya beliau melanjutkan perjalanan ke Maluku yaitu Jazirah Uli Hatuhaha.
Kedatangannya yang kedua di Jazirah Uli Hatuhaha, dengan harapan dapat menyebarkan agama Islam. Kemudian Datuk Syarif Muhammad bin Ali Zainal Abidin menikah dengan seorang puteri Puriasa yang bernama “Nunu Sumba”. Dari hasil perkawinannya ini Datuk Syarif Muhammad bin Ali Zainal Abidin dikaruniai 4 orang putera dan 1 orang puteri yaitu Salamon, Londor, Lawataka, Neira dan Boiratan.

Datuk Syarif Muhammad bin Ali Zainal Abidin meninggalkan mereka berlima yang masih kecil untuk melanjutkan penyiaran agama Islam di daerah lain dan seterusnya kembali ke tanah Arab. Karena rasa rindu ke-5 anak tersebut kepada orang tua mereka di samping ingin mendalami ilmu pengetahuan agama Islam, dengan tekad yang bulat serta dibekali sebuah Takraw Emas dan Nisyal Emas, titipan orang tuanya Datuk Syarif Muhammad bin Ali Zainal Abidin, maka dilakukanlah perjalanan dari Nusa Wakan dan singgah di Nusa Banda untuk menitipkan saudara perempuan mereka “nene Boiratan”.
Setelah itu mereka berangkat ke tanah Arab dan singgah di Mesir seperti diungkapkan dalam “Kutumele Upu Haasyi”. Setelah kembalinya mereka dari Mesir, mereka singgah di Banda untuk menemui saudara perempuan mereka. Kemudian Neira ditugaskan kembali ke Jazirah Uli hatuhaha dan menikah dengan seorang puteri Wai yang bernama “Pikalina” dan dikaruniai 4 orang anak yaitu Putiiman, Tuturesy, Salarita dan Tita Hery, yang menurunkan marga Marasabessy, Salamon ke Tulehu yang menurunkan marga Ohorella, Lawataka ke pulau Seram yang menurunkan marga Wakano, Londor tetap di Banda yang menurunkan marga Nurbatty.

Pendapat ini didasarkan pada alasan-alasan sebagai berikut:
1) Alasan yang telah diuraikan pada ketiga pendapat tersebut di atas.
2) Berdasarkan silsilah kaum Alawiyyin (ahlul bait) yang dikeluarkan oleh Lembaga Al Maktab ad-Daimiy li Ihsha wadhabti Ansab al-Alawiyyin, yang menetapkan garis keturunan dari Ali Zainal Abidin bin Husein bin Imam Ali RA, yang wafat pada tahun 95 Hijriyah (714 Miladiyah) sampai dengan Abdullah bin Alwie bin Muhammad yang wafat pada tahun 731 Hijriyah (1328 Miladiyah), yang garis silsilahnya sebesar 17 tingkatan yang memerlukan waktu sebanyak 614 tahun. Sedangkan garis keturunan dari Datuk Zainal Abidin sampai dengan penulis adalah 17 tingkatan berarti memerlukan waktu 614 tahun pula. Sehingga dapat disimpulkan bahwa agama Islam masuk di Jazirah Uli Hatuhaha sekitar tahun 1380 (1995 – 614), di mana pada tahun tersebut Syarif Muhammad bin Ali Zainal Abidin merupakan orang pertama yang menyiarkan agama Islam di Indonesia Timur.
3) Berdasarkan informasi dari leluhur penulis bahwa saat terjadi perang Hoamoal pada tahun 1637, pasukan kerajaan Islam Hatuhaha mengirim bantuan ke Hoamoal yang dipimpin oleh Upu Maramena untuk melawan VOC. Bila dilihat dari silsilah marga Marasabessy, maka Upu Maramena berada di tingkat ke-6 (Datuk Zainal Abidin – Nira Boyake – Tita Hery – Lebe Mansur – Patty Poho I – Maramena), Sehingga dapat dipastikan bahwa Datuk Zainal Abidin hidup sekitar tahun 1380 (abad ke-14). Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa agama Islam masuk di Jazirah Uli hatuhaha sekitar tahun 1380 Masehi.

Kebenaran perjalanan penyiaran agama Islam oleh Datuk Zainal Abidin ke Jazirah Uli Hatuhaha didasarkan pada beberapa informasi, untuk itulah diperlukan suatu pengkajian agar diperoleh kebenaran tentang sejarah perjalanan penyiar agama Islam di Jazirah Uli Hatuhaha.

III. PERJALANAN ZAINAL ABIDIN KE AMAHATU
Seperti yang dikisahkan pada uraian-uraian di atas bahwa kedatangan Datuk Zainal Abidin di Jazirah Uli Hatuhaha, tepatnya di kawasan Wae Talat (Wae Poka Uru) beliau disambut oleh Kapitan Ismail Akipai, karena Kapitan Ismail Akipai ditugaskan untuk merintis wilayah yang akan dimasuki oleh Datuk Zainal Abidin dalam tugas penyiaran agama Islam. Kapitan Ismail Akipai berdasarkan informasi juga berasal dari tanah arab. Sebagai Kapitan yang mempunyai kharisma yang tinggi dalam mengamankan wilayah Uli Hatuhaha terhadap gangguan dari luar, bersama Datuk Zainal Abidin mereka menuju ke pemukiman masyarakat Hatuhaha yang masih bermukim di “Amahatu”. Dalam perjalanan itu mereka sempat beristirahat di suatu tempat yang bernama “Kudamara” kemudian melanjutkan perjalanan ke “Matasiri” dan beristirahat di suatu tempat yang dianggap aman yakni “Asari Lanite”. Asari Lanite berasal dari kata Asari yang berarti rumah dan Lanite yang berarti langit/tingkat dan dapat diartikan sebagai sebuah rumah yang berbentuk tingkat tetapi lantai bawahnya kosong dan terbuka tanpa dinding. Di tempat itu pula Datuk Zainal Abidin menetap sambil mengajarkan agama Islam kepada para pengikutnya di Jazirah Uli Hatuhaha. Sewaktu tinggal di Asari Lanite Datuk Zainal Abidin selalu dikawal oleh Kapitan Ismail Akipai.

Selama berada di Asari Lanite, ada seorang pemuda yang bernama “Seihati” seringkali mendatangi tempat tersebut untuk meminta sisa-sisa makanan dari Datuk Zainal Abidin dan Kapitan Ismail Akipai. Ayah Seihati bernama “Atapari” yang berasal dari desa Passo. Seihati dan ayahnya tinggal di Totu dan pekerjaan mereka adalah nelayan (pembuat bubu). Karena berkeinginan untuk mencicipi kelezatan makanan bersama Datuk Zainal Abidin dan Kapitan Ismail Akipai, Seihati mencoba menawarkan diri untuk tinggal bersama mereka, namun secara halus Datuk Zainal Abidin menawarkan jaminan agar Seihati terlebih dahulu memeluk agama Islam baru dapat diizinkan tinggal bersama atau makan bersama. Atas permintaan ini, Seihati membujuk kedua orang tuanya (saat itu keluarganya masih menganut Animisme), dengan kerelaan dari kedua orang tuanya kemudian Seihati diIslamkan oleh Datuk Zainal Abidin seperti diungkapkan dalam kapatah (lani) di bawah ini:
Ikakuru wae tanusa laloi ia o
Apa pukane in dosa herinyea
Isyika Seihatia herinye
Ihehe nalai Muhudumu

Di sinilah awal masuknya Seihati sebagai pemeluk agama Islam yang kemudian mengganti namanya menjadi Haddam (dalam bahasa Arab Haddam artinya pelayan), kemudian namanya diganti lagi menjadi Muhudumu. Beliaulah orang pertama yang memeluk agama Islam dan mempunyai banyak keturunan di Mandalisa (Rohomoni). Selanjutnya Datuk Zainal Abidin, Kapitan Ismail Akipai dan Muhudumu menuju ke Amahatua untuk bergabung dengan masyarakat Amarima Lounusa di Amahatua, seperti diungkapkan pada kapatah berikut ini:
Latu Akipai pa’aneha Latua Puriasa
Puriasa paatita Lounusa
Ipeki Akipai in salamu maute
Akipai ien salamu maute ia ole kura taha

Perlu diketahui bahwa, sebelum kedatangan Datuk Zainal Abidin di Jazirah Uli Hatuhaha, sudah ada masyarakat di situ, antara lain : Tuan tanah Amahatui yang bernama “Puriasa” yang berasal dari keturunan Kapitan Kawauw, Tuan tanah Nunu Saku pulau Seram (Nusa Ina), Kapitan Tuarihia yang menurunkan marga Latupono, kemudian tibalah kapitan-kapitan yang memiliki kesaktian luar biasa, seperti Kapitan Rihiya Hutubesy, Kapitan Yasi Matawoku, Kapitan Tua Hanai Marabali, Kapitan Waela Rumbesi, tiba lagi Kapitan Seipati Rimaba Karabesi dari gunung Ahiyo/Solo Huwa Nusa Ina, Kapitan Poisina-Sinai Mahu, Upu Karirae yang memperoleh seorang anak yang bergelar Kapitan Matakau Rumbesi serta saudara-saudaranya antara lain : Atia Niyai, Hirisyopa, Matasei (Samasuru), Kapitan Monia Tehusela dan Kapitan Paer (Mandelisa). Kapitan Pauwa Matawaru, Kapitan Samatuate dan Kapitan Tumbalakasiwa berasal dari Waesaleka (Mata Passo), kemudian muncul lagi tokoh Islam yang bernama Datuk Umar dari Mahu Bandar berasal dari keturunan Syech Maulana Magtur dari Teluk Persia yang melahirkan 5 orang anak yaitu : Pahuwae, Henakaiy (Henabesy), Lekaninia, Tua Masanea dan Saleman Patti, tiba lagi Kapitan Lesy Tomalena dan Kapitan Patti Kasim (Mandelisa). Kemudian tiba lagi seorang penganjur agama Islam yang bernama Maulana Malik Ibrahim (Pandita Mahu) dari keturunan Zainal Alam Barakat (Hadramaut), yang muncul di Tihumele adalah Kapitan Tuai Leisina Tuanoya, Kapitan Lesiputi, Kapitan Timinoya dari kelompok Haturesi Rekanyawa. Perlu diketahui pula kedatangan dari Tidore-Jailolo-Ternate, seperti Sumba Gulano di Matasiri, Sarpaleka Wasahua di Samasuru dan Upu Mambaleg di Mandalisa, sehingga daerah Hatuhaha banyak penghuninya, dimana keturunannya masih ada sampai sekarang. Pendatang di Jazirah Uli Hatuhaha banyak berasal dari Nunu Saku (pulau Seram), sedangkan tokoh-tokoh yang memegang pucuk pimpinan di Jazirah Uli Hatuhaha kebanyakan berasal dari Tanah Arab (Hadramaut).

Selain penghuni Jazirah Hatuhaha di atas, terdapat juga satu kelompok tertentu yang mendiami daerah sekitar pulau Haruku misalnya kelompok yang mendiami daerah gunung Sialana (Urisiwa), kelompok yang mendiami belakang gunung Huruwano (Masyarat Kariu), kelompok yang mendiami daerah Asupu, Hita, e, terdapat juga kelompok di Wae Risa-Lana gunung Ahe, serta kelompok yang mendiami gunung Noni bahkan di pesisir pantai.Sebelum kedatangan penganjur agama Islam di Jazirah Uli Hatuhaha, maka kepercayaan masyarakat pada saat itu masih menyembah berhala seperti batu-batu dan lain sebagainya. Bahkan anggapan mereka bahwa Tuhan itu ada di langit, yang dikenal dengan istilah “Laha Tala Lanite”.

Dengan kadatangan Datuk Zainal Abidin (Pandita Pasai) di Jazirah Uli Hatuhaha, yang merupakan tokoh pertama penganjur agama Islam, maka agama Islam mulai mendapat tempat di masyarakat Jazirah Uli Hatuhaha. Sehingga pada tahun 1410-1412 bertepatan dengan terbentuknya Kerajaan Islam Hatuhaha, dengan suatu ketegasan dari Datuk Zainal Abidin maka seluruh masyarakat Amarima Lounusa memeluk agama Islam.
Selain sebagai penganjur agama Islam di Jazirah Uli Hatuhaha, Datuk Zainal Abidin juga menyiarkan agama Islam di Jazirah Hatawano Iha, yang diproklamirkan menjadi Kerajaan Islam Iha Ulu Palu pada tahun 1412, dimana beliau menapakkan kaki di sebuah pulau kecil sehingga pulau tersebut dinamakan Pulau Maulana dekat pulau Saparua. Beliau juga menyiarkan agama Islam di Seram Selatan, Seram Timur, Jazirah Huamual (Luhu) dan Jazirah Leitimur (Hitu) sebelum tiba utusan dari Sunan Giri (Raja Pelatine dan Pulatu).

Dengan demikian dapat diketahui bahwa Datuk Zainal Abidin mempunyai peranan yang cukup besar sebagai penganjur agama Islam di Jazirah Uli Hatuhaha serta pembentukan Kerajaan Islam Hatuhaha. Penyebaran agama Islam di Jazirah Uli Hatuhaha tidak menimbulkan kegoncangan di kalangan Amarima Lounusa karena Islam yang baru datang tersebut tidak melarang masyarakat Amarima Lounusa menjalankan adat istiadat dan tradisi maupun kebudayaan khusus, sehingga mereka yakin benar Islam tidak memisahkan masa kini dengan masa lalu. Malah Islam ingin menjalin kebahagiaan dunia dan akhirat. Islam senantiasa menghindari terjadi kegoncangan di kalangan masyarakat Amarima Lounusa, selalu berusaha mempertemukan perbedaan-perbedaan yang ada, paling tidak berusaha menyesuaikan sebagian adat istiadat dan tradisi setempat dengan praktek-praktek yang didekatkan dengan dasar-dasar Islam. Sudah tentu praktek penyesuaian itu tidak boleh mengorbankan pilar-pilar Islam, terutama fardhu (rukun Islam) yang lima. Jadi di satu sisi Islam memperkeras pengukuhan tauhid kepada Allah SWT dan kenabian Muhammad SAW, mengumandangkan dua kalimat syahadat dan memerintahkan penunaian ibadah yang suci yakni shalat. Namun di dalamnya masih ditemukan kelunakan-kelunakan dalam berbagai segi yang dianggap tidak menyimpang dengan pokok-pokok ajaran Islam.


Disusun Oleh:
Ir. Rasyid Marasabessy
Ir. Rohani Ohorella

Referensi:
1. Prof. Dr. H. Abubakar Aceh. Sekitar Masuknya Islam ke Indonesia. Indonesia. 1871.
2. Dr. Adil Muhyid Din al-Allusi. Al’urubatu Wal Islam Fi Junubi Syarqi Asia Alhindu wa Indonesia. Bagdad. 1988.
3. Al-Imam Al-Allamah Sayyid Abdullah bin Alwi Al-Haddad. Al-Mu’awanah wa Al-Muzhaharah wa Al-Muwazarah li Al-Raghibin min Al-Mu’minin fi Suluk Al-Thariq Al-Akhirah. Mesir. 1929.
4. Muhammad Al-Baqir. Ulama Sufi dan Pimpinan Umat : Ali Zainal Abidin, Cucu Rasulullah. Bandung. 1983.
5. A. Latif Tuanany. Tinjauan Selayang Pandang Tentang Jazirah Uli Hatuhaha. Kailolo. 1989.
6. Tete Hi. Ali Marasabessy. Tokoh Ulama Kailolo/Maluku. 1983.
7. Abubakar Ohorella. Pemuka Masyarakat Kailolo.1989.
8. Hi. Kojabale Marasabessy. Pemuka Masyarakat Kailolo. 1989.

About these ads

51 Komentar

  1. Ass. Wr. Wb. saya Ohorella dari Ayah asal Tulehu Ibu asal Wakasihu.
    Membaca artikel diatas sangat menarik, artinya ini Sejarah masuknya Islam di Maluku versi dari Uli Hatuhaha, Saya pernah dengar cerita dari orang tua saya (versi tulehu) hampir sama
    Kesimpulannya… Islam yang dibawa ke Hatuhaha, Tulehu, Seram, Banda dll, adalah dari keluarga Ahlul Bait (Turunan Suci Nabi Muhammad SAW). Turunan ini sebagian besar bermazhab Jafariyah (Mazhab Syiah 12 Imam) yang banyak bermukim di Iran, Irak, Yaman (Hadramaut), Lebanon, dll.
    Mudah2an kita semua mendapat Syafaat dari Nabi dan Keluarganya.
    Cerita-cerita seperti ini harus tetap dipertahankan dan dilestarikan, agar anak cucu kita nanti tahu akan asal usulnya.
    Allahumma Shalli ala Muhammad wa’ali Muhammad.
    Wassalam… Wr. Wb.
    Trimakasih buat, Abang Rasyid M dan Abang Rohani O.

  2. as yth :admin kami nurbati atau nayyirahbati , bukanlah keturunan londor < kyakx ente salah ya yang di panggil nira itu kami bukan kalian adpun tuan datuk maulana zainal abidin tidak ad hub kturunan sama kalian , ingat jagn mensabkan sembarngn karna ada bala dari allah taala . buat ente thu ana jga paham bnyak silsilah alawiyyin kami nayyirahbati yang menurunkan tuan maulana zainal abidin bukan kalian , kalian itu lah wailondor yang menikah dengan boki boy ratan dan satu hal kami bukan lawiyyin tetapi "alhasssaniy" wassalam…

    • alawiyyin dan alhasssaniy bedany apa ya……….??????????????, emang klw termasuk dari salah satu itu berarti masuk surga atw paling tidak dia punya kedudukan mulia….???????, sunggguh aneh kita ini, menganggap diri yang paling mulia dan hebat, emang kalian diciptakan dari emas dan manusia lain dari tanah. orang ateis sekalipun lebih mulia dari kita jikalau dia tau “syariat” Tuhan, dia tidak menghina manusia lain, meremehkan, berbohong, menyakiti, pancuri, dan lain2 (bedanya ateis ya karna mrka tidak percaya tuhan aja). bukannya katong samua ini berasal dari tete Adam dan nene Hawa, atau ada yang berasal dari ” asal / sumber ” yang lain..??.
      BUKANKAH ISLAM ITU SATU, BAIK ITU SUNI, SYIAH, atw yang lain. perbedaan kita hanya pada implementasi (pelaksanaan di lapangan aja)…

      • like this.

      • salam……bukan hak kalian untuk menggolongkan kami masuk kalian, kami beda dengan kelompok ank cucu datuk yang mulia ALLAH yaarhaam boy ratan,,,saya tdk menghina siapa-siapa ttp jagn mnggolongkan kami sembarangan…….yang haq ttp haq, yang bahtil tetap bathil

    • itu hanya sebuah kesimpulan sang penulis karena penulis mencantumkan beberapa sumber, kalo dari versi kami orang Wakang tanah ambon itu tidak turun dari puteri boiratang, kami punya hubungan yang sama dengan Ohorella dan Marasabessy, dan juga leluhur Boiratang sendiri, tetapi mereka(ohorella dan marasabessy) dan kami bukan anak cucu boki boiratang, Islam dalam versi peta penyebaran lain dibawa oleh seorang saudagar arab yang menetap lama di cina, kemudian bersama sebuah armada besar datang ke indonesia untuk berdagang. Beliau menikahi pribumi dan menetap. adapun nusa wakan yang dimaksud penulis itu menyangkut penamaan pulau seperti tulisan yang menguatkan pada versi orang cina pertama di semarang(jawa) tentang daerah mangan disemarang, Wakang sendiri berarti perahu besar dan asal kata ini adalah dialek mandarin hokian, dari cerita beberapa generasi kemudian juga menguatkan pertolongan tiga saudagar cina Islam di kota ambon (Liem, Tang, Syukur), yang membantu tuan kami saat berurusan dengan pengadilan belanda, mereka lebih paham asal-usul kami. untuk saudara idrus harus juga lebih hati-hati, dalam hal ini gunakan kata halus untuk menjelaskan, anda mengelak bukan turunan londor seperti anda menganggap remeh londor dan boiratang, coba gunakan bahasa yang lebih sopan– apa yang anda ketahui dan apa yang penulis ketahui tidak ada sangkut pautnya dengan tuan-tuan seperti londor dan boiratang, kemudian anda membesarkan masalah nasab dan golongan itu sangat disayangkan, seperti beberapa orang di ambon dan indonesia yang sering membesarkan nasab mereka hanya untuk sebuah pengakuan… anda sendiri tidak bisa menjelaskan dengan betul siapa boiratang jika dilihat dari versi kami tentang asal usul yang anda maksud adalah salah, jadi hati-hati berbicara boiratang, bisa jadi puang itu juga punya garis yang sama dengan anda, atau bahkan apa yang anda banggakan dan apa yang anda remehkan itu sesuatu yang terbalik..Waullahualam

      • salam saudaraku afwan….
        ente salah besar kami bukan keturunan londor…saya nafikan kalau kami bukan keturunan yang mulia tuan lonthor bukan karena mrendahkan beliau…ente salah karena keturunan tuan lonthor bisa marah pada kami ente tidak tahu jagn berbicara sembarangan………
        dimana kata2 saya yang merendahkan mereka…….jagn salah paham sudara….

      • ……………bagi mereka yang menasabkan diri mereka kepada Tuan Maulana itu hak mereka……..tapi jangan menasabkan kami kepada tuan Lontoir itu salah besar …………kalau tidak tahu jangan memasukkan kami pada keturunan yang Beliau …..kalau tidak tahu jagan sok komentar,,kalau mau coba jawab dari jalur mana Tuan Yang Mulia Maulana Zainal abidin alah aalu Alhaddad…..dari mana beliau itu alhaddad ……..alhaddad apa?……Paham tidak…….Alhaddad Bin alu Apa?…..

      • siapa yang katakan itu pernyataan dari Rabithah alawiyah mana Buktinya….Karena Saya juga memegang berbagai sumber silsilah dan nasab orang arab ……referensi di maktab daimi pula ada pada saya…….saya bukan sok tahu atau bicara sembarangan ………………..jadi tolong ,,,,,,mf saudaraku saya hanya mau meluruskan supaya semua menjadi baik…….. mereka yang ada di hatuhaha itu adalah saudara kami ……saya tidak menolak sejarah mereka..tetapi sekali lagi saya atau kami bukan keturunan tuan lonthoir……jadi mf jika kata2 saya ada yang menyinggung perasaan kalian,,,,,afwan wahai saudaraku…

  3. @. Ass. Bung Admin. Mohon izin untuk unduh artikelnya ya, buat bacaan untuk anak cucu nanti.
    @. Bung Muh. Idrus Nayyirahbati.. Artikel diatas kan berdasarkan cerita dan pendapat (sampai 4 pula), antum boleh menambahkan pendapat atau cerita menurut versi antum menjadi 5. akan menjadi indah.
    Afwan… syukron…

  4. Wah,
    Ceritranya Bu hebat sekali, tetapi sayang dibalik sayang yang ceritra Bu hanya ceritra dongen, tanpa bukti-bukti. Maksud ceritra-ceritra semacam ini hanya untuk mempentingkan marga sendiri , agar supaya posisi atau kedudukan marga anda di dalam masyarakat Indonesia ditingihkan. Sedang ceritra-ceritra semacam ini berdasar atas ceritra bohon dan dusta. Kalu anda rindu tau sejarah dengan bukti-bukti, anda bisa mendekati marga-marga atau turunan-turunan dari raja-raja di Maluku, yang masih hidup di MAlUKU. Jangan saja mendekati fihak Muslimi saja tetapi anda harus mendekati marga-marga yang beragama Kristen. Agar supaya sejarah Maluku itu di hargakan tinggih oleh pertama-tama anak-anak Maluku sendiri dan dunya.

    Hormat dan salam manis dari saya,
    Mat Lusy

  5. ana setuju dgn , sdr “mat lussy” sejarah yg dikemkkn oleh admin terllu terksan mninggikan marga tertntu , pdhal org maluku asalx kbxkan bersaudara n mmg bnar islam yg awal datng n jd agama seantero jzirah ini, akan ttp kbykan ada sdra kita yg murtad dan kalah perng shgga brpndh agama sejak zaman kdtgn portugis dan inggris, ….mgenai data silsilah yg disebutkan bahwa datuk maulana mnrnkan “londor, selamon ,boyratan,lawataka n nira ” adlh tidak benar karena merka berlima adalah seumuran n sezaman..smbng..

  6. smbngan..shgga kualitas riwayat “maudhu” sbab boki boy ratan adalah anak tuan raja lawataka(sayyid maulana bin sayyid syaikh abubakar) bukan anak syarif maulana zainal abidin, n londor (syaikh maulana…) sma selamon(syaikh maulana…) itu bersaudara , karena mereka semua adalah ulama n mmakai gelar maulana jg mka disnilah kesalahan admin…ana paham silsilah apalagi silsilah alawiyyin, alawiyyun, alhassaniy ….

    • Ass.Wr.Wb.

      Beta Ridhwan bin Hdj. Mustafa bin Hdj. Imam Mihammad Qasim bin Radja Abdul Samad bin Modim Abdu Alim Ohorella. Cabang Ohorella kita dari Upu Salaamun yang bernama Ohorella Salaamun / Ohorella rumahtau Wakan Salaamun.
      kamu tulis mengenai Puteri Boiratan ialah satu anak Puiteri dari Maulana Syech Abu Bakr. Beta mau tanya karena beta punya sejarah juga lari kesitu. Yang beta mau tau Syech Abu Bakr yang mana?? Syech Abu Bakr bin Salim atau???

      Insha Allah saudara bisa jelaskan beta punya pertanyaan.

      Wassalaam.

      • alhamdulillah …yang ana maksudkan bukan bin syaikh abu bakar bin salim alu assegaf alhusaini …tetapi syaikh abu bakar …..mf ana ga bisa terlalu buka silsilah di sini karena tidak adab untuk bcrakan hal ini disini kalau mau hbungi ana …ana mahasiswa iain ambon jurusan phm ……

      • Ass.Wr.Wb.

        Terimah kasih saudara buat reacti ente. Beta punya pertanyaan bahwa saya juga tau dari tete saya nasab datuk dari hadramaut.
        Dan saya mau tanyak saudara email saya sadja kalau saudarah mau.
        pamalona@gmail.com

        Wassalaamu Alaikum.

    • Suadarah nayyirahbathin muhammad idrus ialah benar mengenai Putri Boiratan den nama yang disebutkan dalam tulisan anda semua anak dari Sayyid Maulana Bin Syech Abu Bakr. Saya senang sekali jawaban antum mengenai silsila datuk2 kita.

  7. di atas di sebutkan bahwa sebelum kedatangan zainal abidin di ama hatua, sudah ada warga yang bermukim sana. sedikit bingung, kenapa tidak ada sumber yang menyatakan lebih rinci kehidupan mereka para warga yang telah lebih dulu bermukim di ama hatua sebelum datangnya zainal abidin. baik itu tentang agama yang mereka anut ataupun kondisi kehidupan mereka.

    satu lagi, fara mau confirm sedikit tentang kalimat Kapitan Tuarihia yang menurunkan marga Latupono, mungkin salah penulisan atau sumber kurang akurat karena Kapitan Tuarihia menurunkan marga tuasikal.

    kalau fara boleh saran, lani atau kapatah adat dimohon untuk lebih detil dalam pemaparan, karena fara melihat lani atau kapata di atas semuanya bersumber dari kailolo. kita tidak bisa pungkiri bahwa hatuhaha adalah amarima, coba dech, lakukan pendekatan konsep dari kelima negeri tersebut biar data lebih valid.

    terima kasih bang admin.
    salam kenal

    • Ass.Wr.Wb.

      Saudara memang benar kalau mau lebih detail lihat lani atau kapata. Tapi pertama lihat masing2 marga2 punya teon matarumah. Disini bisa lihat sedjara asal turunan dan pangkat atau pendukukan di Djaziraat Ul-Mulk.

      Wassalaam.

  8. ……….. dari pada katong baku tumbu soal sejarah keturunan, lebe bai masing2 pasang carita sejarah di internet sa. beta bukan org pemda, jadi soal sejarah samua marga di maluku baik Islam maupun Kristen bukan tanggung jawab beta scara langsung. apakah sejarah ini betul, tergantung dari siapa yg mencatatkan sejarah tsb, dari mana sumber dan bukti sejarah tsb. beta vam Marasabessy, jadi sudah sepantasnya tau soal sejarah Hatuhaha …………..

    • like abang

  9. Trims atas cerita sejarahnya, artikel ini juga bisa menjadi perantara katong untuk silaturahmi antar generasi muda hatuhaha sekaligus saling tukar referensi sejarah dan pikiran.

    pertama2 bt bilang kalaw katong tidak hidup jaman dolo deng tete2 dong sehingga apa yang katong tulis disini atau referensi yg katong dapatkan berdasarkan logika, cerita dan penafsiran tiap2 pribadi yg menterjemahkan sejarah, kita tau klw sejarah kita jarang di bukukan tapi setau bt sejarah perjalanan syiar Islam dan ajaran katong di nusa hatuhaha itu tersimpan dalam kitab2 / buku2 di rumanai ma’arifat (di rohmoni)

    katong smua generasi hatuhaha tau kalau kapitang akipai adalah salah satu panglima di salah satu sektor hatuhaha saat perang alaka berkecamuk (tp bt sadiki protes artikel yg bg rasyid tulis di atas, menyangkut “superiornya” kapitang akipai, klw berdasarkan referensi di kabau dan rohmoni, panglima itu berada di kabau (kapitang Rumbesi matakau) ). hatuhaha adalah sistem, ibarat tubuh manusia. tanpa bahgian tubuh yang lain, maka tubuh mc tidak akan sempurna. jadi pengkultusan secara berlebihan berdasarkan referensi kita masing2 tanpa penanafsiran sejarah scr objektif, menurut saya terlalu “extrim” lebih ksusus lagi menyangkut Tuan MOHDUM.

    Bg rasyid sepertinya tidap punya rasa hormat dan adab sadiki par katong2 punya datu2 di hatuhaha ( paling tidak dalam penyebutan nama para datuk2), bukankah kata katong org tua2 bahwa katong ini satu berarti datuk2 yang ada di sahapoiri adalh datuk2 mandalise, samasuru, matasiri, dan haturesi juga.

    Ada dalam salah satu artikel di tuliskan bahwa Muhdum berasal dari kata haddam (pelayan), dan itu adalah nama yang akan di berikan kepada upu Mohdumu. Beta luruskan sadiki klw Mohdumu itu berasal kata2 di wilayah persia atw india (ulama2 dari wilayah itu sering memakai nama Mohdum / makdum / kwaja / kwajagan ..), Mohdum artinya guru yang dipertuan atw Tuan guru, sama dengan Maulana karna dialeg katorang sehingga penyebutan Mohdum menjadi Mohodumu..

    Sejarah yg ada di katong itu menurut bt tidak hanya bisa dilihat dari “permukaan” yang hanya melibatkan logika, penafsiran dan referensi dari tiap2 kampung. katong harus melihat dari semua sudut pandang dan semua referensi serta bisa menjawab semua pertanyaan2 yang mengganjal di pikiran katorang. Bt pernah bc referensi dari salah satu Universitas di amerika (url-nya bt udah lupa) menyangkut penyebaran Islam di Asia, salah satunya tentang kedatang tuan pandita (syekh) 2 orang dari nusa mahu dan referensi itu sama dengan salah satu lania yg berkisah tentang kedatangan 2 org pandita dr nusa mahu, tuan satu org melengkapi monia-itu dan tuan satu lagi masuk dalam seherambi haite (sahapori), bukan berarti mereka datang untuk syiar islam tapi tuk menempati posisi yg masih kosong dalam suatu lembaga karna islam sudah ada sejak dulu tp masih belum lengkap alias masih bersifat individual, lembaga tersebut di rohmoni di namakan monia-itu, kabau namanya waeluruy-itu..artinya terdapat dalam tiap2 kapung ada 7 lembaga)

    Beta mau tanya : Upu mohdumu makan sisa makanan dari tuan pandita dan tuan akipai, bukankah aneh kalau dlm waktu tidak lama Upu Mohdumu bisa jadi Imam Hatuhaha..??? bukannya butuh waktu yg cukup panjang tuk kuasai syariat islam dan bahasa arab (ayat2 sembahyang pake bhs arab)..???,. Bukankah tidak lama kemudian juga datang para mubaligh yang berasal dari nusa arab dan persia yang notabene telah menguasai islam secara keseluruhan lalu kenapa tidak menjadi imam hatuhaha…??? dan kenapa kapitang akipai tidak jadi imam hatuhaha karna ketemu upu pandit lebih dulu,artinya upu pandita pasti mengislamkan upu akipai lebih dulu…???. Ini adalah salah satu kemisteriusan tentang sejarah upu mohdumu. Lalu siapakah upu mohdumu…???, kenapa di rohmoni ada sowa siwa arti secara harfiah : 9 lembaga / sowa (rumah nai hatuhaha) dan di sampingnya rumah nai ma’rifat , apakah itu…????, klw saya jelaskan secara detail akan ada kesan pengkultusan yang lebih “extrim” lagi, dan kenapa semua itu ada di rohmoni…????, bg rasyid tau, apa itu (arti dari) rohmoni, kabau, kailolo, pelau….??? Dan kenapa rohmoni dan pelau berada di ujung ( di batasi oleh air)…????, mungkin nanti kata katorang itu hanyalah kebetulan belaka.

    Hatuhaha itu berasal dari satu mani yang menetes, lalu dari mani siapakah itu…???. Kenapa kedatangan para wali ke nusa hatuhaha begitu banyak…????, ada yang datang dari tanah Turki, tanah Persia (parsi), tanah Arab dan para wali itu menjadikan nusa mahu (jawa, sumatra, sulawesi,dll) sebagai tempat transisi padahal penduduk hatuhaha jaman itu mungkin tidak begitu banyak sehingga tidak sinkron (dari sisi kuantitas) dengan kedatangan para wali ke nusa hatuhaha.

    Kalaw bg rasyid ingin tau “rahasia” sejerah secara objektif, coba baca buku2 yang mengupas tentang ajaran sufi / tasawuf, baca sejarah tentang maulana Jalaluddin Rummi mendapatkan mursyid, syekh Abdul Kadir Jailani, sejarah wali songo, para wali di samudra pase (pasai) karna semuanya berkaitan. Sehingga bisa mendapatkan gambaran yang utuh tentang Upu Mohdumu.

    Besambung …

  10. ass, ahlan saudaraku…
    cerita yang anda tulis di atas sangatlah bagus kl ditinjau dari sudut pengen mengetahui silsilah. namun sayang urutan nama,nasab dari pelaku sejarah sangatlah jelas kekeliruannya. perlu anda ketahui bahwa ilmu nasab bukanlah seperti ilmu tasauf (dengar dan diam). berbicara tentang nasab haruslah jelas urutannya, apalagi nasab ini tersambung sampai kepada Rasulullah SAWW. jangan anda mengotori keislaman anda dengan membuat nasab yg tidak jelas hubungannya dengan Rasulullah SAWW. anda seharus nya mengambil referensi dari orang/lembaga yang tahu tentang silsilah dzuriyah Rasulullah SAWW di Indonesia. pegilah dan bertanyalah k Rabitah Alawiyah jakarta/Ambon, ataw ke Naqobah Asraf Al-Qubra jakarta yaitu lembaga yang pencatatan nasab dan silsilah dzuriyah Rasulullah terlengkap di dunia. semoga anda mau menyadari kekeliruan anda dan Allah dan Rasuln-Nya mau memaafkan kekeliruan anda, Amiin

    • to ..idrus b/ambon

      salam afwan ,,,,buat nte tahu mmg benar ana setuju sekali ap yg nte katakan ,,bahwa dalam penyebutan nama dalam urutan silsilah terdapat tadlis, bahkan maudhu ,,,ttpi kalau dilihat dari sisi sejarah siapa yang datng untuk mengislam kan negeri2 di maluku pada umumnya dan di hatuhahai pada khususnya adlah para dzurriyat habib muhammad Shallallahu alaihi wasallam, ttpi ad pnyebutan nama dan riwayat hidup mereka ,,, mf…orang orang di rabitah alawiyah sendiri tidak akan paham , bahkan mengetahui siapa yang mulia datuk maulanan zainal abidin, sebab beliau bukan dari jalur alawiyyin, rabitah hanyala penyambung nasab ahlulbait dari jalur imam ahmad bin isa almuhajir alu imam ali aluraidhi bin imam jakfar shadiq…cabang keturunan inilah yang menjadi cikal bakal keturunan ”alawiyyin” yg sampai sekarang dikenal dengan ‘alawiyyin/ baalwi” atau di indonesia disebut habib ,,, buat nte semua thu istilah habib itu lahir di indonesia bukan di hadhramaut, …..saya pesankan buat kalian semua …
      ……..
      …tidak akan sampai nasab yang kalian utarakan dan kalian bantahkan ,,,kalau kalian masih mnyatakan …yang mulia ALLAHU YARHAM SYARIIF ALAKBAR MAULANA ZAINAL ABIDIN ..beliau adalah alwiyyin sungguh kalian atau orang-orang yang dimanapun apa mrerka di rabitah alawiyyah di jakarta taupun orang yang ahli di arab pun tidak akan ketemu nasab beliau,,,ttpi jika nte sekalian punya pengetahuan,,pasti kalian akan thu siapa beliau…………………………………………

  11. Apa yg ditulis oleh sdr sngt terkesan hanya melihat pada kepentingan Satu marga…………klo Bung mau bercerita tentang silisilah dan masukx islam di maluku harus dng bukti yg konkirit,,,,,,,kebenaran sebuah cerita dlm kontex Maluku itu dituangkan didalam Kapata moyang2……………….Bung perlu mempelajari Bnyak tentang Asal Muasal Nunusakau Dan Suku Alifuru Sehingga cerita tentang Msukx Islam Dimaluku Bung lbh Paham…………………………….

    By………….Upu Ahamad Lussy(Sama Ohy RIrinita)

  12. Bang Admin, Menulis sebuah sejarah untuk disajikan menjadi konsumsi Publik harusnya dan bijaknya melalui sebuah resensi yg ketat karena apa yg diketengahkan melibatkan berbagai pihak dengan latar belakang sejarah yang berbeda2.
    tidak bijak dan tidak islami jika apa yang diketengahkan sifatnya hanya mengusung superiotitas golongan tertentu dan menginferiorkan pihak lain. tak cuma itu sumber2 informasi yang disajikan terasa berbeda bahkan keliru dengan sumber2 yang berasal dari sumber asli . salah satu cntoh dlm tulisan diatas disampaikan bhw yang menyiarkan Islam diHatuhaha adalah Datuk Zainal Abidin, benarkah demikian …? dan benarkah Beliau berasal dr Hadramaut ?? Trus Upu kapitan Tua Rihiya menurunkan marga Latuponu, ini sangat kasat kekeliruannya krn marga Tuasikal tdk akan terima.
    sajian lani juga hrs utuh jgn dipenggal2 krn pesan maknannya akan bias dan keliru
    Bta hanya mengutif kata2 orang Tua Hatuhaha bhw :
    HATUHAHA TAHA INyA ELE , LAHA TAHA AMA ELE KURA SEIYA ( Hatuhaha tdk beribu dan berbapak dgn siapapun) EOLO AHA MATAWA (dia berdiri sendiri sep bintang diwaktu fajar).
    kalau mau membahas H2hh harusnya terstruktur & holistik diikuti dgn Lani, Totiy, kutumele dll yg bersumber dr uli H2HH ( 4 negeri) bukan hanya dr kailan.
    Apa Arti Ama Hatua dan apa arti Ama laina …… ?????
    semoga bang admin mau berjiwa besar menerima masukan dan kritikan dr berbagai pihak demi penyempurnaan & pemerkayaan Penulisannya.

    salam
    kenal

  13. Bang Admin, Menulis sebuah sejarah untuk disajikan menjadi konsumsi Publik harusnya dan bijaknya melalui sebuah resensi yg ketat karena apa yg diketengahkan melibatkan berbagai pihak dengan latar belakang sejarah yang berbeda2.
    tidak bijak dan tidak islami jika apa yang diketengahkan sifatnya hanya mengusung superiotitas golongan tertentu dan menginferiorkan pihak lain. tak cuma itu sumber2 informasi yang disajikan terasa berbeda bahkan keliru dengan informasi yang berasal dari sumber asli . salah satu cntoh dlm tulisan diatas disampaikan bhw yang menyiarkan Islam diHatuhaha adalah Datuk Zainal Abidin, benarkah demikian …? dan benarkah Beliau berasal dr Hadramaut ?? Trus benarkah Upu kapitan Tua Rihiya menurunkan marga Latuponu, ini sangat kasat kekeliruannya krn marga Tuasikal tdk akan terima.
    sajian lani juga hrs utuh jgn dipenggal2 krn pesan maknannya akan bias dan keliru
    Bta hanya mengutif kata2 orang Tua Hatuhaha bhw :
    HATUHAHA TAHA INyA ELE , LAHA TAHA AMA ELE KURA SEIYA ( Hatuhaha tdk beribu dan berbapak dgn siapapun) EOLO AHA MATAWA (dia berdiri sendiri sep bintang diwaktu fajar).
    kalau mau membahas H2hh harusnya terstruktur & holistik diikuti dgn Lani, Totiy, kutumele dll yg bersumber dr uli H2HH ( 4 negeri) bukan hanya dr kailan.
    Apa Arti Ama Hatua dan apa arti Ama laina …… ?????

    semoga bang admin mau berjiwa besar menerima masukan dan kritikan dr berbagai pihak demi penyempurnaan & pemerkayaan Penulisannya.

    salam
    kenal

  14. as…
    apa yg disebutkan oleh saudara admin adalah benar akan ttpi pnybutan silsilah or nasab adalah keliru ….seseorng boleh aliim ttpi blum tentu dalam berbagai ilmu yg lain misal dalam masalah nasab blm tentu………sehingga perlu ketelitian alias istiqra wal istibra…….jgnlah mnasabkan sembarangn apalgi ….menyangkut org lain ..
    afwan ..salam

  15. Bt pling heran dng smua komen diatas, bagi ana hatuhaha, moyang2 qt uda himbau klw qt tak perlu debat maslah sejarah qt dng orang yg bukan hatuhaha, krn tdk akan mndapat jalan keluar yg baik.. makanya orang tua dolo2 lebih suka diam dr pd komen kiri kanan..
    mang ana cucu jaman skrng tau sadiki su topu dada…. Lalu umbar lewat internet supaya dunia luar tau klw disana disini punya kelebihan.
    coba renungkan apa untungnya bahas masalah diatas, diam itu lebih baik dari pada berkata2 klw kamu belum tau dengan pasti apa yg akan kamu bicarakan… krn bt berfikir bagini sejarah ana hatuhaha khusus buat hatuhaha krn qt dilahirkan untuk menerima itu semua dan menjalankan dgn hati…

  16. manusia yg mmbuat sejarah,bukan sejarah yg membuat manusia…
    itulah sejarah…….
    intinya kita tdk usah brdebat masalah sejarah,karna pda umumnya kita punya sejarah masing2….

  17. Assalamu ‘alaikum….

    Babang beta cucu dari tete H.Abdul Salam mohon ijin shere babang pung tautan par taruh di era pung catatan facebook.
    sebelunya beta minta maaf….

    wassalam…

    syafrun ohorella Bn Ahmad Ohorella Bn H.Abdul Salam Ohorella…

  18. as,,,saya samngat setuju dengan apa yg di paparkan bang admin,hanya saja dalam pemaparannya bang hanya mengali dari bumi hatuhaha sebab sejarah penyebaran islam yng dilakukan datuk zainal abidin itu mempunyai versi yg berbeda-beda,,dan didalam artikel abang ni lbh mengedepnkn suatu marga,,cb datanya lbh mendetail lagi,,dan disini tdk menyebutkan perjlnan beliau dr banda ke seram selatan terutama di bumi nusa ina itu salah besar,,dan kalu dikatakan silsilah atau garis keturunannya saya tidak setuju,,sebab bukti yang saya punya yaitu sebuah cincin emas dan silsilah yang ditulis diatas daun lontar tidak sesuai dengan apa yang di katakan,,

  19. sebagian dari kami tahu nama islam leluhur anda (moyang dari marasabessy dan moyang ohorella: semoga Allah selalu menjaga nama mereka dari aib dan perbuatan syirik) tetapi didalam artikel tidak pernah anda cantumkan. walau saya sadari apa yang di ceritakan kakek(semoga janji Allah kepada kekasihNya selalu berasamanya) saya tedengar seperti dongeng tetapi hubungan kami dengan boi ratang bukan saudara sedarah, oyang boi ratang adalah seorang sakti mandraguna yang memiliki dua saudari boi… dan boi…, mereka berasal dari pulau digugusan kepulauan banda. karena terjadi kesalapahaman beliau lalu menenggelamkan pulau hunian mereka… penduduk pulau ini kemudian menyebar ke pulau-pulau disekitar banda…moyang ohorella dan moyang marasabessy tidak datang untuk menyebarkan agama, tetapi untuk mencari tempat hunian. seperti moyang kami yang adalah saudara sedarah dari moyang kalian karena kelebihan mereka dalam ilmu agama dan memiliki kesaktian yang diberikan Allah maka mereka diberikan tempat dalam posisi pemerintahan masyarakat dimana mereka singgah. moyang kami di beri gelar Latu Loing (raja negeri Loing)di Wilayah Uli Salessy (sebuah uli di pulau ambon) dan Lihi Ulat (tarik pulau: dia dipercaya memiliki kesaktian menarik pulau) sebagai sorang datuk di sebuah desa di jezirah lei-hitu. konon dia memperistri 99 wanita di berbagai tempat, jadi saya tidak bingun bila anda tidak menyebut hubungan anda (Ohorella dan Marasabesssy) dengan marga kami…dari cerita yang saya tahu, moyang saya hanya memiliki dua saudara sedarah. tidak seperti yang anda paparkan

  20. assalamu’alikum wr wb..
    ada baiknya basudara yg lain biking juga blog yg serupa,dengan referensi sejarah masing2 mengenai silsilah dan sejarah kampung masing2,mudah2an bisa ada titik temu dari absurdnya sejarah krn persepsi msg2 ktg berdasarkan referensi yg berbeda.apresiasi patut katong berikan kepada bung rad marssy atas usahanya mengumpulkan catatan2 sejarah dan menyatukannya di dalam blog ini,mengingat minimnya referensi dan data2,salam basudara hatuhaha dan samua

  21. assalamu’alaikum wr,wb…@ ruslan ana sepakat dengan ente….betul jangan hanya cuman berkoar tentang tulisan orang,,tulis lagi sejarah maluku versi tiap-tiap negeri kalian

  22. kalau kalian punya etika, bt mausampaikan bahwa hatuhaha bukan untuk sapa yang besar dan sapa yang kecil, tetapi hatuhaha harus dijaga titahnya dari org – org yang ingin menghancurkannya,,,,,,,,

  23. Untuk Admin, disini tdk ada yg besar dan kecil kita semua satu maningkamu/saudara, ttp sayang seribu sayang manusia di maluku sudah jauh berbeda akibat terbawah oleh alunan Kapitalisme, sbb kita orang maluku terlahir dari kesatuan adat2 yg dibawah oleh leluhur kita agar orang maluku menjaganya…. pertanyaan saya masih adakah orang maluku mempertahankan adat2 leluhur kita…? bagi siapa yg tdk menjaga dan merawat adat2 leluhurnya berarti orang maluku tidak lagi mengenal dari mana dia berasal, tdk mengakui leluhurnya dan orang tuanya/tdk mengakui dari mana dia berasal, sehingga orang2 yg masih memegang teguh adat2 leluhurnya dimusuhi, di hasut2 untuk meninggalkan adat2 leluhurnya ….. ini bukti yang terjadi di Hatuhaha,,,, apakah salah mereka masih memegang kpd adat2 leluhurnya, sbb islam masuk di hatuhaha sudah ada masyarakatnya dan islam merambah terus sampai kedatangan penyiar2 islam hampir 500 tahun, ttp tdk menghapus tatanan asli adat2 leluhur hatuhaha, baru setelah naik Latunusa Pattihena baru dirubah dengan islam baharu sekitar tahun seribu delapan ratusan……

  24. untuk cerita 4 raja dan putri B.ratan talalu byk versi bung Marsy
    ada versi dari Banda, Seram, Key(banda eli), Hatuhaha, jg dari Ambon.
    dari banyak versi yg beta dengar, beda2 versi tanpa menyebutkan asal cerita mungkin antara lain :
    Asal :
    – Juriat 4 saudara ada yg sebut dari Maulana Zainal Abidin,
    – ada yg bilang Tuan Abu Bakar,
    – da juga yg bilang bapak nya Raja Lawataka
    – dan ada yang bilang Datuk ……. dan sebagainya

    Jumlah Saudara :
    – 4 raja, 1 putri
    – 4 raja, 3 putri (tambahan Putri Linggidun dan Boi nunu)
    – dan yg bilang cuma ada 3 Raja

    mungkin akan beda juga dicerita kedatangan Orang tuanya dari Arab, atau beda ketika 4 raja melakukan perjalanan ke Arab…
    bta pikir dari semua versi kalo ada cerita yg sama mungkin katong bisa ambil, yg beda akang tinggal for masing2 pung carita, tanpa mengurangi rasa hormat thd sesama, jadi seng perlu saling bantah.

  25. kalo menurut saya justru islam tertua di Maluku terletak Di pulasu seram … memang secara ….. fisik tdk begitu mendukung,\ kelihatan akan tetapi secara implisit … dalam .

    • spkat,, Bung!! ana sangat spakat..
      NUSA INA=PULAU IBU.. dr perut ibu itulah asal smua sjrah yg ada di seram bahkan maluku.. ibu sbg sombar bsar dari NUNUSAKU..!! TOLONG MAKNAI *SOMBAR>>>

      • Bukannya awalnya dari bapak dulu. lalu dimanakah pulau bapak ?

  26. al-haddad asli. .
    marasabessy. .

  27. nayyirahbathin muhammad idrus

    hey. . .
    kamu itu tidak tau apa”. .
    kamu tau apa tentang masuknya islam di Hatuhaha. . .

    kalau datu maulana tidak ada hubungn dengan kita. .
    kenapa karamatnya ada di kailolo. .

    orang-orang yang perna datang ke karamat tersebut termasuk putra presiden pertama RI. .
    putranya yaitu bambang soekarno putra. .

    kalau anda mau tau lebih dalam pergi ke kailolo. .

    kami Al-Haddad Aslii. . .

    • to sahapory………… alhaddad dari mana? kalau mau mari kita bicara soal nasab…………..saya orang yang mngkaji nasab arab……………..kalau mau mari kita bicara ……………………..

    • Asslmu’alaykum,,ahlan,, hmmm,,ana spkat dgn Naiyrah Muhammad Idrus. sypa blg Datuk maulana Ali Zainal Abidin bermarga alhaddad?? sbg jlmaan dr marga Marasabessy,dll. heheheee,, dgrannya sgguh Lucu..!!
      dimnakah marga2 itu, di wktu ritual cuci sumur kramat bsr d lonthor, yg ktanya itu slh 1 bukti pningglan semasa beliau..

  28. z usa bakalai ada saatnya kebenaran itu pasti datng,, inggatlah yang akan muncul kedepan ini sesuatu yang tak dapat di duga duga

  29. to sahapory,,,,,,,,,,,,,,,,,,
    kalau nte katakan ente alhadad itu dari mana……..saya tanyakan nte alhaddad apa…..bin ssiapa n bin siapa………..yang katakan yang mulia ALLAH yarham syariif al-akbar datu maulana itu alhaddad siapa,,,,,,,,,,,,,,,,,mf sebenarnya tidak adab, bahkan biadap kalau kita menyebut nama para wali bukan pada tempatnya , kita hanyalah manusia yang dhaif ,,,,mengenai masalah ini ,, bijaknya adalah mari kita sama2 duduk bertemu dan bicarakan masalah ini…………nasab adalah masalah amat penting , jangan menasabkan n sembarangan berbicara ,,,,,,,,,,,,,salam buat kalian yang di sahapory..kalian itu saudara kami ……..tidak dinafikan kalian juga keturunan orang2 yang mulia ……….yang pernah ada di dumia dan akhirat.maka dari itu sebagai saudara marilah kita sama bersatu ,buang taassub nasab..kita semua baik saya dan kalian yang di sahapory adalah …………….orang2 wakan………..salam

  30. subhana Allah…. untuk alkisah ini beta harap jgn setengah2, dan tolong diluruskan dan diperjelas, serta dibuktikan dengan fakta2 keberadaan datuk Zainal Abidin.

    • Asslmu’alaykum,,ahlan,, hmmm,, sy spkat dgn Naiyrah Muhammad Idrus. sypa blg Datuk maulana Ali Zainal Abidin bermarga alhaddad?? heheheee,, dgrannya sgguh Lucu..!!
      dimnakah marag2 itu, di wktu ritual cuci sumur kramat bsr d lonthor, yg ktanya itu slh 1 bukti pningglan semasa beliau..

  31. We are a bunch of volunteers and starting a brand new scheme in our community.
    Your website provided us with useful information to work on.
    You have performed a formidable task and our entire neighborhood can be thankful to you.

  32. bwt yg punya blog, afwan jiddan. ana mw bilg,, ingat, jang smpe slh dudukkan sjrah,,*krna sapa bale batu, batu gepe dia,, spt kata org ambn.. OKK versi ente.. tp ana mw blg,jang prsoalkan Nasab d sni, knpa hrus jual nasab pd jejaring sosial kya gni?? seng ada untungnya Jal,, sklaipun sseorg itu dr Dziriyat Rosul, Ahlulbayitunnabi, tp klo kaki maksiat ” tar ada artinya”.. ana mau tanya, btulkah maulana Imam Ali itu dr Kabilah ALHADDAD?? Hehehe,, awas looohh,, itu seorg Alwlia,, jang bongkar-pasang idntiras seenaknya. heheheee,, ana baru dengar n baru tau, klo Imam Ali bin Husain AS dr kabilah Alhaddad..!! ana pkir dgn kmuliaannya yg d mliki srta pnerus rantai knabian yg agung, s’org penyiar tntu akan mnymbunyikan idntitas yg sbnrnya..dan itu Harga Mati, klo al-haddad,, hmmm trlalu Umum,sdra,, trlalu gmpang utk di tmukan..
    ana mw nambahkan 1 lagi.. entri d atas, kyaknya ada yg mrasa bgga n hebat, klo ada Kramat datuk mawlana d sna, sbg tanda khadiran bliau d sna. heheeee,, trlalu kcil klo mw d jadikan sbg barometer n tolak ukur.. bicra krmat,, hampir d smua tmpat di tanah nusa Ina pun ada.. malah bahkan ada yg lbh dr itu..!!
    trkhir dr ana,, *Syukrn katsir.. udah mw buat entri spt ini..!! sgguh kbnaran yg hakiki hanya dtg dr ALLAH ILAHI ROBBI..


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

  • Ini Beta

    Y!M status:
    WARNET PONDOK.NET
    Jl. Raya Tulehu, No. 26
    Dsn Pohon Mangga, Tulehu
    A m b o n

    eFeS : Rad Marssy
    eFBi : Rad Marssy
    CopyLeft Notice:
    Barangsiapa dengan sengaja mengutip, menyiarkan, memamerkan, mengedarkan, meng-copy paste kepada umum suatu bagian dari blog ini diwajibkan kepadanya untuk menyertakan sumber asli bagian yang dimaksud. Dilarang membawa kamera, handycam, tape recorder, atau alat perekam lainnya.
    (hehe5x... srius amat bacanya).

    NO SMOKING BLOG...!!!

    STORY OF EARTH...???
Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.